Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Cloud Computing Indonesia, Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (MAFINDO) dan Drone Emprit meluncurkan portal pembelajaran Digital Citizenship Indonesia. Peluncuran platform pembelajaran ini dilatarbelakangi oleh keprihatinan bersama terkait literasi keamanan siber dan juga etika di ruang siber.
Dalam kegiatan webinar: Ruang Siber Yang Aman dan Nyaman di Era Industri 4.0, 23 Maret 2021, sejumlah pihak yang hadir menyampaikan pendapatnya terkait upaya meningkatkan literasi terkait keamanan siber dan etika di ruang siber bagi warganet di Tanah Air.
Baca: Kominfo Sediakan Nomor WA 08129224545 untuk Laporkan Hoaks
Anton Setiyawan selaku Juru Bicara dari Badan Siber dan Sandi Negara berharap platform Digital Citizenship Indonesia ini bisa memberikan kontribusi yang signifikan bagi Indonesia, “Mudah-mudahan dengan platform ini kita bisa maksimalkan dan kita bisa memberikan kontribusi yang signifikan bagi pembangunan dan kesejahteraan bangsa ini,” ujarnya.
Harry Sufehmi, Founder dari Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (MAFINDO) menyampaikan Digital Citizenship Indonesia adalah peluang yang sangat bagus untuk bergotong-royong bersama membuat panduan bagi banyak orang mengenai etika digital, “Secara komprehensif etika digital saya belum tahu ada, dan saya rasa ini peluang yang sangat bagus untuk kita garap bersama-sama sehingga bisa menjadi panduan bagi banyak orang,” ujarnya. Ia juga menyampaikan dengan kita menjadi digital citizenship yang baik, kita tidak hanya membuat dunia siber menjadi lebih nyaman dan aman tapi juga akan memungkinkan kita untuk bisa memanfaatkan dan sukses di dunia yang baru ini.
Baca: Pencegahan Cyber Crime pada Masa Pandemi COVID-19 Jadi Salah Satu Rekomendasi FISIP UI
Ismail Fahmi, selaku Founder dari Drone Emprit menyampaikan pentingnya pembelajaran digital citizenship untuk masyarakat Indonesia, dimana ia menyampaikan ini adalah jadi kewajiban bersama hukumnya, “Mudah-mudahan kita bisa berkolaborasi bersama di digitalcitizenship.id, dan kita ramai-ramai gunakan itu, sebagai suatu kontribusi kita bersama,” ujarnya.
Alex Budiyanto dari Cloud Computing Indonesia menyampaikan bahwa Digital Citizenship Indonesia baru inisiasi awal, diperlukan kolaborasi banyak pihak untuk bergotong-royong bersama berkontribusi untuk memperbaiki literasi keamanan siber dan juga etika di ruang siber. Untuk itu Alex mengajak sebanyak mungkin pihak untuk mendukung dan turut berkolaborasi dalam pengembangan materi pembelajaran Digital Citizenship Indonesia ini.
“Digital Citizenship Indonesia ini masih sangat awal, butuh bantuan dan juga semangat gotong royong bersama untuk menyusun materi pembelajarannya baik untuk anak-anak sampai orang dewasa, untuk itu bagi yang tertarik membantu dan ingin berkontribusi untuk bisa mengirimkan email ke hi@digitalcitizenship.id,” tutup Alex.














