Tahun 2020, ada 7 perusahaan di sektor IKFT di Tanah Air yang mendapatkan penghargaan INDI 4.0 dan satu perusahaan mendapatkan predikat National Lighthouse Industry 4.0 ujar Direktur Jenderal Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil (IKFT) Kemenperin, Muhammad Khayam dalam rangkaian seminar pra-konferensi Indonesia Partner Country Hannover Messe 2021, 05/04/2021.
Ketujuh perusahaan tersebut yaitu PT Kaltim Parna Industri, PT. Biggy Cemerlang, PT. Schott Igar Glass, PT. Kimia Farma Sungwun Pharmacopia, PT. Globalindo Intimates, PT. TI Matsuoka Winner Industry, dan PT. Asia Pasific Rayon serta PT. Pupuk Kalimantan Timur yang mendapat predikat National Lighthouse Industry 4.0 di sektor industri kimia.
Dalam acara tersebut, sejumlah peraih penghargaan INDI 4.0 tahun 2020 membagikan pengalamannya dalam menerapkan konsep Industri 4.0 di perusahaan masing-masing.
Mardiyanto, Senior Vice President Teknologi Informasi PT Pupuk Indonesia menjelaskan transformasi digital di Pupuk Indonesia dilakukan dalam rangka menjaga kelangsungan bisnis dan usaha yang diselaraskan dengan masterplan perusahaan.
“Transformasi menuju Industri 4.0 yang dilakukan mengacu pada Customer Centric Model, yaitu dengan melakukan perubahan pola produksi dari berbasis kapasitas menjadi menyesuaikan permintaan atau kebutuhan pelanggan. Kemudian, Solusi Agri dan Service untuk perluasan jasa layanan one stop solution di bidang pertanian. Kami juga menerapkan best in class operation and supply chain untuk optimasi biaya operasi dan supply chain,” ujar Mardiyanto.
Peraih penghargaan INDI 4.0 berikutnya, Pharma Sales and Marketing Manager PT. Indofarma Tbk, Darkono mengungkapkan, penerapan Industri 4.0 di perusahaannya meliputi penerapan bisnis proses terintegrasi menggunakan ERP SAP, baik untuk horizontal integration maupun vertical value chain. Perusahaan juga melakukan consistent engineering atau investasi revitalisasi fasilitas produksi, terutama menuju otomatisasi agar proses produksi menjadi lebih efektif dan efisien.
Salah satu inovasi yang dilakukan oleh Indofarma adalah aplikasi TeleDoc Pro. Ini merupakan aplikasi telemedicine multifungsi secara realtime dan jarak jauh yang berfungsi sebagai thermometer, stetoskop, dan mengukur saturasi oksigen. “Transformasi digital yang diterapkan saat ini dapat membuat harga penjualan lebih kompetitif, meningkatkan kulitas dan hasil produk, meningkatkan kemampuan SDM, dan proses bisnis yang lebih stabil” klaim Darkono.
Berikutnya, Sherlina Kawilarang, CEO PT. Excellence Qualities Yarn menjelaskan, perusahaan yang dipimpinnya mulai menerapkan industri 4.0 ketika membeli mesin dengan kualitas yang mendukung teknologi tersebut pada 2013. Perusahaannya bertekad menyelaraskan tiga faktor penting yang mendukung keberhasilan penerapannya, yaitu teknologi permesinan, teknologi fiber/visual, serta sumber daya manusia (SDM). “Salah satunya dengan mengembangkan kemampuan SDM melalui training dasar-dasar teknologi industri 4.0,” ungkapnya.
Baca: Kemenperin Beri Apresiasi Industri yang Sukses Terapkan Industri 4.0














