Bukalapak, perusahaan teknologi Indonesia, pada Jumát, 09/07/2021 menggelar penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO). Bukalapak jadi perusahaan rintisan unicorn Indonesia pertama yang melakukan IPO.
Bukalapak menunjuk PT Mandiri Sekuritas dan PT Buana Capital Sekuritas sebagai Penjamin Pelaksana Emisi Efek. Sebagai Penjamin Emisi Efek yaitu PT UBS Sekuritas Indonesia dan PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia.
Melalui IPO ini, Bukalapak mengumumkan transformasi dari e-commerce menjadi all-commerce, melibatkan ekosistem dagang baik secara luar jaringan (offline) maupun dalam jaringan (online).
“Dengan ‘go public’ kami ingin lebih banyak masyarakat yang ikut mengawasi Bukalapak supaya bisa menjadi perusahaan yang profesional, tumbuh dengan baik,” jelas Rachmat Kaimuddin, Presiden Direktur Bukalapak saat jumpa pers virtual.
Ia menyatakan setelah IPO, pengguna di berbagai tempat, baik di kota maupun desa, bisa mendapatkan akses ke layanan jual-beli yang sama.
Saat ini, Bukalapak fokus untuk listing di Bursa Efek Indonesia. Ke depan, perusahaan juga berencana melakukan penawaran saham perdana di luar negeri dan mulai mengadakan pertemuan dengan calon investor asing.
Baca: Mitra Bukalapak Buka Peluang Warteg Tambah Penghasilan














