ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Riset: Transaksi Pembayaran Real-Time Global Melonjak 41% di 2020

Fauzi
8 April 2021 | 17:00
rubrik: Research
Riset: Transaksi Pembayaran Real-Time Global Melonjak 41% di 2020
Share on FacebookShare on Twitter

Sebuah laporan terbaru yang dikeluarkan oleh ACI Worldwide dan GlobalData mengungkap bahwa lebih dari 70,3 miliar transaksi pembayaran real-time telah diproses secara global pada 2020, melonjak 41% dibandingkan tahun sebelumnya, ketika pandemi COVID-19 secara dramatis telah mengakselerasi tren pergeseran dari transaksi tunai maupun cek menuju pembayaran digital dan real-time.

Laporan bertajuk ‘Prime-Time for Real-Time’ yang memasuki tahun kedua diluncurkan pertama kali pada 2020, menganalisa dan memperkirakan volume pembayaran real-time, akun-per-akun, di dunia, khususnya di 48 pasar global. Laporan ini memproyeksikan Laju Pertumbuhan Rata-Rata Tahunan atau Compound Annual Growth Rate (CAGR) untuk pembayaran real-time akan mencapai 23,6% dari 2020 hingga 2025.

Indonesia berada pada tahap pengembangan dalam peluncuran sistem-sistem pembayaran real-time. Negeri ini memiliki semua keunggulan untuk menjadi negara yang mengadopsi pembayaran real-time yang sangat besar. Bank Indonesia (BI) berencana merilis sistem IP (Pembayaran Real Time) yang disebut BI-FAST, sebagai bagian dari Visi Sistem Pembayaran Indonesia (SPI) 2025. BI-FAST akan menjadi infrastruktur transfer antarbank yang lebih cepat dan segala pembayaran menggunakan kartu.

Ketika pandemi terus mendorong perubahan perilaku konsumen dan dunia bisnis, merchant dan para perantaranya di seluruh ekosistem pembayaran merespons dengan cepat. Mereka memprioritaskan peralihan ke digital untuk melindungi kelancaran aliran pendapatan (revenue) saat ini dan mencari sumber pendapatan baru melalui pengalaman pengguna yang sepenuhnya digital.

“Pandemi telah menegaskan pentingnya pembayaran digital dan infrastruktur pembayaran yang kuat, sehingga memadatkan inovasi satu dekade menjadi hanya satu tahun saja dan menciptakan perubahan perilaku manusia yang tidak akan kembali lagi seperti dulu, saat nanti kita lepas dari krisis ini,” ujar Jeremy Wilmot, chief product officer di ACI Worldwide. “Negara-negara yang mempunyai infrastruktur pembayaran digital yang kuat telah mengatasi dampak ekonomi dari pandemi ini dengan lebih baik dibanding mereka yang tidak. Pembayaran real-time telah memungkinkan pemerintah, bekerjasama dengan institusi-institusi keuangan, untuk mengakselerasi pencairan dan pembayaran stimulus ekonomi yang dibutuhkan oleh warganya. Mereka juga memberikan likuiditas real-time ke perusahaan-perusahaan yang harus beradaptasi dengan disrupsi pada rantai pasokan.”

BACA JUGA:  Ini 8 Tren Teknologi Perlu Diperhatikan di 2023 Versi Kyndryl

“Pembayaran real-time masih berada pada fase awal di seluruh dunia, dan sebagian besar masih digunakan untuk pembayaran P2P di banyak negara,” kata Samuel Murrant, Lead Analyst, Payments, GlobalData. “Walau begitu, pandemi ini telah memberikan peluang untuk mengakselerasi pertumbuhan instrumen-instrumen tersebut. Ketika konsumen terbiasa dengan kecepatan penyelesaian pembayaran P2P secara real-time, mereka secara alami akan beralih menggunakannya untuk e-commerce, oleh karena pembayaran online menggunakan kartu masih terbilang lebih lambat dan kurang nyaman. Dari sana, ada potensi untuk merambah pembayaran di toko juga, begitu nanti cukup banyak konsumen yang mengenali merek-merek pembayaran real-time dan basis penggunanya cukup tinggi untuk menghasilkan value yang memadai bagi merchant.”

Berikut ringkasan temuan-temuan penting:

Pertumbuhan pembayaran real-time secara global:

  • Jumlah total transaksi real-time pada 2020 adalah 70,3 miliar, naik 41% dari 50,0 miliar pada 2019
  • Persentase untuk transaksi elektronik global pada 2020 adalah 9,8%, naik dari 7,6% pada 2019; diprediksi menjadi 17,4% pada 2025
  • Value untuk transaksi real-time naik 32,8% dari 2019, naik dari US$69 triliun menjadi US$92 triliun; ekspektasinya CAGR akan mencapai 12% pada 2025

Top 10 negara-negara di dunia dengan pertumbuhan transaksi real-time pada 2020:

  • India berada di puncak dengan 25,5 miliar transaksi pembayaran real-time, diikuti oleh China dengan 15,7 miliar transaksi; Korea Selatan di urutan ketiga dengan 6 miliar, Thailand di posisi keempat dengan 5,2 miliar transaksi dan Inggris di tempat kelima dengan 2,8 miliar transaksi
  • Nigeria menyusul di tempat keenam dengan 1,9 miliar transaksi, Jepang di urutan ketujuh dengan 1,7 miliar transaksi
  • Brazil berhasil masuk ke top 10 dan berada di urutan kedelapan setelah meluncurkan PIX, dengan 1,3 miliar transaksi yang mendorong peningkatan 58% YoY dari 2019 ke 2020. Diperkirakan, negara ini akan naik lebih tinggi pada tahun depan dengan prediksi pertumbuhan CAGR mencapai 25,3% dalam 5 tahun
  • Amerika Serikat berada di urutan kesembilan dengan 1,2 miliar transaksi dan Meksiko berada di urutan kesepuluh dengan 942 juta transaksi.
BACA JUGA:  Adopsi AI Berperan Menyelesaikan Masalah Teknologi dengan Minim Isu

