ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Kaspersky Ungkap Adopsi SOC Di Indonesia

Fauzi
9 April 2026 | 11:55
rubrik: Digital
Kaspersky Ungkap Adopsi SOC Di Indonesia
Share on FacebookShare on Twitter

Lanskap keamanan siber di Indonesia mengalami peningkatan signifikan baik dalam kompleksitas maupun volume ancaman dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan data terbaru dari Kaspersky, 14.909.665 serangan berbasis web dan 39.718.903 ancaman pada perangkat terdeteksi dan diblokir tahun lalu di Indonesia. Selain itu, perusahaan keamanan siber dan privasi digital global ini juga mengungkapkan bahwa 20% perusahaan di Indonesia mengalami serangan rantai pasokan tahun lalu.

Seiring semakin banyak perusahaan yang berupaya memperkuat pertahanan mereka terhadap lanskap ancaman yang terus berubah, Kaspersky melaporkan pertumbuhan bisnis yang positif secara global, di Asia Pasifik (APAC), dan di Indonesia.

Kaspersky mencatatkan hasil penjualan positif yang tumbuh sebesar 4%* year-on-year (YoY) dan mendekati USD 836** juta pada tahun 2025. Ekspansi ini terutama didorong oleh pertumbuhan penjualan sebesar 16% YoY dari portofolio produk B2B perusahaan.

Di Asia Pasifik, pertumbuhan YoY secara keseluruhan sama dengan dinamika global yaitu +4% YoY. Penjualan bisnis Kaspersky di kawasan ini terus berkembang dengan pertumbuhan 12% YoY di segmen bisnis B2B dan pertumbuhan 22% YoY di segmen enterprise pada tahun 2025. Pertumbuhan segmen perusahaan non-endpoint menunjukkan peningkatan yang mengesankan sebesar 40% YoY di Asia Pasifik.

Tahun 2025 juga luar biasa bagi kawasan ini dalam hal pengembangan bisnis B2C, dengan jumlah pelanggan B2C baru menunjukkan dinamika tertinggi yang pernah ada dan meningkat sebesar 19%.

“Kaspersky telah mengembangkan teknologi dan layanan kelas dunianya selama hampir tiga dekade. Kami adalah pelopor dalam mengadopsi pembelajaran mesin dan kecerdasan buatan (AI) dalam keamanan siber sejak tahun 2004. Solusi dan layanan kami melindungi semua orang – mulai dari pengguna harian hingga konglomerat terbesar, bahkan sistem pemerintah yang paling tertutup, dan infrastruktur paling penting di suatu negara. Karena Asia Pasifik memimpin dunia dalam transformasi digital, penggunaan AI, dan adopsi cloud, hasil kuat kami yang konsisten di Asia Pasifik menunjukkan bahwa Kaspersky berada pada posisi strategis untuk mengamankan perluasan digital di kawasan ini,” komentar Adrian Hia, Managing Director untuk Asia Pasifik di Kaspersky.

BACA JUGA:  50 Juta Lebih Infeksi dari Drive yang Dapat Dilepas Sasar Pengguna Indonesia di 2023

Lebih lanjut, Indonesia, pasar prioritas bagi Kaspersky, mencatat kinerja bisnis yang juga positif dengan pertumbuhan penjualan 3% YoY. Segmen B2C perusahaan mencatat hasil yang sangat kuat dengan peningkatan sebesar 48% YoY.

“Tahun lalu, kami menunjuk Country Manager pertama kami di Indonesia, Defi Nofitra, sebagai tanda keseriusan kami dalam mengembangkan bisnis di Indonesia. Tahun 2025 merupakan awal yang baik baginya dan timnya yang semakin berkembang. Dengan semakin banyak orang yang bergabung dan kematangan keamanan siber Indonesia yang semakin maju, kami mengharapkan tahun lebih kuat untuk Negara ini ke depannya,” tambahnya.

Perkembangan SOC di Indonesia
Lanskap ancaman yang terus berkembang ini berdampak langsung pada organisasi, mulai dari gangguan operasional, pelanggaran data hingga kerugian finansial dan kerusakan reputasi. Munculnya ancaman yang semakin canggih—termasuk Ancaman Berkelanjutan Tingkat Lanjut (Advanced Persistent Threats/APT), serangan berbasis AI, dan eksploitasi seluler.

Dengan situasi ini, sistem organisasi menghadapi risiko serangan yang lebih tinggi dan membutuhkan pergeseran dari pendekatan keamanan reaktif ke strategi proaktif berbasis intelijen seperti membangun Pusat Operasi Keamanan (Security Operations Center/SOC).

SOC adalah unit organisasi khusus yang bertanggung jawab untuk pemantauan dan pengamanan infrastruktur TI perusahaan secara berkelanjutan. Misi intinya adalah untuk secara proaktif mendeteksi, menganalisis, dan menanggapi ancaman keamanan siber.

Menurut penelitian terbaru oleh Kaspersky, lebih dari setengah (58%) pemimpin dan pengambil keputusan TI di Indonesia percaya bahwa membangun SOC dapat meningkatkan tingkat keamanan siber mereka. Selain itu, 65% perusahaan di negara ini mengakui kemungkinan berencana untuk meningkatkan SOC dengan AI, dengan 53% mencatat bahwa peningkatan efektivitas deteksi ancaman adalah alasan utama untuk meningkatkan SOC dengan AI.

