ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Report: Perdagangan Lintas Batas di Kawasan Asia Pasifik Kian Terdigitalisasi

Fauzi
15 December 2021 | 12:00
rubrik: Research
Report: Perdagangan Lintas Batas di Kawasan Asia Pasifik Kian Terdigitalisasi
Share on FacebookShare on Twitter

Deloitte merilis laporan bertajuk “Technology-empowered Digital Trade in Asia Pacific”. Laporan ini menyoroti tren terbaru pada perdagangan lintas batas di kawasan ini yang berkembang menjadi semakin terdigitalisasi, semakin ramah lingkungan dan semakin menjamin masa depan yang berkelanjutan, di mana usaha kecil dan mikro memegang peranan penting.

Berdasarkan hasil survei terhadap bisnis yang terlibat dalam perdagangan lintas batas di kawasan Asia Pasifik, laporan ini memaparkan bahwa perdagangan digital akan semakin mempercepat peningkatan aktivitas e-commerce lintas batas, pengadopsian gaya hidup digital yang sangat cepat oleh konsumen, pengembangan lebih lanjut dari infrastruktur digital dan penguatan kerja sama regional yang dipimpin oleh Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP). Masa keemasan perdagangan digital di kawasan ini diharapkan akan terjadi dalam tiga tahun mendatang.

“COVID-19, perkembangan teknologi digital, dan peningkatan kerja sama regional mempercepat pembentukan perdagangan digital di kawasan Asia Pasifik. Perdagangan digital hadir dengan peluang pengembangan baru,” ujar Taylor Lam, Vice Chairman dan Technology, Media & Telecommunications Industry Leader di Deloitte China. “Selain itu, RCEP akan mempromosikan kerja sama regional dan memfasilitasi perdagangan digital regional.”

“Teknologi digital memungkinkan seller global berpartisipasi dalam perdagangan global tanpa ada hambatan,” kata Gary Wu, Deloitte Global Lead Client Service Partner. ”Perbaikan infrastruktur digital yang berkelanjutan akan secara efektif menyelesaikan dua kendala utama yang memengaruhi perdagangan lintas batas, yakni logistik dan pembayaran. Teknologi blockchain juga menciptakan ruang imajinasi baru untuk perdagangan digital.”

Perdagangan global memasuki era kecerdasan

  • Seiring dengan makin majunya teknologi digital, pengadopsian teknologi digital dalam perdagangan kini semakin mendalam dan lebih komprehensif, perdagangan global telah memasuki era kecerdasan, di mana faktor data memainkan peran penting.
  • Infrastruktur penting seperti 5G akan menunjang pengembangan platform distribusi data dan arsitektur jaringan yang baru, dan memfasilitasi Internet of Everything (IoE). Sementara itu, akumulasi dari big data, yang dipadukan dengan kecerdasan buatan, akan memainkan peranan penting dalam pengambilan keputusan yang cerdas.
  • Secara keseluruhan, perdagangan global dewasa ini sedang mengalami pertumbuhan yang agresif dari digitalisasi menuju tahap kecerdasan, di mana “perdagangan digital” adalah perkembangan terkininya.
BACA JUGA:  BRIN Kembangkan Obat Antidiabetes, Hantarkan Obat Melalui Kulit

Perkembangan dan kematangan perdagangan digital di Asia Pasifik

  • Pengembangan dan kematangan perdagangan digital di negara dengan perekonomian besar di kawasan ini dinilai dari dua dimensi, e-commerce lintas batas (60%) dan digitalisasi (40%). Berdasarkan evaluasi ini, market-market di Asia Pasifik bisa dibagi menjadi: Mature market (China, Korea Selatan, Singapura dan Jepang); Developing market (Indonesia, Thailand, Malaysia, Vietnam dan Filipina); Early-stage market (Myanmar, Kamboja, Laos, dan Brunei Darussalam).
  • Indonesia memiliki e-commerce berskala besar dengan potensi luar biasa dalam e-commerce lintas batas. Total besaran market e-commerce di Indonesia mencapai US$43,351 miliar pada tahun 2021 dibandingkan market e-commerce di China, atau tepat di belakang Korea Selatan yang merupakan negara terbesar ketiga di RCEP. Sementara itu, proporsi skala konsumsi e-commerce lintas batas di Indonesia mencapai US$17,34 miliar, yang relatif lebih tinggi dibandingkan dengan ‘Developing markets’ lain dan berada tepat di belakang China, salah satu ‘Mature markets’ di antara negara-negara RCEP.

Bonus demografi, tingkat penetrasi internet, dan kebiasaan konsumen menciptakan potensi besar untuk mengembangkan e-commerce serta e-commerce lintas batas di Indonesia. E-commerce sosial juga berkembang pesat, dan konsumen gemar berdagang di media sosial. Konsumen Indonesia suka membeli produk yang terjangkau, dan rata-rata transaksinya adalah US$36, jauh lebih rendah dari Malaysia (US$54) dan Singapura (US$91). Pengguna juga lebih memilih platform e-commerce dalam bahasa lokal, yang sangat mempengaruhi pengalaman berbelanja mereka.

