Jakarta, ItWorks- Dalam rangka memberikan wawasan, pengetahuan dan kemampuan kewaspadaan terhadap ancaman keamanan terhadap teknologi informasi yang digunakan (IT security awareness), IGNITE (PT PijarEdukasiTeknologi) – Member of Xynexis Group bersama Palo Alto Networks Indonesia menggelar rangkaian: Webinar IGNITE Cyber Security Month 2021.
Pelaksanaan Webinar IGNITE Cyber Security Month 2021 diselenggarakan selama lima minggu sejak dimulai pelaksanaannya dari tanggal 14 Oktober hingga 11 November 2021 yang digelar setiap hari Kamis. Rangkaian webinar mengangkat beberapa topik populer di bidang keamanan siber. Di antaranya meliputi Ransomware, Data Privacy, Security Operation Center (SOC), Digital Forensic, dan Security Awareness. Acara yang telah sukses diselenggarakan ini juga didukung oleh regulator seperti BSSN dan Kementerian Kominfo serta PT Xynexis International dan PT NOOSC Global.
Rangkaian webinar yang baru berakhir kemaren (11/11/2021), menghadirkan pembicara-pembicara ahli di bidangnya. Kegiatan ini selain bertujuan menambah wawasan yang lebih luas pada bidang keamanan siber, juga untuk membantu pemerintah dalam memberikan kesadaran akan keamanan siber bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia.
Menurut Irjen Pol Dono Indarto S.IK, M.H – Deputi Bidang Strategi dan Kebijakan Keamanan Siber dan Sandi, Badan Siber Sandi Negara (BSSN), di tengah meningkatnya transformasi digital di kalangan masyarakat, pengetahuan dan pemahanan akan keamanan siber saat ini sangatlah penting. Karena itu, melalui webinar ini diharapkan juga bisa meningkatkan IT Security awareness dan memahami bahwa di dalam ruang siber banyak celah ancaman yang nyata.
“BSSN saat ini sedang membangun Strategi Keamanan Siber Nasional (SKSN) dan semoga secepatnya akan disahkan oleh Presiden RI. Kami berharap acara ini dapat memberikan kesadaran akan pentingnya keamanan siber untuk kita semua,” ujar Dono Indarto (11/11), dalam acara penutupan webinar IGNITE Cyber Security Month 2021, di Jakarta.
Menurut Eva Noor -CEO PT Xynexis International, kegiatan webinar ini di dilatar belakangi adanya perubahan aktifitas manusia di era Pandemi yang serta merta dapat mempengaruhi landscape keamanan siber dan memaksa para pemangku kebijakan di perusahaan untuk beradaptasi dengan tantangan-tantangan baru. Karena itu isu-isu seperti Ransomware, Data Privacy, SOC, Digital Forensic dan Human Element sengaja diangkat menjadi topik bahasan pada webinar Cybersecurity Month 2021.
“Ignite (Member of Xynexis Group) Bersama Palo Alto Networks bekerjasama untuk menghadirkan ruang kolaborasi diskusi yang dinamakan Cyber Security Month 2021 ini. Semoga ini dapat menambah wawasan dan terus berjalan di tahun mendatang guma kepedulian kita mengantisipasi keamanan siber,” ucap Eva Noor.
Dalam pelaksanaan Webinar IGNITE Cyber Security Month 2021, Topik Ransomware dibahas dan dikupas pada event pembuka di minggu pertama. Ransomware merupakan salah satu jenis serangan siber yang dapat mengakibatkan kerugian finansial yang sangat besar. Puluhan hingga ratusan milyar rupiah adalah angka yang sering diminta oleh pelaku kejahatan sebagai tebusan untuk mengembalikan data yang mereka serang dengan menggunakan ransomware. Bahkan kerugian beberapa perusahaan dalam satu negara bisa mencapai angka triliunan. Oleh karena itu berbagai cara perlu dilakukan oleh setiap perusahaan atau instansi dalam melakukan pengamanan bagi aseti nformasi penting yang dimilikinya.
