PT Tera Data Indonusa Tbk (AXIO), perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan komputer dan perlengkapan komputer, resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan meraih dana segar hasil penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) sebesar Rp145,62 miliar.
Perseroan melepas 1,04 miliar saham, setara dengan 17,81 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh, kepada publik dengan nominal Rp25 per saham dan harga IPO Rp140 per saham.
“Investor sangat antusias menyambut saham AXIO. Hal itu terlihat dari tingginya minat selama masa penawaran, sehingga mengalami kelebihan permintaan atau oversubscribed sebanyak 78 kali,” ujar Direktur Utama AXIO Michael Sugiarto dalam keterangan resminya di Jakarta, Rabu, 20/07/2022.
Baca: BEI Gunakan Denodo untuk Percepat Pengiriman Data Pasar ke Klien
Michael menjelaskan, dana hasil IPO saham tersebut di atas, sekitar 90 persen akan digunakan untuk modal kerja untuk menunjang peningkatan penjualan perseroan berupa keperluan pembelian bahan baku komponen dan suku cadang produk perseroan yang meliputi LCD, motherboard, SSD, RAM, dan lainnya.
Selain itu, dana tersebut juga akan digunakan untuk pembiayaan piutang usaha, peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pengembangan melalui pelatihan internal maupun eksternal serta pengembangan kanal distribusi melalui tenaga pemasaran dan perluasan cakupan service centre pada area pemasaran perseroan.
Sedangkan, sisanya 10 persen akan digunakan untuk belanja modal antara lain untuk perluasan area gudang dan produksi yang berlokasi di pabrik perseroan saat ini dan pembelian peralatan pendukung produksi berupa conveyor line, forklift, racking management, serta mesin berupa surface mounting technology (SMT) untuk keperluan produksi motherboard dan alat pendukung pengembangan berupa alat tes hasil produksi (quality control kit).
“Hal itu untuk memenuhi kenaikan volume permintaan dan penjualan 2022 dan ke depannya, serta dapat meningkatkan efisiensi dan mengoptimalkan proses produksi perseroan,” tutur Michael.
Pada 2020 dan 2021, terjadi peningkatan permintaan akan produk Teknologi Informasi (TI), khususnya notebook dan laptop. Kondisi tersebut turut meningkatkan bisnis notebook dan laptop AXIO di Indonesia karena adanya kebijakan new normal yang merupakan dampak dari COVID-19.
Baca: Ada Investor yang Borong 3,8 Juta Lembar Saham Bukalapak di BEI