Munculnya micro-multinational enterprise (mMNE) sebagai pendorong utama di balik transformasi perdagangan digital di Asia Pasifik

  • Dengan bantuan platform digital, wirausaha dan usaha kecil telah menjadi mMNE karena mereka terlibat dalam e-commerce lintas batas di seluruh market global.
  • Mereka menyediakan “produk buatan lokal” yang beragam dan layanan kustomisasi untuk pembeli global, dan berkontribusi pada lebih dari 85% aktivitas e-commerce lintas batas di Asia Pasifik.
  • Karakteristik utama mMNE: lebih mahir dalam memanfaatkan platform digital; berskala kecil, biasanya dengan jumlah karyawan kurang dari 10; beroperasi secara global dengan rata-rata 3,56 outlet di luar negeri
BACA JUGA:  Laporan GSMA Soroti Kemajuan dari Masyarakat Digital di Asia Pasifik

Pembayaran dan penjualan adalah dua fungsi perdagangan dengan tingkat digitalisasi tertinggi

  • Tingkat penetrasi digitalisasi pembayaran mencapai 55% dan 53% untuk digitalisasi penjualan.
  • Mature market lebih banyak mengadopsi teknologi digital di bidang pembayaran, penjualan dan logistik.
  • Pada developing market, tingkat digitalisasi di bidang produksi dan perdagangan lebih tinggi.

Berbicara di acara peluncuran laporan tersebut, Frankie Fan, China Head of WorldFirst, perusahaan pembayaran internasional terkemuka dengan pangsa pasar lebih dari 40% di China, Jepang dan Korea, mengatakan, “UKM memainkan peran penting dalam pemulihan ekonomi di kawasan ini.”

“Dengan dukungan infrastruktur penjualan dan pembayaran online lintas batas serta RCEP yang mulai berlaku tahun depan, UKM di kawasan Asia Pasifik akan semakin mantap dalam perdagangan lintas batas,” katanya. “Di WorldFirst, kami menyediakan layanan keuangan satu atap, termasuk layanan pembayaran, penagihan, dan penukaran kepada perusahaan-perusahaan skala besar dan kecil, sehingga mereka dapat fokus pada pertumbuhan bisnis.”

Tags: Deloitte
Previous Post

Pelopori Kemajuan Ekosistem 5G, Indosat Ooredoo dan Nokia Bangun ITS 5G Experience Center

Next Post

IBM Ungkap Dua Teknologi Pendorong Optimalisasi Bisnis di Indonesia

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

TOP Digital Awards 2026: Digitalisasi RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah, Permudah Layanan dan Perkuat Daya Saing Medical Tourism

TOP Digital Awards 2026: Digitalisasi RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah, Permudah Layanan dan Perkuat Daya Saing Medical Tourism

Albarsah
23 October 2026 | 20:39

TOP Digital Awards 2026: WOM Finance Bangun Mesin Pertumbuhan Digital Organik, Pangkas Biaya Iklan 75%

TOP Digital Awards 2026: WOM Finance Bangun Mesin Pertumbuhan Digital Organik, Pangkas Biaya Iklan 75%

Busthomi
23 October 2026 | 10:44

TOP Digital Awards 2026: BSI Perkuat Strategi Digital Bank  Menuju Bank Syariah Global

TOP Digital Awards 2026: BSI Perkuat Strategi Digital Bank Menuju Bank Syariah Global

Ahmad Churi
22 October 2026 | 16:12

TOP Digital Awards 2026: Hadirkan CrediGO, Bank Wonogiri Pangkas Proses Kredit Hingga 30 Menit

TOP Digital Awards 2026: Hadirkan CrediGO, Bank Wonogiri Pangkas Proses Kredit Hingga 30 Menit

Mi’roji
22 October 2026 | 16:08

TOP Digital Awards 2026: Bank BPR Jatim Perkuat Fondasi Digital, Tingkatkan Keamanan dan Layanan Nasabah

TOP Digital Awards 2026: Bank BPR Jatim Perkuat Fondasi Digital, Tingkatkan Keamanan dan Layanan Nasabah

Ahmad Churi
22 October 2026 | 16:01

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Infinix Luncurkan XENERGY S320 dan L1000 di Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • TOP Digital Awards 2026: Digitalisasi RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah, Permudah Layanan dan Perkuat Daya Saing Medical Tourism

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ini Langkah Pemerintah untuk Mendorong Perluasan Pembangunan Pusat Data ke Indonesia Timur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Melalui SJUT, Telkom Akses Dukung Infrastruktur Telekomunikasi yang Lebih Tertata dan Andal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni

ICT PROFILE

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Fauzi
23 June 2026 | 14:43

Google Cloud menunjuk Karim Siregar sebagai Country Director untuk Indonesia. Karim akan memimpin operasional dan strategi pasar Google Cloud di...

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

EXPERT

Survei: 80% Perusahaan Nyatakan AI Masih Terhambat oleh Tantangan Akses Data

Agen AI Menguji Asumsi Keamanan Perusahaan

Fauzi
2 October 2026 | 15:36

Oleh: Carolyn Duby, Field CTO dan Cybersecurity Lead, Cloudera ItWorks.id - Pembahasan keamanan siber seputar AI sering kali berpusat pada...

Adopsi AI Makin Tinggi, Keamanan Siber Harus Diperkuat

Adopsi AI Makin Tinggi, Keamanan Siber Harus Diperkuat

Ahmad Churi
24 September 2026 | 16:30

Oleh: Sheila S. Fauzi Regional Marketing Manager, Concentrix. Dewasa ini perkembangan penggunaan atau adopsi teknologi kecerdasan artifisial (AI) di Indonesia...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto