Jakarta, ItWorks- Fortinet, perusahaan global penyedia solusi keamanan siber terintegrasi, menawarkan program layanan Cyber Threat Assessment Program (CTAP) bagi perusahaan, organisasi atau institusi secara gratis. Selain itu, Fortinet juga menawarkan program pelatihan bagi SDM (Sumber Daya Manusia) khusus terkait IT Security yang juga tanpa dikenakan biaya yang informasinya bisa diakses melalui website Fortinet.
Demikian disampaikan Country Director Fortinet Indonesia, Edwin Lim dalam ItWorks Webinar Series bertema “IT Security: A Strategic Key of Public Services and Business Success in New Normal” pada Rabu (17/3) yang diselenggarakan Majalah ItWorks di Jakarta. Tema ini diusung karena sangat relevan mengingat tren ancaman serangan kejahatan siber yang meningkat di tengah pandemi Covid-19. Sehingga informasi dan tema ini sesuai dengan kebutuhan korporasi dan instansi di Indonesia.
Edwin Lim menjelaskan, program layanan Cyber Threat Assessment Program (CTAP) dan pelatihan gratis ini dihadirkan sebagai salah satu wujud komitmen perusahaan dalam mendukung terselenggaranya ruang siber yang aman dari berbagai bentuk ancaman kejahatan siber yang belakangan cenderung terus meningkat di tengah pandemi Covid-19 ini.
“Berdasarkan data dan pantauan FortiGuard Labs, sejak terjadi pandemi Covid-19 terjadi peningkatan serangan siber yang signifikan secara global, termasuk di Indonesia dengan berbagai modus serangan. Di antaranya berupa ransomware, vulnerability pada system/infrastruktur, malware yang memungkinkan terjadinya akses tanpa izin dengan meng-exploitasi kerentanan sistem, dan modus kejahatan lainnya. Sebagian besar celah serangan malware dilakukan melalui email, karena itu pengguna harus hati-hati. Jangan langsung klik, tetapi harus dicek dan diteliti dulu. Apalagi saat berada di luar atau menggunakan jaringan public wifi, di mana di era pandemi ini orang sudah banyak melakukan aktivitas kerja dari manapun atau teleworkers,” ujar Edwin Lim dalam paparannya secara virtual di hadapan ratusan peserta yang mengusung topik “Edukasi dan Program-program dalam Mendukung Keberhasilan Implementasi Keamanan Siber”.
Dijelaskan, dalam upaya membantu masyarakat, institusi dan dunia usaha untuk mengenali seberapa tangguh dan andal jaringan yang dimiliki dan jenis serangan apa saja yang kerap menyerang jaringan yang dimilikinya, Fortinet sengaja menyediakan layanan CTAP ini secara gratis.
Secara teknis, dalam melakukan deteksi untuk assessment ini, Fortinet bisa menaruh perangkat di lembaga, institusi atau peusahaan yang berminat dengan layanan ini atau bisa dilakukan secara cloud dengan cara collected data untuk dianalisa serangan dan jenisnya yang nantinya akan diberikan rekomendasi lebih lanjut untuk penanganannya. “Ini kesempatan bagus bagi perusahaan, institusi atau organisasi untuk memanfaatkannya. Jadi ini juga bisa menjadi semacam penetration test yang tidak hanya untuk mengetahui jenis dan modus serangan yang menyasar jaaringan perusahaan, namun juga untuk menguji sejauh mana keandalannya dan apa saja kelemahannya. Sehingga bisa dilakukan antisipasi dini,” ujar Edwin Lim.
Fortinet juga menyiapkan program pelatihan bagi para SDM untuk meningkatkan kemampuan dan skill , khusus di bidang IT Security secara gratis. Di saat pandemi, Fortinet telah membuat program pelatihan ini secara online yang sudah diikuti peserta dari berbagai latar belakang perusahaan dan institusi.
“Realitas saat ini telah memaksa banyak organisasi dan perusahaan untuk meningkatkanm keandalan jaringan TI, mengingat risiko ancaman kejahatan siber yang juga makin tinggi di saat pandemi ini. Kami harapkan inisiatif Fortinet ini, bisa mendukung perusahaan dan organisasi dalam upaya meningkatkan keandalan TI mereka secara efektif dalam lingkungan kerja mereka. Untuk training atau pelatihan ini, ada beberapa modul dalam tingkatan level tertentu yang kami gratiskan. Kecuali bagi yang ingin mengambil ujian untuk mendapat sertifikasi, baru dikenakan biaya,” ujarnya.
Ditambahkan, Fortinet sebagai pengembang solusi keamanan siber, juga menyediakan solusi yang komprehensif untuk kebutuhan keamanan jaringan Information Technology (IT) dan juga Operation Technology (OT). Di antaranya solusi dalam Fortigate, terutama Fortinet SD-WAN yang dirancang untuk memungkinkan akses cepat dan mudah ke aplikasi cloud untuk berbagai aktivitas penting melalui jaringan inti serta sumber daya berbasis internet.
Solusi SD-WAN mampu menghadirkan kinerja perlindungan aplikasi berkecepatan tinggi, termasuk dengan cabang (branch office) untuk meningkatkan kemampuan organisasi, agar terhubung, menjalankan bisnis, dan merespons kebutuhan pelanggan dengan perlindungan sistem keamanan yang andal.
Selain itu juga ada solusi yang dapat melindungi bisnis di tengah-tengah Work From Home, itu adalah Fortinet Teleworker Solution, yang meliputi produk FortiGate, FortiAuthenticator, FortiAccessPoint, Endpoint Management Services, FortiClient dan FortiToken.
“Sesuai dengan tren dan tuntutan penguatan infrastruktur teknologi informasi yang kian kompleks, seperti penggunaan Internet of Tings (IoT), dan teknologi pendukung lainnya, diperlukan adanya penguatan OT untuk critical infrastructure (infrastruktur kritikal) dengan sistem keamanan tinggi yang bisa diandalkan. Hal ini sangat penting untuk menjaga kelancaran produksi dan operasional perusahan yang ke depan akan makin banyak mengandalkan teknologi pintar, termasuk yang terhubung dengan cloud infrastructure,” tandas Edwin Lim.
Webinar tentang IT Security yang diikuti ratusan peserta dari berbagai institusi dan perusahaan ini, menghadirkan dua Keynote Speaker. Pertama Kepala BSSN – Letjen. TNI (Purn) Hinsa Siburian dengan mengangkat topik “Update Informasi Keamanan Siber dan Kebijakan Strategis dalam Mendukung Keberhasilan Implementasi Keamanan Siber”. Kedua, Walikota Tangerang H. Arief Rachadiono Wismansyah, B.Sc., M.Kes., yang memaparkan inovasi dan terobosan digitalisasi di jajaran Pemkot Tangerang melalui pengembangan aplikasi baru untuk berbagai layanan masyarakat di tengah pandemi Covid-19. Selain itu juga terkait antisipasi dan upaya-upaya yang dilakukan Pemkot Tangerang melalui Diskominfo dalam melindungi jaringan dari ancaman kejahatan siber.
Sedangkan para pembicara lainnya, Kepala Dinas Kominfo Pemprov Jawa Barat – Setiaji S.T., M.S.I., dengan topik: Strategi Keberhasilan Implementasi Keamanan di Pemerintahan Provinsi Jawa Barat, serta Head of IT PT Jasa Raharja – Tri Haryanto yang mengangkat topik: Strategi Keberhasilan Implementasi Keamanan TI di Perusahaan. (AC)














