PT Visi Telekomunikasi Infrastruktur Tbk (VTI) akan menambah 100 site atau tower telekomunikasi di tahun 2021 ini. Dalam paparan Public Expose secara virtual, 04/06/2021, Alexandra Yota Dinarwanti, Direktur PT Visi Telekomunikasi Infrastruktur mengatakan tahun ini perseroan berencana menambah site terutama pembangunan site di Alfa Group.
“Kami masih terus menjalin kerjasama dengan Alfamart untuk menggunakan lahannya untuk membangun infrastruktur perusahaan.”
“Langkah itu juga sejalan dengan implementasi teknologi 5G di Indonesia yang dapat menguntungkan perusahaan. 5G tentunya akan sangat menguntungkan karena saat ini kami akan membangun di lahan-lahan Alfa Group dimana lahan tersebut memiliki populasi yang cukup tinggi sehingga traffic-nya sangat berpengaruh,” ungkapnya.
Ia menambahkan, untuk tahun lalu perusahaan telah berhasil menambah 37 tenant. Dengan target penambahan 100 menara di tahun ini, pihaknya proyeksikan akan ada penambahan sekitar 70 tenant di 2021.
Mengutip data VTI, sepanjang tahun 2020 perusahaan ini memiliki jumlah tower sebanyak 350 menara dengan total tenant sebanyak 380.
PT Hutchinson 3 Indonesia masih jadi klien terbesar dengan komposisi 48 persen, PT XL Axiata Tbk dengan komposisi 29 persen, Indosat Ooredoo sekitar 8 persen dan PT Telekomunikasi Seluler sekitar 7 persen.
Saat ini, aksi korporasi VTI lainnya menata beberapa strategi bisnis seperti melakukan tekanan pada tarif sewa menara dengan meningkatkan tenancy ratio, efisiensi pada belanja modal atau capex dan opex. Serta meningkatkan kinerja operasional agar dapat memberikan layanan yang lebih baik terutama dalam hal kualitas dan ketepatan waktu pembangunan.
Berdasarkan laporan keuangan tahun 2020 , VTI meraih pendapatan sebesar Rp 39,8 miliar. Jumlah itu meningkat dibandingkan tahun 2019 yang hanya Rp 36 miliar. Kenaikan tersebut lantaran adanya kenaikan jumlah penyewa yang mencapai 380 tenant di tahun 2020.














