Reporter: Busthomi
Editor: Teguh IS.
Sejalan dengan visi-misinya, PT Bank Maspion Indonesia Tbk. (Bank Maspion) terus konsisten menjalankan proses digitalisasi. Terlebih lagi, bank milik pengusaha nasional Maspion Alim Markus ini, tengah berbenah menjadi bank digital.
Visi Bank Maspion adalah ‘Menjadi lembaga keuangan yang bertumbuh bersama nasabah dengan menyediakan solusi layanan perbankan berbasis teknologi dan memberikan nilai tambah kepada stakeholders.’
Dengan mengusung 4 misi, pertama, mampu bertumbuh bersama nasabah secara berkesinambungan; Kedua, memahami beragam kebutuhan nasabah perorangan, perusahaan serta komunitas dalam bertransaksi dengan cepat dan nyaman melalui layanan perbankan digital.
Lalu misi ketiga, meningkatkan kualitas sumber daya manusia agar selaras dengan perkembangan teknologi; Terakhir, meningkatkan pelaksanaan kepatuhan, manajemen risiko dan tata kelola agar dapat memberikan nilai tambah kepada stakeholders.
Demikian disampaikan Magdalena Barli selaku Deputi Direktur TI Bank Maspion Indonesia, dalam Penjurian TOP Digital Awards 2021, secara virtual, Jumat (03/12/2021).
Turut hadir dalam penjurian, Kwan Tony Sutanto selaku Group Leader Application Development IT Operation & Support Bank Maspion; dan Ikwan selaku Group Leader Infrastructure & Networking Information Security Bank Maspion.
Strategi Bisnis
Kepada dewan juri Magdalena menjelaskan Bank Maspion, yang tergolong sebagai Bank Umum Devisa, saat ini menjalankan sejumlah strategi bisnis dalam pengembangan digitalisasi.
“Pertama, menerapkan community business model khususnya dalam upaya untuk meningkatkan sumber dana murah (CASA), meningkatkan kredit UMKM maupun peningkatan number of account, bekerja sama dengan berbagai komunitas seperti BPR, koperasi, pesantren, asosiasi pengusaha, dan lainnya.”
“Strategi kedua, secara berkelanjutan melakukan pengembangan layanan digital untuk menunjang penerapan community business model, mendukung digitalisasi nasabah UMKM maupun meningkatkan inklusi keuangan.”
Baca: Perlu Diketahui, Bocoran Aturan Bank Digital yang Sedang Digarap OJK
Beragam Digitalisasi
Dalam kesempatan ini juga, Magdalena memaparkan Bank Maspion telah memanfaatkan sejumlah aplikasi dan sistem TI untuk menunjang proses digitalisasi perusahaan. “Kami terus mengembangkan transformasi digital yang tertuang dalam IT Master Plan Bank Maspion,” tuturnya.
“IT Master Plan kami meliputi sejumlah aspek, yaitu Core Banking & Surrounding, e-Channel & Produk Digital, Dataware & Reporting, Productivity, Infrastructure & Networking, serta Information Security,” ia menerangkan kepada dewan juri.
Untuk Core Banking & Surrounding, Bank Maspion telah mengembangkan CBS-ALPHABITS 2.0 di tahun 2000-2021. Dan tahun 2022, BMAS akan mengembangkan CBS-ALPHABITS NG (DIGI-X). Dalam pengembangan ini akan melakukan peningkatan fitur-fitur pada modul CASA, deposit, pinjaman, pencatatan akuntansi dan pengelolaan informasi customer serta penambahan fitur-fitur pendukung transaksi treasury dan perdagangan (trade finance).
Juga akan mengembangkan Banking Integration Service (BIS) yang merupakan middleware generasi terbaru, yang mendukung integrasi berbasis Open API, sekaligus menjadi infrastruktur open banking. “Tersedianya Open Banking sendiri, akan membuka pintu untuk menjadi bagian dari ekosistem digital, bekerja sama dengan platform digital,” kata Magdalena.
