ItWorks- Saat ini umat Islam di dunia akan menyambut bulan Ramadan, termasuk Indonesia. Situasi pandemi Covis -19 diperkirakan masih akan mengubah tradisi kumpul keluarga tahunan, serta kebiasaan berbelanja di Hari Raya mendatang dengan mengandalkan system online. Waspada ancaman serangan penhat siber di saat seperti ini juga meningkat.
Hampir seperti tahun lalu, Ramadhan dan Hari Raya 2021, masih akan banyak bergeser ke ranah online. Mulai melakukan reuni melalui platform video dan aplikasi perpesanan, hingga berbelanja melalui situs e-commerce. Apalagi kemajuan teknologi saat ini memungkinkan situasi sulit pandemi dapat disiasti dengan penggunaan teknologi digitalini. Namun demikian, para pelaku kejahatan siber juga turut mengintai para pengguna dimana pun mereka berada untuk melancarkan serangan.
Perusahaan keamanan siber global, Kaspersky, hari ini (12/04) membagikan wawasan terbaru dan tips mendasar yang memungkinkan masyarakat Indonesia melakhukan aktivitas online dan merayakan Hari Raya dengan aman, meskipun secara virtual.
“Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri adalah momen perayaan terpenting dan paling besar di Indonesia. Dengan teknologi yang sekarang kita miliki di genggaman tangan, kami yakin, ini dapat memungkinkan keluarga khususnya di Indonesia untuk bersatu kembali dan saling berbagi berkah walaupun di tengah masa pandemi. Masyarakat Indonesia secara umum jelas merangkul dan mengadaptasi teknologi dengan baik, terlihat dari penggunaan e-wallet yang semakin populer di Indonesia dan banyak penggunanya didominasi oleh generasi muda yang kami percaya adalah generasi melek teknologi yang menyadari pentingnya keamanan data.” kata Chris Connell, Managing Director untuk Asia Pasifik di Kaspersky dalam siaran persnya (12/04) yang diterima redaksi.
Disebutkan, tinjauan statistik terbaru Mobile Malware Kaspersky tahun 2020 menunjukkan bahwa sebanyak 378.973 upaya malware seluler terdeteksi di Indonesia tahun lalu. Ini merupakan penurunan sebanyak 31,89% dari 556.486 deteksi pada periode yang sama di tahun 2019.
Meski mengalami penurunan, statistik Indonesia masih menjadi yang tertinggi di Asia Tenggara. Negara ini juga berada di posisi ke-4 secara global dalam hal deteksi mobile malware.
Landskap Mobile malware Tahun 2020 dan Asia Tenggara
| Negara | 2020 | Peringkat Global terkait deteksi | 2019 | Peringkat Global terkait deteksi |
| Indonesia | 378,973 | 4 | 556,486 | 4 |
| Malaysia | 103,573 | 17 | 145,047 | 19 |
| Filipina | 55,622 | 30 | 110,130 | 23 |
| Singapura | 8,776 | 86 | 16,303 | 79 |
| Thailand | 28,861 | 44 | 44,814 | 44 |
| Vietnam | 29,399 | 43 | 40,041 | 51 |
Negara-negara yang mencatat jumlah paling banyak dari ancaman mobile malware pada tahun 2020 secara global adalah Rusia, Ukraina, dan India. Untuk mobile malware yang paling umum terdeteksi di Indonesia adalah Trojan, Trojan-Downloader, Trojan-Dropper, Trojan-SMS, dan HackTool. Umumnya 99,9% ancaman diciptakan untuk Android, dan kurang dari 0,1% untuk iOS di seluruh dunia.
Tren lain yang juga menjadi sorotan adalah bahwa ponsel cerdas hampir selalu menjadi perangkat yang digunakan untuk transaksi keuangan, dari e-wallet hingga mobile banking dan berbelanja online. “ Berdasarkan data, kami melihat bahwa pelaku kejahatan siber secara aktif mencoba menginfeksi perangkat para pengguna di Indonesia, untuk mencuri data maupun uang mereka. Kabar baiknya adalah kita dapat menikmati hari besar ini secara virtual selama kita selalu waspada terhadap situs web yang dikunjungi, tautan yang kita klik, pesan yang kita teruskan, dan yang paling penting jika kita memiliki solusi keamanan dasar yang terpasang di perangkat pribadi,” tambah Connell.
Kaspersky juga berbagi beberapa tips dan rekomendasi bagi pengguna untuk mengamankan ponselnya dan melakukan transaksi online dengan aman dan nyaman dalam menyambut hari besar:
• Pastikan ponsel cerdas Anda memiliki OS yang diperbarui
• Pertimbangkan untuk memiliki aplikasi keamanan siber yang andal untuk diinstal di ponsel cerdas Anda.
• Verifikasi situs atau aplikasi yang akan Anda gunakan – periksa apakah itu sah dan dilengkapi dengan enkripsi yang kuat
• Selalu gunakan kata sandi yang kuat dan unik
• Menerapkan otentikasi dua faktor
• Unduh e-wallet atau aplikasi pembayaran dari toko resmi
• Selalu tingkatkan kewaspadaan setiap kali melakukan transaksi online














