Jakarta, Itech – Kegiatan pengembangan Pusat Unggulan Iptek (PUI) diarahkan untuk penguatan lembaga litbang sebagai salah satu komponen penguatan sistem inovasi nasional. Sehingga lembaga iptek dapat berkinerja tinggi dengan menghasilkan inovasi teknologi yang sesuai dengan kebutuhan dan kapasitas adopsi pengguna teknologi dengan menjunjung tinggi kejujuran dan integritias sesuai dengan etika penelitian.
“Dari 45 lembaga litbang yang unggul, 19 di antaranya sudah dinyatakan sebagai Pusat Unggulan Iptek. Sisanya tinggal bagaimana membina agar bisa menjadi Pusat Unggulan Iptek. Sesungguhnya Pusat Unggulan Iptek kita ini sudah bisa mendunia bukan karena kurang percaya diri, hanya perlu diarahkan lagi,” kata Direktur Lembaga Litbang Ir. Kemal Prihatman, M.Eng a di sela Rapat Kerja Pengembangan Pusat Unggulan Iptek Tahun 2016, di Jakarta, Rabu (17/2). Kemal menilai PUI yang dimiliki Indonesia sudah bisa bersaing dengan negara lain. Era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) seharusnya menjadi momentum bagi PUI harus lebih menajamkan hasil inovasinya.
Sebut saja Balai Penelitian Bioteknologi Perkebunan Indonesia PT Riset Perkebunan Nusantara, Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi Kementerian Pertanian, Pusat Penelitian Pigmen Material Aktif Universitas Ma Chung, dan Pusat Penelitian Karet PT Riset Perkebunan Nusantara sebagai Pusat Unggulan Iptek Karet. Keempat lembaga litbang yang sudah menjadi PUI ini sudah banyak diminati luar negeri.
Di tempat yang sama, Sekretaris Dirjen Kelembagaan Iptek dan Dikti Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Agus Indarjo, mengatakan, pada tahun ini, pemerintah merevitalisasi PUI agar berkinerja lebih tinggi dalam menghasilkan inovasi-inovasi riset. “PUI harus mampu menghasilkan produk inovasi yang bisa dikerjasamakan dengan pihak industri. Juga menghasilkan teknologi yang dapat dimanfaatkan pengguna baik masyarakat, industri, dan pemerintah,” imbuhya.
Seperti diketahui, Raker kegiatan pengembangan PUI pada tahun ini lebih dapat menguatkan lembaga penelitian dan pengembangan sebagai salah satu komponen penguatan sistem inovasi nasional. Sehingga dihasilkan lembaga litbang yang unggul dari sisi penguasaaan Iptek sesuai dengan tugas dan fungsi lembaga Terdapat tujuh fokus pembangunan Iptek 2005-2025 yaitu pangan, energi, teknologi dan manajemen transportasi, teknologi informasi dan komunikasi, teknologi pertahanan dan keamanan, teknologi kesehatan dan obat, serta material maju. (red/ju)














