Penulis: Fauzi
Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi (PPPTMGB) “LEMIGAS” mengakui peran penting teknologi informasi dalam mendukung tugas dan fungsinya. Efwizen Chaniago, Koordinator Afiliasi dan Informasi, PPPTMGB “LEMIGAS”, mengatakan selama perjalanan, pemanfaatan teknologi digital bagi PPPTMGB “LEMIGAS” sudah memberikan perkembangan maupun dukungan yang sangat berarti dalam pelaksanaan tugas dan fungsi.
“Kalau kami bisa ringkaskan ada tiga keuntungan yang telah kami ambil selama ini. Yang pertama, teknologi digital itu sendiri atau teknologi IT telah mampu membawa “LEMIGAS” itu untuk berintegrasi dengan berbagai instansi pemerintah dalam waktu yang singkat, lugas, dan kondusif. Yang kedua, sudah mampu mendorong pelaksanaan tugas dan fungsi secara efektif dan efisien. Yang ketiga, sudah mampu mendorong pimpinan dan segenap jajaran melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas dan fungsi itu sendiri,” papar Efwizen, saat sesi penjurian TOP Digital Awards 2021 yang digelar Majalah It Works secara virtual, (29/11/21).
Dalam paparannya Efwizen juga mengatakan bahwa PPPTMGB “LEMIGAS” di samping sebagai unit pelaksana teknis di bidang Litbangyasa Minyak dan Gas Bumi, juga telah ditetapkan oleh Kementerian Keuangan sebagai unit kerja atau instansi pemerintah yang menerapkan pola pengelolaan keuangan badan layanan umum. “Karena dari pelaksanaan tugas dan fungsi sudah mampu menghasilkan PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak) untuk membiayai sebagian kegiatan.
Di samping itu, karena LEMIGAS itu merupakan instansi pemerintah yang bersifat UPT (Unit Pelaksana Teknis), dan dalam pelaksanaan tugas dan fungsinya sendiri sudah berhasil menghasilkan PNBP. Jadi wajahnya PPPTMGB “LEMIGAS” itu adalah setengah BUMN,” kata Efwizen.
Jadi, lanjut Efwizen, peranan teknologi digital itu memang sangat-sangat menentukan lembaganya dalam mendorong pelaksanaan tugas dan fungsi itu sendiri. “Apalagi dengan pola penerapan pola pengelolaan keuangan badan layanan umum yang langsung berurusan dengan Kementerian Keuangan, itu memang membutuhkan keandalan teknologi digital untuk mendorong pelaksanaan tugas kami secara cepat dan akuntabel,” tandasnya.
Tingkatkan Maturity Level, Optimalkan Pengembangan IT
Sebelum membahas soal kebijakan terkait pengelolaan IT dan Maturity Level-nya, Alit dari PPPTMGB mengatakan bahwa visi PPPTMGB “LEMIGAS” secara keseluruhan, ditargetkan menjadi Lembaga Penelitian dan Pengembangan yang Unggul, Profesional, dan Bertaraf Internasional di bidang Minyak dan Gas Bumi.
Sementara misi yang diangkat adalah:
- Meningkatkan peran “LEMIGAS” untuk memberikan masukan bagi kebijakan pemerintah guna peningkatan iklim yang kondusif bagi industri migas;
- Meningkatkan Kualitas Pelayanan untuk memberikan penilaian tambahan bagi klien;
- Menciptakan produk unggulan dan mengembangkan produk andalan;
- Meningkatkan iklim kerja yang kondusif melalui sinergi, koordinasi, serta penerapan sistem manajemen secara konsisten.
Adapun yang berkaitan dengan ringkasan dan proses bisnis yang berhubungan dengan anggaran TI ada lima jasa layanan PPPTMGB “LEMIGAS”. “Yaitu uji laboratorium, aktivitas studi, aktivitas tenaga ahli, sewa peralatan, dan kalibrasi peralatan,” ungkap Alit.
Dari sisi kebijakan, disebutkan Alit bahwa dari tahun 2014 sampai saat ini, “LEMIGAS” telah membangun aplikasi yang terintegrasi, yang disebut sebagai jasa layanan terpadu, untuk mengakomodir kebijakan dan termasuk juga pelayanan terhadap pelanggan-pelanggannya.
Poin dari sisi kebijakan lainnya, yakni mengenai Modernisasi Pengelolaan Teknologi Informasi BLU yang terintergrasi, dan peningkatan fungsi IT dalam integrasi pelayanan keuangan. “Ini sampai tahun 2024, terakhir di tahun 2018 kita membantu bersama Pusdatin untuk meng-grand design tata kelola TIK,” tandasnya.