Di minggu kedua dihadirkan topik menarik untuk dibahas dalam dunia siber yaitu Data Privacy.Kebocoran data, khususnya data pribadi, akhir-akhir ini masih marak terjadi di perusahaan atau instansi baik besar maupun kecil, dan dari berbagai sektor, khususnya yang mengelola data pribadi pelanggan yang jadi sadaran dan menjadi target utama bagi para pelaku kejahatan siber. Individu personil pun ada yang menjadi target kejahatan. Umumnya kejahatan yang menyasar individu ini memantau akun-akun media sosial yang dimiliki individu tersebut dan mencari kelemahannya.
Pada minggu ketiga dan ke empat menyajikan topik yang tidak kalah penting untuk dibahas dalam dunia siber yaitu Security Operations Center (SOC) dan Digital Forensic. SOC merupakan unit yang sangat penting bagi suatu perusahaan atau instansi dalam melindungi aset penting yang dimiliki mereka terhadap ancaman siber. Unit SOC menyediakan pemantauan 24 jam untuk mengantisipasi ancaman dunia maya dan memiliki fungsi untuk mencegah, memantau, mendeteksi, menganalisis, dan menanggapi insiden keamanan siber. Dengan kemampuan fungsi-fungsi tersebut, diharapkan postur keamanan organisasi dapat meningkat dan terjaga.
Sementara pembahasan terkait Digital Forensic di minggu keempat,narasumber membahas bagaimana teknik para ahli dalam mengungkapkan kejahatan siber melalui pelacakan jejak para penjahat ini melalui sistem digital. Dengan pesatnya perkembangan dunia digital serta adanya pandemi Covid-19, menyebabkan mobilitas setiap individu menjadi terbatas, itu sebab dibutuhkan pengembangan aplikasi digital oleh instansi atau perusahaan agar memudahkan setiap individu beraktifitas tanpa harus pergi kesuatu tempat. Namun seiring dengan hal tersebut, pelaku kejahatan selalu berusaha mencari kelemahan dan berusaha menerobos kedalam sistem digital yang dikelola oleh perusahaan atau instansi ini.
Pada minggu kelima sebagai minggu penutup webinar IGNITE Cyber Security Month 2021, membahas topik tentang Security Awareness, Faktor Penting Manusia dalam Keamanan Siber, dimana para narasumber yang berkompeten dan ahli dibidangnya memberi pandangan dan paparan akan pentingnya sebuah awareness atau kepedulian dan kewaspadaan pada keamanan si ber bagi seluruh pihak di setiap perusahaan atau organisasi instansi.
Adi Rusli – Country Manager Palo Alto Networks (PANW) menyatakan antusiasme yang cukup luar biasa dari para peserta melihat jumlah total peserta mencapai 1300 dari event webinar cybersecurity month ini. “Penyedia solusi di bidang keamanan seperti Palo Alto Networks harus dapat melakukan sinergi dalam membangun kepekaan membangun resiliensi di bidang siber. Dalam acara ini kita bersama-sama membangun kemampuan di bidang keamanan siber, terkait hal ini kami dari PANW terus bekerjasama dalam membangun sisi keamanan dalam dunia siber. Semoga acara ini dapat memberikan dampak positif untuk kita semua,” ucap Adi Rusli dalam keterangan terulisnya.
Ditambahkan, perlunya sebuah awareness pada keamanan siber karena manusia seringkali dianggap lalai dan menjadi penyebab atau faktor lemah yang menjadi celah keamanan siber, sehingga dengan mudah diserang oleh pelaku kejahatan siber. “Masalah yang sering terjadi dan dialami semisal kehilangan data, tereksposnya informasi penting atau informasi pribadi, dan lain-lain,” pungkas Adi Rusli. (AC)