BACA JUGA:  Cara Blibli Menjaga “Seller”di Platformnya Patuhi HKI

Namun, membangun SOC, terutama dengan mengintegrasikannya dengan AI, memiliki tantangan tersendiri bagi organisasi di Indonesia. Studi Kaspersky menunjukkan beberapa tantangan tersebut meliputi 47% kekurangan data pelatihan berkualitas tinggi, 37% kekurangan spesialis AI yang berkualitas dalam tim internal, dan 29% kekurangan solusi yang sesuai di pasaran.

“Seiring dengan meningkatnya ancaman siber yang menargetkan perusahaan-perusahaan di Indonesia baik dari segi volume maupun kompleksitas, organisasi tidak dapat lagi mengandalkan sistem keamanan yang terfragmentasi. SOC terintegrasi, yang didukung oleh SIEM dan intelijen ancaman real-time, sangat penting untuk memungkinkan deteksi ancaman dini, respons insiden yang cepat, dan menjaga pertahanan bisnis yang berkelanjutan,” komentar Defi Nofitra, Country Manager untuk Indonesia di Kaspersky.

“Dengan implementasi SOC terintegrasi ini, Kaspersky menegaskan kembali komitmennya untuk memperkuat ketahanan siber Indonesia dan melindungi aset digital di tengah lanskap ancaman yang semakin dinamis,” tambah Defi.

Sebagai respons terhadap tantangan ini, Kaspersky telah membangun Pusat Operasi Keamanan (SOC) generasi berikutnya yang berevolusi dengan integrasi AI untuk memungkinkan deteksi, respons, dan otomatisasi. Implementasi SOC semakin diperkuat melalui integrasi dengan sistem Security Information and Event Management (SIEM) dan penggunaan intelijen ancaman secara real-time, yang memungkinkan korelasi data tingkat lanjut di berbagai sumber dan deteksi ancaman lebih akurat.

Selain itu, Kaspersky SOC meningkatkan visibilitas organisasi di seluruh lingkungan TI, mengurangi waktu rata-rata untuk mendeteksi (MTTD/ mean time to detect) dan waktu rata-rata untuk merespons (MTTR/ mean time to respond), serta mendukung kepatuhan terhadap persyaratan peraturan yang berlaku.

Tags: AICyber SecurityKasperskySOC
Previous Post

Akses Kredit Masih Timpang, Amar Bank Percepat Pembiayaan Digital UMKM

Next Post

Indosat Rilis Paket Data Akses Google Gemini untuk Pelanggan IM3 dan Tri

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

TOP Digital Awards 2026: Tingkatkan Kepercayaan Nasabah, Bank Bapas 69 Perkuat Digital Banking dan Humanis

TOP Digital Awards 2026: Tingkatkan Kepercayaan Nasabah, Bank Bapas 69 Perkuat Digital Banking dan Humanis

Albarsah
26 October 2026 | 14:44

TOP Digital Awards 2026: Digitalisasi RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah, Permudah Layanan dan Perkuat Daya Saing Medical Tourism

TOP Digital Awards 2026: Digitalisasi RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah, Permudah Layanan dan Perkuat Daya Saing Medical Tourism

Albarsah
23 October 2026 | 20:39

TOP Digital Awards 2026: WOM Finance Bangun Mesin Pertumbuhan Digital Organik, Pangkas Biaya Iklan 75%

TOP Digital Awards 2026: WOM Finance Bangun Mesin Pertumbuhan Digital Organik, Pangkas Biaya Iklan 75%

Busthomi
23 October 2026 | 10:44

TOP Digital Awards 2026: BSI Perkuat Strategi Digital Bank  Menuju Bank Syariah Global

TOP Digital Awards 2026: BSI Perkuat Strategi Digital Bank Menuju Bank Syariah Global

Ahmad Churi
22 October 2026 | 16:12

TOP Digital Awards 2026: Hadirkan CrediGO, Bank Wonogiri Pangkas Proses Kredit Hingga 30 Menit

TOP Digital Awards 2026: Hadirkan CrediGO, Bank Wonogiri Pangkas Proses Kredit Hingga 30 Menit

Mi’roji
22 October 2026 | 16:08

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rakernas ISAA 2026, Kemenhub Dorong Profesionalisme Layanan Keagenan Kapal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aplikasi Veeka, Bantu Pengguna Temukan Pasangan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • TOP Digital Awards 2026: WOM Finance Bangun Mesin Pertumbuhan Digital Organik, Pangkas Biaya Iklan 75%

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • BSSN Tegaskan Pentingnya Keamanan Siber untuk Lindungi Ekosistem Ekonomi Kreatif

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni

ICT PROFILE

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Fauzi
23 June 2026 | 14:43

Google Cloud menunjuk Karim Siregar sebagai Country Director untuk Indonesia. Karim akan memimpin operasional dan strategi pasar Google Cloud di...

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

EXPERT

Survei: 80% Perusahaan Nyatakan AI Masih Terhambat oleh Tantangan Akses Data

Agen AI Menguji Asumsi Keamanan Perusahaan

Fauzi
2 October 2026 | 15:36

Oleh: Carolyn Duby, Field CTO dan Cybersecurity Lead, Cloudera ItWorks.id - Pembahasan keamanan siber seputar AI sering kali berpusat pada...

Adopsi AI Makin Tinggi, Keamanan Siber Harus Diperkuat

Adopsi AI Makin Tinggi, Keamanan Siber Harus Diperkuat

Ahmad Churi
24 September 2026 | 16:30

Oleh: Sheila S. Fauzi Regional Marketing Manager, Concentrix. Dewasa ini perkembangan penggunaan atau adopsi teknologi kecerdasan artifisial (AI) di Indonesia...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto