Mata uang digital bank sentral atau yang dikenal dengan Central Bank Digital Currency (CBDC) akan memainkan peran penting bagi sistem keuangan masa depan.
“CBDC berpotensi cocok untuk digunakan sebagai alat tukar yang sah dalam ekosistem terdesentralisasi, fitur utama yang tentu saja tidak ada di ekosistem uang kertas tradisional saat ini,” kata Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Juda Agung dalam Acara G20 Techsprint Central Bank Digital Currency Midpoint Event di Nusa Dua, Badung, Bali.
CBDC juga mampu tampil sebagai instrumen untuk mempengaruhi insentif pasar, serta untuk mengelola risiko keuangan yang muncul dari ekosistem terdesentralisasi.
“Ini adalah motivasi kuat bagi bank sentral di seluruh dunia dalam memperluas upaya mereka dalam eksperimen CBDC atau mata uang digital bank sentral,” tutur Juda.
Baca: Begini Upaya Bank Indonesia Edukasi UMKM untuk Memanfaatkan Siapik
Berdasarkan survei Bank International Settlements (BIS) pada tahun 2021 sebanyak 86 persen dari responden bank sentral secara aktif meneliti kasus potensial untuk CBDC, dimana 60 persen diantaranya sedang dalam tahap eksperimen dan 14 persen telah menerapkan proyek percontohan.
Juda menjelaskan pentingnya peran CBDC bagi sistem keuangan masa depan didasarkan oleh kekhawatiran atas implikasi risiko keuangan mata uang digital swasta yang tumbuh sejalan dengan tingginya kapitalisasi pasar dan dikombinasikan dengan adopsi yang kuat.
“Selain itu transisi dari web 2.0 ke web 3.0 memungkinkan mata uang digital swasta untuk memperluas penggunaan, tidak hanya melalui ruang keuangan yaitu Decentralized Finance (DeFi) dengan fitur pinjam meminjam dan pasar modal, tetapi juga kepada penggunaan ekonomi riil, seperti metaverse,” katanya.
Dikembangkan oleh teknologi baru, mata uang digital swasta telah mencatatkan pertumbuhan yang luar biasa selama beberapa tahun terakhir, terutama setelah masa pandemi COVID-19.
Saat ini, ada lebih dari 20 ribu jenis mata uang kripto swasta di seluruh dunia. Jumlah tersebut diprediksi akan terus bertambah dari waktu ke waktu, begitu pula dengan jumlah dana yang akan mengalir ke mata uang kripto swasta.














