Jakarta,Itech– Menteri Kominfo Rudiantara membuka ajang pameran teknologi terbesar, BRI Indocomtech 2016 di Jakarta Convention Center, Selasa (2/10). Hadir dalam pembukaan tersebut yakni Dewan Pembina Yayasan Apkomindo Chris Irwan Japari, Direktur Utama Bank BRI Asmawi Syam, serta Direktur Konsumer Bank BRI Sis Apik Wijayanto. Pameran BRI Indocomtech akan berlangsung selama lima hari (2-6 November).
Bank BRI mempersembahkan Indocomtech dengan tajuk baru BRI Indocomtech 2016 bertema “Gadget is Everywhere”. Perubahan nama ini menjadi sebuah penegasan komitmen dari Bank BRI sebagai bank terbesar di Indonesia, terhadap perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. “Bank BRI berkomitmen untuk terus mendukung perkembangan teknologi di tanah air.
“Bank BRI akan terus berkembang dan bertransformasi dengan merangkul teknologi era digital. Salah satu wujud komitmen tersebut adalah mendukung BRI Indocomtech 2016 untuk tetap menjadi benchmark atas perkembangan industri teknologi informasi dan komunikasi di tanah air,” ungkap Corporate Secretary Bank BRI, Hari Siaga Amijarso.
Dengan pertumbuhan lebih besar dari rata-rata pertumbuhan PDB Nasional, yaitu sekitar 8 persen setiap tahunnya, Industri TIK Indonesia kini memiliki peran besar terhadap Pendapatan Domestik Bruto (PDB) Nasional. Pemerintah Indonesia bahkan memproyeksikan pertumbuhan Industri TIK domestik akan mencapai lebih dari 11% per tahun seiring rampungnya proyek pembangunan broadband serat optik (Palapa Ring) pada akhir 2018. Selain itu, pencanangan Indonesia sebagai negara ekonomi digital pada 2020, digitalisasi di sektor swasta dan layanan publik oleh negara, pesatnya pertumbuhan kelas menengah, serta dominasi kaum muda dalam struktur demografi Indonesia juga kian mendorong pertumbuhan industri TIK.
Dalam sambutannya Rudiantara menyatakan optimismenya terhadap industri TIK Indonesia. “Pasar ICT Indonesia merupakan pasar yang sangat potensial, dan harus kita maksimalkan. Untuk itu, Kemkominfo fokus mendorong sektor telekomunikasi di Indonesia, dengan fokus utama pada pengembangan jaringan broadband di seluruh Indonesia. Itu sebabnya, kami sangat mendukung keberadaan BRI Indocomtech 2016 yang merupakan sarana pendukung ekosistem pita lebar untuk mewujudkan target agar Indonesia bisa menjadi negara ekonomi digital terbesar di dunia tahun 2020 nanti,” tuturnya.
Pertumbuhan industri TIK tersebut tidak terlepas dengan munculnya gelombang digital yang melanda Indonesia. Internet, aplikasi-aplikasi cerdas dan perangkat digital yang semakin canggih memampukan penyebaran informasi yang sangat cepat sehingga mampu menciptakan banyak peluang di berbagai aspek kehidupan. Tidak hanya sebagai peranti hiburan, keberadaan gadget kini mampu menciptakan peluang kerja, mendukung gaya hidup modern yang serba instan, hingga meningkatkan kualitas hidup penggunanya. Kini, orang sudah dapat melakukan pemesanan makanan, transportasi bahkan dokumen melalui gadget, pembayaran dan transaksi pun lebih praktis karena orang tidak perlu beranjak dari kesibukan yang mereka lakukan saat itu. Semua itu dapat dilakukan dari genggaman dengan sebuah ponsel pintar atau smartphone. Bahkan, smartphone juga membantu penggunanya untuk mengendalikan beberapa fungsi di dalam rumah, seperti remote AC, menyalakan lampu, memantau kamera CCTV dan masih banyak lagi.
“Guna memberikan pengalaman dan pengetahuan yang baru bagi pengunjung, BRI Indocomtech 2016 menghadirkan gambaran Jakarta Smart City bekerja sama dengan QLUE di area Lobby, dan sebuah Smart Home yang akan memberikan gambaran akan sebuah rumah yang terlah terkoneksi dengan teknologi internet hasil kerja sama dengan MNCPLAY Smartphone. Kami berharap program-program inovatif ini memberikan informasi dan edukasi yang tepat sasaran bagi masyarakat luas.” kata Dewan Pembina Yayasan Apkomindo, Chris Irwan Japari. (red)