Dalam hal E-Channel & Produk Digital, lanjutnya, Bank Maspion telah mengembangkan MEB-Bank tahun 2015-2021. Di tahun ini, BMAS telah mengembangkan Banking Channel yakni mobile banking sebagai Bank Access Channel dengan cakupan fitur informasi rekening, transfer dana dan pembayaran tagihan.
Di tahun 2022, rencanakan akan mengembangkan MEB-Digital Banking yakni upgrade mobile banking sebagai bank access channel yang lebih lengkap dengan fitur-fitur pengelolaan portofolio, customer support capability, user interface dan e-KYC (digital on boarding).
“e-KYC ini dengan memanfaatkan akses data e-KTP dan biometric (face recognition) yang terhubung ke Dukcapil, sehingga tidak tidak memerlukan face to face meeting atau tatap muka. Sementara digital on boarding akan dikembangkan lebih luas untuk produk-produk bank lainnya termasuk produk-produk kerja sama dengan mitra,” ujar Magdalena.
Kemudian di tahun 2022 juga akan dikembangkan MEB-Lifestyle Banking berupa mobil banking yang terintegrasi dengan ekosistem dan lifestyle partnership seperti social channel, online shoping, dan digital tools.
Dalam Dataware & Reporting, di tahun 2019-2021, Bank Maspion telah mengembangkan Datalake & Reporting yakni pengembangan reporting tools dari sumber data internal yang terintegrasi di Datalake.
“Adapun di tahun depan, akan dikembangkan Datalake & Analytic dengan membangun kapabilitas sistem informasi dalam mengolah data untuk mendukung keputusan bisnis serta pelayanan, menggunakan framework analytic, seperti: descriptive, prescriptive, dan predictive. Hingga pengembangan ‘data with intelligence, dengan artificial intelligence, machine learning, dan big data,” kata Magdalena
Bank Maspion juga sudah mengembangan Web Aplication di tahun 2010-2021 dalam aspek TI Productivity. Dan di tahun depan, akan mengembangkan Robot Process Automation (RPA) dan Business Process Management (BPM).
Sementara terkait Infrastructure & Networking, Bank Maspion telah menggunakan Cloud migration, Office 365, dan rebuilt network architecture di tahun 2010-2021. Dan di tahun depan, akan dikembangkan Cloud backup as a service, mobile device management, DC & DRC upgrade.
Dan terakhir, terkait Information Security selama 2010-2021 telah dikembangkan Next Gen Firewall Upgrade dan Data Loss Prevention. Serta di tahun depan, akan dikembangkan FDS (Fraud Detection System) serta SOC (Security Operation Center).
Solusi Unggulan
Menurut Magdalena, Bank Maspion juga memiliki solusi bisnis unggulan baik di masa normal maupun di saat pandemi Covid-19 saat ini.
Pertama, Datalake & Reporting yang dikembangkan pada 2019. Manfaat bagi perusahaan yakni memperoleh informasi dengan cepat baik untuk performance report, pengembangan bisnis dan beragam aspek lain yang tidak terbatas.
Kedua, Maspion Electronic Banking (MB, IB, IBB), bermanfaat bagi nasabah invidual atau korporasi. Seperti efisiensi bisnis dari sisi waktu karena transaksi dapat dilakukan kapan saja dan di mana saja, praktis karena berbagai transaksi keuangan dapat dilakukan menggunakan internet & mobile banking, dan lain sebagainya.
Ketiga, MAVA & E-Collection sebagai payment gateway yang bermanfaat untuk mitra usaha.
Juga, Gerbang Pembayaran Nasional (GPN), SKN BI, BI RTGS, SWIFT sebagai sistem pembayaran yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat luas.
“Dan banyak lagi solusi bisnis unggulan yang tengah dikembangkan perseroan. Jadi kami terus mengembangkan produk-produk digital yang kompetitif,” tutup Magdalena.
Baca: Mitra Integrasi Informatika Siap Jadi Mitra Menuju Bank Digital














