Jakarta, ItWorks-– Badan Siber dan Sandi Negara Republik Indonesia (BSSN RI) bersama Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) resmi melaunching LAPAN-CSIRT pada (13/07) secara virtual. LAPAN-CSIRT merupakan tim khusus untuk tanggap insiden keamanan siber, terutama di lingkungan LAPAN.
Deputi Bidang Operasi Keamanan Siber dan Sandi BSSN, Yoseph Puguh Eko Setiawan mengatakan, bahwa Kepala BSSN, sangat mendukung dan mengapresiasi eksistensi Tim Tanggap Insiden Siber atau Computer Security Incident Response Team (CSIRT) Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional, dengan nama LAPAN-CSIRT ini.
“Karena seiring dengan kemajuan di bidang teknologi informasi dan komunikasi (TIK), keamanan siber menjadi isu strategis di berbagai negara, termasuk Indonesia. Ranah siber saat ini mengalami perubahan begitu besar yang banyak memberikan peluang bagi pengguna ruang siber,” ujar Yoseph mewakili Kepala BSSN dilansir dilansir dalam siaran pers Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat – BSSN.
Yoseph menjelaskan berdasarkan hasil monitoring BSSN, tercatat telah terdapat 621,17 juta anomali trafik atau serangan siber pada Januari-Juni 2021, dengan kategori anomali terbanyak yaitu malware, trojan activity, dan information leak (kebocoran informasi).
Adapun sebaran sektor terbanyak yang mengalami kasus kebocoran data akibat malware pencuri informasi, adalah sektor pemerintah, keuangan, penegakan hukum, telekomunikasi, dan transportasi. Oleh sebab itu, menghadapi serangan yang berada di ruang siber tersebut, negara hadir melalui Badan Siber dan Sandi Negara yang berperan aktif dalam upaya meningkatkan keamanan siber di Indonesia.
“Saat ini BSSN tengah membangun kekuatan siber, salah satunya dengan membentuk Computer Security Incident Response Team (CSIRT) sebagai salah satu pelaksana keamanan siber di Indonesia. CSIRT merupakan organisasi atau tim yang bertanggung jawab untuk menerima, meninjau, dan menanggapi laporan dan aktivitas insiden keamanan siber,” pungkas Yoseph.
Pembentukan CSIRT ini sejalan dengan salah satu program prioritas Presiden selama masa jabatan 2019-2024, yaitu pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM), khususnya SDM di bidang keamanan siber. “LAPAN-CSIRT sejatinya sudah mulai diinisiasi melalui program asistensi disertai dengan penilaian Tingkat Maturitas Penanganan Insiden Siber sejak tahun 2018,” kata Yoseph.
Dalam kesempatan itu, Kepala Lembaga Penerbangan Dan Antariksa Nasional, Thomas Djamaluddin menyampaikan bahwa seiring proses pengintegrasian informasi yang memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk mengaksesnya, juga membawa resiko tersendiri, yaitu adanya potensi kebocoran data.
“Apalagi data yang LAPAN tangani sangat berkaitan dengan informasi strategis nasional seperti data penginderaan jauh, data riset dan data pengembangan teknologi. Untuk itulah keberedaan CSIRT LAPAN ini menjadi sangat penting yang dengan kegiatan ini juga secara resmi telah menjadi bagian dari tim nasional untuk semakin memperkuat pengamanan data,” kata Thomas.
Peluncuran LAPAN-CSIRT ini merupakan salah satu bentuk upaya pemerintah untuk mendukung keamanan informasi di Indonesia. Dalam pembentukannya, LAPAN-CSIRT mengemban misi melakukan koordinasi, pencegahan, dan mitigasi keamanan informasi di internal LAPAN serta koordinasi dengan entitas publik, swasta, dan lembaga insiden baik di Indonesia maupun di dunia Internasional.
Pada akhir acara, dilakukan penyerahan surat tanda registrasi CSIRT diserahkan secara virtual oleh Deputi Bidang Keamanan Siber dan Sandi Pemerintahan dan Pembangunan manusia BSSN, Akhmad Toha kepada Kepala LAPAN Thomas Djamaluddin. (AC)














