PT Centratama Telekomunikasi Indonesia Tbk (CENT) akan melaksanakan penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) alias rights issue sebanyak 12,73 miliar saham. Setiap pemilik 1.780 saham lama CENT per 11 Mei 2021 akan memperoleh 727 HMETD.
Kemudian, setiap satu HMETD dapat digunakan untuk membeli satu saham dengan harga pelaksanaan Rp 200 per saham. “Dengan asumsi seluruh HMETD dilaksanakan untuk membeli saham, maka perusahaan akan memperoleh dana segar Rp 2,55 triliun,” jelas manajemen Centratama dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia, 31/03/2021.
Setelah dikurangi biaya-biaya emisi, dana sebesar Rp 45 miliar akan digunakan untuk modal kerja induk perusahaan. Kemudian, sisanya akan digunakan oleh CENT untuk setoran modal ke anak usahanya, yakni PT Centratama Menara Indonesia (CMI).
“Seluruh dana hasil setoran modal tersebut akan digunakan oleh CMI untuk belanja modal yang berkaitan dengan pembangunan menara telekomunikasi dan kesempatan akuisisi guna perluasan dan penambahan portofolio menara telekomunikasi CMI,” manajemen CENT menambahkan.
PT. Centratama Telekomunikasi Indonesia Tbk (CENT) (dahulu PT. Centrin Online Tbk) bergerak dalam bidang telekomunikasi, multimedia, penyedia layanan internet dan portal. Perusahaan menyediakan berbagai produk dan layanan termasuk akses Internet Dial-up; Akses Internet Dedicated / Leased-line; Kabel Internet via Kabelvision (Jakarta); Broadband Internet ADSL (Jakarta); Internet Service Data Centeri: Co-location, Dedicated Server, Rack Closed; Web Hosting; Broadband Nirkabel di Jakarta, Bandung dan Denpasar.
Baca: Ini Penjelasan Inti Bangun Sejahtera (IBST) Terkait Rencana Penjualan 3.000 Menara
Berdasarkan prospektus yang dirilis Rabu, 31/03/2021, Clover Universal Enterprise Ltd. dan EP ID Holdings Pte. Ltd. sebagai pemegang saham utama CENT akan melaksanakan HMETD tersebut. EP ID akan melaksanakan seluruh HMETD yang dimiliki, yakni 5,58 miliar unit. Sementara Clover hanya akan melaksanakan sebagian HMETDnya yakni 916,07 juta. Sisa HMETD Clover tidak akan dijual kepada pihak ketiga dan tidak akan dikeluarkan dari portepel.
Dengan asumsi seluruh pemegang saham mengambil HMETD, maka struktur permodalan dan susunan pemegang saham CENT akan terdiri dari Clover 40,97%, EP ID 49,67%, dan masyarakat 9,36%. Sementara itu, dengan asumsi pemegang saham publik tidak melaksanakan HMETD mereka seluruhnya, proporsi kepemilikan CENT terdiri dari Clover 42,12%, EP ID 51,06%, dan masyarakat 6,83%.
Dengan kondisi tersebut, para pemegang saham yang tidak melaksanakan HMETD akan mengalami dilusi maksimum 29%.
Tanggal terakhir perdagangan saham dengan HMETD (cum rights) di pasar reguler dan negosiasi jatuh pada 20 Mei 2021. Sementara di pasar tunai jatuh pada 24 Mei 2021, bersamaan dengan tanggal terakhir pencatatan (recording date) untuk memperoleh HMETD.
Selanjutnya, distribusi HMETD beserta pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) berlangsung pada 25 Mei 2021. Lalu, periode perdagangan HMETD berlangsung dari 27 Mei 2021-3 Juni 2021. Sementara periode distribusi saham yang berasal dari HMETD berlangsung pada 31 Mei 2021-7 Juni 2021.
Baca: Telkomsel Rampungkan Pengalihan 6.050 Menara Telekomunikasi ke Mitratel














