Ada sejumlah cara mudah agar pemilik data di ruang virtual tetap aman dari ancaman penipuan daring, kebocoran hingga pencurian data.
Cara pertama yang penting dan harus dilakukan oleh pemilik data adalah selalu bersikap kritis ketika ada pihak lain yang menanyakan data. “Ketika ada pihak lain yang meminta data pribadi, kita harus selalu bertanya, ‘data kita digunakan untuk apa?”.
Misalnya berbelanja di mal, ditanya nomor HP-nya, kita harus tanya untuk apa nomor itu. Apa untuk promosi? Kita harus sering bertanya karena itu menyangkut privasi kita,” saran peneliti keamanan siber Teguh Aprianto dalam sebuah acara di Jakarta, 04/03/2022.
Hal serupa juga perlu dilakukan saat kita berada di ruang digital, ketika ada pihak lain menghubungi dan minta data pribadi yang terhubung dengan akun-akun layanan di ruang digital milik kita tentunya hal itu perlu diwaspadai.
Kita harus lebih waspada dan mencurigai pihak lain terutama saat pihak tersebut meminta kata kunci, PIN, atau pun OTP (One Time Password). “Normalnya sebuah layanan di ruang digital tidak akan tiba-tiba menghubungi kita untuk meminta kata kunci, PIN, dan OTP jika tidak ada masalah yang mendesak,” jelasnya.
“Sayangnya, iming- iming hadiah besar hingga uang tunai kerap kali membuat pemilik data terbuai dan menurunkan kewaspadaannya terhadap pihak- pihak yang mencoba meminta data penting tersebut.”
Untuk itu, bagi yang memiliki banyak akun jejaring sosial dan layanan di ruang digital maka ada baiknya untuk tetap fokus apabila terjadi hal serupa.
Baca: Gawat, Pilar Keamanan Digital Indonesia Dapat Skor Paling Rendah
Selanjutnya, rutin mengganti dan memeriksa apakah data kita bocor atau tidak. Keamanan yang tangguh di ruang digital dinilai dari kekuatan kata kunci dan juga kerahasiaannya, apabila salah satu hal tersebut tidak dipenuhi otomatis anda rentan mengalami penipuan, pencurian, dan juga serangan di ruang digital.
Kita juga bisa rutin mengganti kata kunci anda untuk akun- akun di ruang digital kita.
Langkah terakhir, pastikan kita memanfaatkan setiap fitur keamanan dari aplikasi atau pun layanan yang digunakan di ruang digital. “Seringkali karena merasa terlalu sulit dan tidak nyaman, pengguna layanan di ruang digital tidak memperhatikan keamanan datanya padahal data itu bisa terhubung dengan hal terpenting seperti layanan finansial,” ungkap Teguh.
Maka, pengguna layanan di ruang digital wajib secara proaktif untuk mengekspolrasi fitur- fitur keamanan di layanannya agar terhindar dari penipuan, pencurian, dan juga kebocoran data pribadi.
Baca: Keamanan Digital Perlu Kolaborasi Multipihak untuk Lindungi Warganet