Lalu, bagaimana dengan IT Maturity Level dari PPPTMBG “LEMIGAS” sendiri? Seperti dipaparkan Alit, dalam hal tingkat kedewasaan proses IT-nya, “LEMIGAS” berada di level 4. ”Kita tetap improvement untuk ke level tertinggi untuk mengoptimalisasi pengembangan-pengembangan IT berdasarkan kebutuhan pelanggan ataupun stake holder, di sini khususnya industry migas,” harapnya.
Sementara dalam upaya membangun Digital Culture di perusahaan, “LEMIGAS” telah melakukan beberapa hal, seperti sosialisasi dalam pemanfaatan teknologi informasi, kemudian Workshop pemanfaatan IT, dan pembuatan SOP IT.
Solusi Bisnis Unggulan
Bila di awal sempat dikatakan mengenai keuntungan yang diraih “LEMIGAS” dari pemanfaatan teknologi digital, menarik kiranya untuk melihat apa saja aplikasi atau solusi bisnis yang telah dikembangkan dan diterapkan oleh lembaga ini.
Pertama, Aplikasi Jasa Layanan Terpadu (jlt.lemigas.esdm.go.id). ”Solusi bisnis yang sudah kami buat sampai saat ini. Ini dimulai sejak tahun 2014 bahwa sistem ini Aplikasi Jasa Layanan Terpadu (jlt.lemigas.esdm.go.id), mendukung administratif penerimaan jasa layanan hingga penerbitan in voicing ke pelanggan. Di mana fiturnya, integrasi dari beberapa aplikasi, baik keuangan, kegiatan jasa layanan dan lain-lain,” ungkap Alit.
Dikatakan Alit, manfaat dari integrasi itu sendiri mempermudah dalam hal pelayanan satu pintu khususnya juga jasa layanan, keuangan, absensi, jurnal dan perpustakaan (BSC, SAK, SIBOPTRI, OJS, SIMPENO, Digital Library).
“Di sini juga ada beberapa aplikasi yang nantinya akan kita rangkum dalam bentuk portal utama mungkin di website, ini masih terpisah, tapi nanti di blue print kami akan kita kondisikan menjadi satu kesatuan aplikasi yang memang sudah terintegrasi. Ending-nya terintegarasi dengan pihak Pusdatin di Kementerian ESDM,” ungkapnya.
Lalu, yang kedua ada juga aplikasi Virtual Account (pembayaran jasa layanan oleh pelanggan) yang merupakan solusi unggulan untuk eksternal. Dikatakan Alit, solusi bisnis unggulan ini telah ditingkatkan, khususnya terkait dengan in voicing. “Sejak tahun 2017 kita sudah membuat Virtual Account, di mana fitur ini adalah transaksi yang terdeteksi secara otomatis di mana manfaatnya mempermudah identifikasi penerimaan invoice dan pembayaran dari Pelanggan langsung secara realtime,” ungkap Alit.
Selain dua aplikasi di atas, LEMIGAS juga memiliki aplikasi unggulan yang dalam pengembangannya disebut base on request dari setiap pekerjaan-pekerjaan yang tiap tahun mungkin akan berubah. “Aplikasi yang kita kerja sama dengan SKK Migas tahun 2019- 2024 itu Swakelola di mana fiturnya adalah menentukan desain casing pada saat pemboran. Manfaatnya adalah monitoring dalam pemboran setiap KKKS di seluruh wilayah Indonesia,” jelas Alit.
Berikutnya ada aplikasi bernama DOME (Drilling Online Monitoring). Aplikasi yang hingga kini masih berjalan ini memiliki fitur melihat kondisi pemboran (kedalaman, volume flowing fluida, putaran mata bor, material, limbah dll.) secara otomatis. “Manfaatnya real time monitoring, kita secara real time akan melihat sampai sejauh mana kedalaman yang sedang kita buat,” ungkap Alit.
Dalam paparannya, juga diungkap mengenai solusi bisnis unggulan IoT Government Geothermal Drilling. Dikatakan Alit, ini adalah konseptual pada saat LEMIGAS melaksanakan pekerjaan Government Drilling ini. “Kita dapat penugasan dari Badan Geologi, ini kontrak swakelola sampai 2024. Manfaat ending-nya adalah real time monitoring aktivitas pemboran di lapangan. Saat ini juga sudah berjalan,” kata Alit.
Selain empat bisnis unggulan di atas, LEMIGAS juga memiliki salah satu aplikasi yang dikembangkan terkait masa pandemi. Dengan keterbatasan interaksi dengan pelanggan, LEMIGAS mengakomodasinya dengan solusi bisnis bernama Halo PPPTMGB LEMIGAS. “Di mana manfaatnya itu mempermudah komunikasi antara LEMIGAS dan pelanggan. Ini yang kita jalankan sampai saat ini,” tutup Alit.














