“Information is the oil of 21st century, and analytics is the combustion engine,” kata Peter Sondergaard, SVP and Global Head of Research, Gartner Inc.
Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia menyelenggarakan One Day Workshop bertema “Fraud Prevention, Detection and Role of Data Science” bagi Jabatan Fungsional Auditor pada tanggal 12 Agustus 2021.
Workshop menghadirkan narasumber Esther Roseline, seorang pakar muda bidang anti fraud dan data science. Kegiatan ini diikuti 50 peserta yang terdiri dari para Inspektur Wilayah serta pejabat Fungsional Auditor Kementerian Luar Negeri jenjang Pertama Muda dan Madya.
Keterampilan dalam memanfaatkan big data perlu dikuasai banyak orang termasuk Aparatur Sipil Negara. Salah satunya bagi Jabatan Fungsional Auditor Kementerian Luar Negeri yang perlu memanfaatkan big data dalam menjalankan tugasnya untuk mengidentifikasi risiko dan menerapkan mitigasi risiko lebih dini demi melindungi Kemenlu dari ancaman fraud dan korupsi.
Itulah yang menjadi pertimbangan penyelenggaraan workshop tersebut, sebagaimana dikutip dari majalah What’s On In Pusdiklat edisi Agustus 2021 yang diterbitkan oleh Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia.
Dalam workshop yang digelar secara daring ini, kepada para peserta, Esther membagikan pengetahuan mengenai Fraud Prevention (memahami perilaku kriminal, program pencegahan fraud dan fraud risk management and assessment), Fraud Detection (proactive investigation, behavioural analysis dan identifikasi red flags), dan Studi kasus: Fraud Investigation and Implementation of Control, serta demonstrasi peran Data Science for Proactive Investigation: Basics of Big Data, Data Science, dan Algorithms.
Baca: KPK Luncurkan Aplikasi “JAGA Bansos”
Saat ini dan ke depan, data memainkan peran yang semakin signifikan bahkan menjadi critical resource bagi masyarakat modern. Pentingnya data tercermin dari sejumlah istilah yang disematkan kepadanya, seperti: “Data is the New Oil” kata Clive Humby, seorang ahli matematika asal Inggris, pada tahun 2006.
Mengutip berbagai sumber, pengertian big data secara sederhana adalah kumpulan proses yang terdiri dari volume data dalam jumlah besar, yang terstruktur dan tidak terstruktur, dan digunakan untuk membantu berbagai kegiatan seperti bisnis dan pemerintahan.
Sedangkan big data analytics adalah proses penggalian informasi yang berguna dengan menganalisis berbagai jenis kumpulan data yang berukuran besar. Big data analytics dapat digunakan untuk berbagai keperluan, seperti: menemukan pola tersembunyi, tren pasar, dan preferensi konsumen untuk kepentingan pengambilan keputusan suatu organisasi. Kini, perannya juga merambah jadi alat untuk mengeliminasi fraud dan korupsi. Jadi waspadalah!
















