PT Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel) akan bertransformasi dari tower business menuju digital infrastructure company. Mitratel juga akan tetap agresif dalam memacu pertumbuhan perusahaan baik secara organik maupun anorganik. Serta memacu perbaikan fundamental bisnis dengan peningkatan performansi keuangan dan perbaikan proses internal.
Demikian disampaikan Direktur Utama Mitratel, Theodorus Ardi Hartoko dalam siaran pers 01/04/2021. “Salah satu prioritas strategi bisnis kami yaitu tetap agresif memacu pertumbuhan perusahaan dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi menuju era 5G,” ungkap Teddy Hartoko, sapaan Theodorus.
Dayamitra Telekomunikasi atau Mitratel adalah salah satu anak perusahaan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk yang bergerak di bidang penyediaan infrastruktur telekomunikasi. Mitratel mulai menapaki bisnis menara telekomunikasi sejak tahun 2008. Sampai saat ini, Mitratel telah mengelola ribuan menara telekomunikasi yang tersebar di seluruh Indonesia. Semua operator seluler Indonesia telah menjadi tenant dengan menempatkan perangkat BTS-nya di menara Mitratel.
Baca: Telkomsel Rampungkan Pengalihan 6.050 Menara Telekomunikasi ke Mitratel
Teddy Hartoko menjelaskan memacu pertumbuhan alat produksi bukan hanya mengenai jumlah tower, juga mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam melakukan investasi. Hal ini agar semua strategi dan kebijakan yang dilakukan tetap compliance dengan aturan dan rencana jangka panjang perusahaan.
“Kami masih akan terus melakukan ekspansi untuk mendukung peningkatan kualitas jaringan dan memperluas jangkauan layanan,” tambahnya.
“Mitratel akan mengambil peranan penting dalam pembangunan infrastruktur yang mendukung konektivitas data yang lebih cepat termasuk fiberisasi jaringan pada menara telekomunikasi,” tutup Teddy.
Baca: Kementerian BUMN Apresiasi Langkah TelkomGroup Alihkan Kepemilikan Menara Telkomsel ke Mitratel