Negara-negara dengan pertumbuhan pembayaran real-time tercepat:

  • Di urutan teratas adalah Kroasia dengan CAGR diperkirakan 374,4% antara 2020 dan 2025, diikuti oleh Kolombia (112,7%), Malaysia (83,9%), Peru (74,4%) dan Finlandia (71,4%)
  • Kawasan dengan pertumbuhan tertinggi (CAGR 2020-2025) diprediksi adalah Amerika Utara (36,5%), sebab Kanada dan Amerika Serikat telah memodernisasi dan mendorong sistem pembayaran real-time terbaru mereka (RTR dan FedNow)

Pengadopsian mobile wallet secara global:

  • Pengadopsian mobile wallet meningkat dengan rekor tertinggi dalam sejarah, yaitu 46%, pada 2020, naik dari 40,6% pada 2019 dan 18,9% pada 2018
  • Total transaksi mobile wallet mencapai 102,7 miliar pada 2020 dan diperkirakan akan mencapai 2.582,8 miliar pada 2025

Penipuan pembayaran:

  • Secara global, insiden penipuan yang berkaitan dengan penggunaan kartu masih yang tertinggi dilaporkan oleh konsumen, namun insiden penipuan yang berkaitan dengan pembayaran real-time juga meningkat dari 2019 ke 2020 sebab para penipu kini menargetkan channel-channel pembayaran baru
  • Scam yang terjadi pada pembayaran real-time juga meningkat, termasuk: confidence trick (dari 12,5% meningkat jadi 13,7%), pencurian identitas (dari 6% naik menjadi 11,6%) dan peretasan akun digital wallet (dari 4,4% naik menjadi 6,2%). (Fauzi)

Previous Post

Kemenperin Dorong Peningkatan Kolaborasi IKM dan Startup Teknologi

Next Post

Xiaomi Tebar Promo di Ajang Mi Fan Festival 2021

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

TOP Digital Awards 2026: BPOM Bangun Ekosistem Digital Terpadu, Perkuat Pengawasan dari Hulu ke Hilir

TOP Digital Awards 2026: BPOM Bangun Ekosistem Digital Terpadu, Perkuat Pengawasan dari Hulu ke Hilir

Albarsah
2 November 2026 | 13:28

TOP Digital Awards 2026: Transformasi Digital Pemkab Banyuwangi Berdampak Langsung Bagi Masyarakat

TOP Digital Awards 2026: Transformasi Digital Pemkab Banyuwangi Berdampak Langsung Bagi Masyarakat

Fauzi
30 October 2026 | 22:28

TOP Digital Awards 2026: Pupuk Iskandar Muda Pacu Transformasi Digital, Dua Aplikasi Unggulan DELTA dan CORSA Tingkatkan Efisiensi

TOP Digital Awards 2026: Pupuk Iskandar Muda Pacu Transformasi Digital, Dua Aplikasi Unggulan DELTA dan CORSA Tingkatkan Efisiensi

Ahmad Churi
30 October 2026 | 16:49

TOP Digital Awards 2026: Madiun Go AI, Strategi Pemkot Madiun Percepat Transformasi Layanan Publik

TOP Digital Awards 2026: Madiun Go AI, Strategi Pemkot Madiun Percepat Transformasi Layanan Publik

Ahmad Churi
30 October 2026 | 15:37

pengadilan-agama-tuban-transformasi-digital-ai-top-digital-awards-2026

TOP Digital Awards 2026: Pengadilan Agama Tuban Perkuat Layanan Digital Berbasis AI

Teguh Imam Suyudi
29 October 2026 | 08:00

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • TECNO Luncurkan MEGABOOK K15S, Laptop Ryzen 5  Bidik Produktivitas Modern

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • TOP Digital Awards 2026: Pupuk Iskandar Muda Pacu Transformasi Digital, Dua Aplikasi Unggulan DELTA dan CORSA Tingkatkan Efisiensi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • TOP Digital Awards 2026: BPOM Bangun Ekosistem Digital Terpadu, Perkuat Pengawasan dari Hulu ke Hilir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Optimisme Industri Kendaraan Listrik Menguat, PEVS 2026 Catat 35.257 Pengunjung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni

ICT PROFILE

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Fauzi
23 June 2026 | 14:43

Google Cloud menunjuk Karim Siregar sebagai Country Director untuk Indonesia. Karim akan memimpin operasional dan strategi pasar Google Cloud di...

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

EXPERT

Survei: 80% Perusahaan Nyatakan AI Masih Terhambat oleh Tantangan Akses Data

Agen AI Menguji Asumsi Keamanan Perusahaan

Fauzi
2 October 2026 | 15:36

Oleh: Carolyn Duby, Field CTO dan Cybersecurity Lead, Cloudera ItWorks.id - Pembahasan keamanan siber seputar AI sering kali berpusat pada...

Adopsi AI Makin Tinggi, Keamanan Siber Harus Diperkuat

Adopsi AI Makin Tinggi, Keamanan Siber Harus Diperkuat

Ahmad Churi
24 September 2026 | 16:30

Oleh: Sheila S. Fauzi Regional Marketing Manager, Concentrix. Dewasa ini perkembangan penggunaan atau adopsi teknologi kecerdasan artifisial (AI) di Indonesia...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto