Kementerian Komunikasi dan Informatika menyiapkan program Digital Leadership Academy (DLA) untuk meningkatkan daya saing sumberdaya manusia Indonesia. Menkominfo Johnny G. Plate mengajak pemimpin dan eksekutif perusahaan serta pembuat kebijakan publik meningkatkan daya saing ekonomi digital Indonesia.
“Digital leadership penting bagi para pemimpin di Indonesia, melalui Digital Leadership Academy diharapkan top executive, pembuat kebijakan serta pelaku usaha mampu merumuskan kebijakan, menginisiasi inovasi digital, serta mendorong peningkatan daya saing ekonomi digital Indonesia,” ungkapnya dalam Pembukaan Program Pelatihan Digital Leadership Academy 2022 secara virtual dari Kantor Kementerian Kominfo, Jakarta Pusat, Kamis (07/07/2022).
Menurut Menteri Johnny, Badan Penelitian dan Pengembangan SDM Kementerian Kominfo sejak tahun 2019 menyelenggarakan program pelatihan digital bagi pemimpin baik dari sektor publik maupun sektor privat bagi policy makers.
“Program short course dengan durasi pelatihan rata-rata tiga minggu ini akan mengajak para peserta DLA untuk terlibat dalam pembekalan yang substantif, pelatihan, pembuatan kertas kerja, hingga rencana aksi dalam implementasi digital leadership,” tuturnya.
Baca: Nahdlatul Ulama Diajak Manfaatkan Paket Kebijakan Transformasi Digital Pemerintah
Tahun ini, Program DLA bekerja sama dengan delapan mitra perguruan tinggi terbaik dunia menyediakan tema pelatihan antara lain Delivering Public Services: Efficiency, Equity and Quality dengan mitra Harvard University. Selanjutnya Digital Transformation: On Smart City dengan mitra National University of Singapore dan Digital Transformation: On Digital Business and tourism dengan mitra Tsinghua University. Adapun tema Innovation dan Leadership in Digital Transformation bermitra dengan University of Oxford.
“Empat perguruan tinggi lainnya yakni Imperial College London untuk tema pelatihan Digital Transformation Strategy, Cornell University – Digital Leadership: Transformation in a VUCA World, University of Cambridge – Digital Trust and Cybersecurity: The Essential Foundation for Transformation, serta Massachusetts Institute of Technology Sloan School Of Management untuk tema Digital Business Strategy: Harnessing Our Digital Future,” jelasnya.
Menteri Johnny menyatakan pada tahun 2022 kuota peserta program telah disiapkan 400 kuota dan tambahan 150 peserta yang akan mengikuti pelatihan hasil kerja sama dengan Amazon Web Services. Menkominfo menegaskan, setiap tahunnya jumlah peserta ditargetkan bertambah.
“Kedepannya Kementerian Komunikasi dan Informatika menargetkan setidaknya 500 peserta Digital Leadership Academy di tahun 2023, dan 600 peserta di tahun 2024 guna mempersiapkan para digital leaders yang mampu memimpin transformasi digital di Indonesia,” tandasnya.
Menteri Johnny menyatakan Pemerintah menargetkan peserta program DLA akan menjadi pemimpin digital yang senantiasa menempatkan manusia sebagai pusat pengembangan inovasi teknologi digital. Tujuannya guna mewujudkan Indonesia terkoneksi, semakin digital, semakin maju.
Baca: Kementerian Kominfo Kerja Sama dengan PB Nahdlatul Ulama














