ItWorks- Guna meningkatkan frekuensi dan menambah volume pelaksanaan vaksinasi per hari, pemerintah telah melakukan Impor Vaksin tahap VII pada Maret ini. Berperan sebagai importir yang ditunjuk langsung oleh Kementerian Kesehatan, PT Biofarma (Persero) yang mendatangkan vaksin Sars-CoV-2 sebanyak 16.000.440 dosis yang dikemas ke dalam 8 envirotainer.
Vaksin diangkut oleh maskapai penerbangan Garuda Indonesia dan tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada 25 mafret pukul 12:20 WIB. Untuk mendukung upaya pemerintah tersebut, Bea Cukai Soekarno Hatta memberikan kemudahan dan fasilitas impor.
Kepala Kantor Bea Cukai Soekarno-Hatta, Finari Manan mengungkapkan bahwa seperti importasi sebelumnya, vaksin ini juga mendapatkan kemudahan yang sama. “Kemudahan yang kami berikan masih sama, yaitu percepatan pelayanan segera atau rush handling, serta fasilitas pembebasan bea masuk dan pajak dalam rangka impor (PDRI) seperti PPN dan PPh Pasal 22 Impor. Untuk layanan rush handling atau pelayanan segera, perlu diketahui bahwa sesuai Peraturan Menteri Keuangan No 148/PMK.04/2007, adalah pelayanan kepabeanan yang diberikan atas barang impor tertentu yang karena karakteristiknya memerlukan pelayanan segera untuk dikeluarkan dari kawasan pabean atau bandara,” jelas dilansir dalam siaran pers (29/3/ 2021)
Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono, turut menyaksikan langsung proses pemindahan vaksin ke gudang rush handling, untuk dilakukan pemeriksaan dan penyelesaian kepabeanan. Ia juga menjabarkan jumlah importasi vaksin lebih rinci.
“Jumlahnya sebanyak 14.545.454,5 dosis curah ready-to-fill, 1.454.545,5 dosis overfill, dan 440 dosis sisanya sebagai bahan sampel. Hingga saat ini program vaksinasi massal sedang berjalan hampir di seluruh wilayah di Indonesia. Pemerintah selanjutnya menargetkan untuk memperluas jangkauan pelaksanaan vaksinasi. Maka dari itu, kita tambah (suplai) melalui impor,” imbuhnya.
Dante juga memberikan apresiasi atas kinerja Bea Cukai Soekarno-Hatta atas layanan yang diberikan, serta instansi lain terkait yang turut menyukseskan importasi dan distribusi vaksin ini. (AC)














