Blibli memilih SAP sebagai partner penyedia solusi SAP Commerce Cloud yang akan memungkinkan Blibli menjadi penyedia layanan B2B terdepan di Indonesia.
Untuk meraih potensi yang ada, Blibli memilih solusi SAP Commerce Cloud untuk menciptakan diferensiasi dan nilai tambah di pasar. Lewat sebuah platform yang dapat memberikan dan menggambarkan Customer’s Journey & Data Analytic yang sesuai tersebut, Blibli dapat terus berinovasi. Inovasi produk (barang maupun tampilan feature) kini lebih berorientasi kepada kebutuhan pasar, dan bisa dibilang berhasil hanya jika bisa mendukung kinerja operasional perusahaan baik dalam hal efisiensi biaya dan perluasan pasar.
Dalam keterangan yang diterima Redaksi IT Works, 07/09/2021, Andreas Diantoro, Managing Director SAP Indonesiamengemukakan bahwa SAP sangat bangga untuk dapat membantu Blibli dalam proses ekspansi ke B2B.
“Dengan kemudahan yang ditawarkan oleh solusi SAP Commerce Cloud seperti; front office yang terintegrasi dengan back office, dengan arsitektur yang mendukung untuk headless commerce, micro services extension, dilengkapi dengan Disaster Recovery, monitoring tools dan autoscaling tanpa tambahan biaya, dan juga layanan platform upgrade yang sudah termasuk di dalamnya, diharapkan SAP dapat terus membantu Blibli untuk terus berinovasi sebagai sebuah intelligent enterprise dengan teknologi cloud terdepan,” kata Andreas.
Baca: Mulyawan Gani: “Solusi SAP Membantu Mengolah Data untuk Customer Experience yang Lebih Baik”
Solusi SAP Commerce Cloud membantu perusahaan dalam mempermudah seluruh proses jual beli online, baik untuk pelanggan perorangan ataupun korporat, di mana pelanggan dapat mempunyai pengalaman yang sama pada saat betransaksi online maupun offline. Salah satunya adalah lengkapnya informasi atas suatu produk di e-commerce/online channel, sehingga dapat mempermudah pelanggan untuk mengetahui detail suatu produk, di mana hal itu biasanya didapat dari tenaga penjual di toko pada saat bertransaksi offline. Hal ini dimungkinkan dengan SAP Commerce Cloud yang memiliki kemampuan Product Information Management yang lengkap.
Selain itu, dengan terintegrasinya e-commerce dengan aplikasi back office, akan membantu perusahaan untuk dapat memberikan kepuasan pelanggan dengan tersedianya informasi ketersediaan stok dan harga yang terkini, status pembayaran, hingga proses pengiriman yang tersedia secara transparan dan dapat diakses oleh pelanggan kapan saja, dan di mana saja. Untuk pelanggan korporat juga tersedia fitur untuk proses bulk order, replenishment order, permintaan penawaran termasuk proses approval atas permintaan penawaran yang diajukan pelanggan.
Baca: SAP Commerce Cloud Dukung Layanan B2B Blibli
Di era saat ini, di mana pentingnya personalisasi terhadap pelanggan, solusi SAP Commerce Cloud juga memiliki kemampuan untuk mengoptimasi storefronts menggunakan AI serta memanfaatkan data secara real-time sehingga dapat merespon perubahan sinyal pasar secara dinamis berdasarkan segmen ataupun perilaku setiap pelanggan. Dibanding harus melakukan merchandising secara manual, brand bisa menciptakan strategi merchandising secara dinamis yang lebih personalize, sehingga dapat membantu meningkatkan penjualan, conversion rates dan juga mengoptimalkan profit. Hal ini dapat diterapkan baik untuk pelanggan perorangan maupun pelanggan korporat. Brand bisa memiliki tampilan webstore yang berbeda untuk setiap pembeli berkat layanan kecerdasan terintegrasi berbasis AI ini.
Selain itu, dengan teknologi terbaru, SAP Commerce Cloud memiliki arsitektur yang mendukung Headless Commerce, di mana storefront/webstore perusahaan dapat menggunakan teknologi Spartacus sehingga dapat membantu mempercepat proses pengembangan ataupun deployment.
Dalam banyak kasus, kebanyakan data pelanggan, consent dan produk tersebar di berbagai sistem dan aplikasi, apalagi dengan banyaknya channel yang tersedia saat ini. Hal ini memaksa perusahaan untuk bekerja secara manual, inefisiensi, inkonsistensi dan informasi yang tidak akurat di berbagai rantai nilai.
Dengan solusi SAP Commerce Cloud yang terintegrasi dengan back office dan beberapa aplikasi lain, seperti payment service provider, logistic, dan aplikasi lainnya, maka akan dapat membantu perusahaan untuk bisa menyediakan single source of truth di area front office dan juga dapat memberikan informasi single view of customer terhadap brand, yang menjadi prasyarat untuk dapat memberikan layanan lebih baik ke pelanggan.
Kusumo Martanto, CEO Blibli mengungkapkan, selain memudahkan untuk inovasi produk, hal lain yang menjadi pertimbangan BliBli untuk berkolaborasi dengan SAP adalah kemampuan untuk membantu mempermudah proses integrasi bisnis dari pemasaran, transaksi perdagangan hingga layanan pelanggan. Disini, diperlukan B2B Platform yang dapat menciptakan portal pembelanjaan yang membantu mempermudah proses otorisasi yang kompleks, sehingga mampu menciptakan pengalaman pelanggan yang baik.
Kemudian kemampuan berinteraksi langsung dengan pelanggan secara efektif. B2B Platform harus dapat menciptakan interaksi web dengan cepat, bersifat personal sesuai kebutuhan pelanggan, dan mampu mengaktifkan multi-channel sebagai etalase pilihan. Lalu juga kemampuan untuk mempermudah proses integrasi bisnis dari pemasaran, transaksi perdagangan hingga layanan pelanggan. Disini, diperlukan B2B platform yang dapat membantu menciptakan portal pembelanjaan yang meniadakan proses otorisasi yang kompleks, sehingga mampu menciptakan pengalaman pelanggan yang baik.
Layanan mikro tanpa server, yang mendukung hadirnya Function as a Service (FaaS), pun semakin membantu Blibli memberi pengalaman berbelanja yang seamless. Semua manfaat SAP Cloud Computing, pada akhirnya, membantu Blibli untuk mewujudkan misinya untuk menghadirkan pengalaman berbelanja yang terbaik agar memberikan kepuasan bagi pelanggan, selaras dengan komitmen terhadap Customer Satisfaction First.
Baca: Berbagai Inovasi Baru SAP untuk Membantu Transformasi Proses Bisnis














