Mengutip keterangan resminya pada Selasa (27/7/2021), Bukalapak menyatakan memulai masa penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia.
IPO itu dilakukan dengan menawarkan 25,76 miliar lembar saham pada harga penawaran Rp 850 per lembar saham. Dengan harga IPO tersebut, diperkirakan Bukalapak akan mendapat dana sekitar Rp 21,9 triliun.
Sekitar 66% dana hasil IPO akan digunakan sebagai modal kerja.
Sisanya, akan dimanfaatkan untuk modal kerja sejumlah anak usaha Bukalapak yaitu sekitar 15% untuk PT Buka Mitra Indonesia; sekitar 15% untuk PT Buka Usaha Indonesia; dan masing-masing 1% akan dialokasikan untuk Buka Investasi Bersama, Buka Pengadaan Indonesia, Bukalapak Pte Ltd, dan Five Jack.
Di BEI, Bukalapak akan menggunakan kode saham BUKA.
PT Mandiri Sekuritas dan PT Buana Capital Sekuritas bertindak sebagai Penjamin Pelaksana Emisi Efek. Sebagai Penjamin Emisi Efek yaitu PT UBS Sekuritas Indonesia dan PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia.
Melalui IPO ini, Bukalapak mengumumkan transformasi dari e-commerce menjadi all-commerce, melibatkan ekosistem dagang baik secara luar jaringan (offline) maupun dalam jaringan (online).














