Tokopedia bersama Migrant Care berkolaborasi menyelenggarakan program pemberdayaan usaha kecil dan menengah (UKM) perempuan purna migran dalam rangka membantu menciptakan peluang dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mendorong pemulihan ekonomi dampak pandemi COVID-19.
Program tersebut menggaet 237 perempuan purna migran pelaku UKM yang tersebar di empat wilayah, yakni 72 orang di tiga desa di Kabupaten Wonosobo, 85 orang di empat di di Banyuwangi, 60 orang di dua desa di Jember, dan 20 orang di satu desa di Indramayu.
Sebanyak 237 perempuan purna migran tersebut merupakan anggota komunitas Desa Peduli Buruh Migran (Desbumi). Adapun seleksi dilakukan melalui proses asesmen oleh pihak Migrant Care.
Kolaborasi Tokopedia dan Migrant Care ini akan menyediakan fasilitas produksi sekaligus memberikan serangkaian proses pelatihan kepada para perempuan purna migran tersebut.
“Kerja sama Tokopedia dengan Migrant Care untuk memberikan edukasi kepada perempuan migran menciptakan peluang melalui program berkembang bersama Tokopedia ‘Recover Together, Empower for Better’,” ujar Astri Wahyuni, Direktur Kebijakan Publik dan Hubungan Pemerintah Tokopedia dalam acara peluncuran secara virtual, 19/04/2021.
Ia menambahkan, “Program ini antara lain menjadi salah satu fokus Tokopedia terutama dibidang pemberdayaan perempuan. Kami fokus untuk mengembangkan kapasitas masyarakat terutama di kegiatan ekonomi produktif.”
“Ada dua pilar besar yang menjadi fokus pada program ini. Pertama, membangun pusat pengembangan komunitas dengan tujuan meningkatkan daya saing dan mendukung pemulihan UMKM lokal di berbagai komunitas desbumi bekerjasama dengan Migrant Care,” jelas Astri.
“Kedua, mendorong aktivitas produksi skala mikro. Kelompok perempuan purna migran ini akan difokuskan untuk melakukan produksi di sektor kuliner atau makanan ringan, tekstil, dan kerajinan tangan.”
“Tokopedia sendiri juga melihat bahwa fokus inovasi dalam memberdayakan kelompok masyarakat termasuk perempuan dapat dilakukan melalui teknologi. Jadi melalui ekosistem Tokopedia di mana kami memiliki kolaborasi dengan 50 mitra pembayaran, 12 mitra logistik, serta kolaborasi dengan pemerintah pusat dan daerah, kami harapkan ini dapat mendorong teman-teman perempuan untuk terus berusaha,” kata Astri.
Ia juga menegaskan kegiatan tersebut tetap menerapkan protokol kesehatan ketat sesuai arahan pemerintah.
Baca: Tokopedia Dukung Pasar Tradisional di Jabar Go Digital
Wahyu Susilo, Direktur Eksekutif Migrant Care menjelaskan tujuan dari kolaborasi ini agar para perempuan purna migran dapat mengembangkan kreatifitas mereka melalui berbagai pelatihan, mulai dari peningkatan kualitas produk hingga kemampuan literasi digital.
“Melalui program ini, kami mengharapkan para perempuan purna migran dapat semakin menguatkan serta mengembangkan perekonomian di tingkat desa.”
Menurutnya, ketika bisa mengembangkan ekonomi purna migran, bahkan juga bisa mengelola remitansi, desa akan menjadi semakin kuat dan kita juga tidak ingin teman-teman nekat bekerja ke luar negeri melalui jalur-jalur yang tidak berdokumen.
Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Teten Masduki mengapresiasi kolaborasi yang dilakukan Tokopedia bersama Migrant Care tersebut. “Saya berharap UKM perempuan purna migran ke depan menjadi duta bangga buatan Indonesia.”
Baca: Sambut Ramadhan, Gojek dan Tokopedia Kerjasama Dukung Pelanggan














