ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Apa Itu Eyesafe Certification Requirements 2.0?

Sertifikasi Paling komprehensif di Dunia untuk Mengukur Mitigasi Sinar Biru dan Performa Warna

Teguh Imam Suyudi
20 September 2022 | 13:00
rubrik: Digital
Apa Itu Eyesafe Certification Requirements 2.0?

Eyesafe Certification Requirements 2.0

Share on FacebookShare on Twitter

TÜV Rheinland Group, pemimpin dunia dalam pengujian dan sertifikasi yang independen, serta Eyesafe, pemimpin dunia dalam solusi keamanan screen time pada layar pada bulan Mei tahun ini, mengumumkan standar Eyesafe Certified 2.0

Standar Eyesafe Certified 2.0 merupakan kumpulan dari persyaratan sertifikasi paling terkemuka di dunia untuk mengukur emisi sinar biru dan akurasi warna untuk industri layar global.

Mewakili generasi masa depan dari standar manajemen sinar biru untuk layar digital, sertifikasi ini dibangun atas dasar kesuksesan dari standar Eyesafe generasi pertama yang telah menjadi pemimpin industri serta tolak ukur untuk keamanan dari sinar biru rendah.

Dikutip dari siaran pers Lenovo, 20/09/2022, Frank Holzman, Global Vice President TÜV Rheinland Business Field Electrical, menjelaskan, “Peluncuran Eyesafe Certified 2.0 dilaksanakan pada kondisi yang krusial, dimana kesadaran atas fitur sinar biru rendah telah menyebar secara luas di antara konsumen dan brand sudah mulai menawarkan ragam opsi layar dengan sinar biru rendah. TÜV Rheinland sangat percaya bahwa sudah menjadi keharusan bagi kami untuk menawarkan standar sertifikasi untuk brand yang ingin menyediakan informasi yang lebih tepat dan lengkap kepada para konsumennya.”

“Standar Eyesafe Certified 2.0 terbaru menyempurnakan tingkatan khusus yang sangat dibutuhkan pada konsep umum dari ‘sinar biru rendah’. Dimana dapat memudahkan konsumen untuk membuat perbandingan antar solusi yang ada dengan informasi yang mumpuni,” tambah Holzman.

Berdasarkan riset kesehatan terbaru, standar Eyesafe Certified 2.0 dikembangkan melalui konsultasi dengan para ophthalmologist dan optometrist dari berbagai belahan dunia. Konsultasi ini dilakukan dalam menyusun petunjuk untuk pembuatan manufaktur layar berdasarkan metrik dan parameter baru, sehingga dapatmengukur toksisitas sinar biru. Rancangan Eyesafe Certified 2.0 mendukung para konsumen untuk dapat memahami lebih baik bagaimana brand menangani isu mitigasi sinar biru.

BACA JUGA:  Adopsi AI Berperan Menyelesaikan Masalah Teknologi dengan Minim Isu

Keputusan TÜV Rheinland dan Eyesafe untuk mengembangkan dan merilis standar Eyesafe Certified 2.0 terbaru didorong oleh kemajuan signifikan dari penelitian kesehatan global, yang telah membuka pemahaman yang lebih menyeluruh baik bagi dokter perawatan mata dan juga teknisi dalam ruang teknologi mengenai potensi dampak dari paparan sinar biru yang buruk bagi kesehatan, yaitu dapat merusak retina mata.

Wawasan ini, diikuti dengan perubahan yang signifikan dan berkelanjutan dalam pola penggunaan perangkat sejak pandemi melanda, dimana hal ini memacu tim TÜV Rheinland dan Eyesafe untuk menciptakan standar generasi selanjutnya yang mampu mencerminkan dan meliputi seluruh informasi yang tersedia mengenai dampak dari sinar biru terhadap kesehatan manusia. Daftar lengkap dari seluruh persyaratan pada standar baru tersedia di sini.

Informasi dan materi tambahan mengenai program sertifikasi TÜV Rheinland Eyesafe Certified 2.0 Display tersedia di sini: eyesafe.com/standards. 

Baca: PT INTI, BUMN Sektor Industri Pertama Kantongi Sertifikasi CSIRT Cyber Security

Baca: Laboratorium dan Penyelenggara Uji Profisiensi Terakreditasi KAN Jamin Kualitas Dan Tingkatkan Daya Saing

Tags: lenovoTÜV Rheinland Group
Previous Post

Gratis! Ini Panduan Keamanan Siber untuk Industri Konstruksi dan Teknik dari BSA

Next Post

Perluas Jangkauan, Huawei Buka Gerai HES ke-33

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

TOP Digital Awards 2026: Aplikasi SITUNTAS, Inovasi Andalan PA Jakpus Tingkatkan Layanan Masyarakat

TOP Digital Awards 2026: Aplikasi SITUNTAS, Inovasi Andalan PA Jakpus Tingkatkan Layanan Masyarakat

Ahmad Churi
22 September 2026 | 16:46

TOP Digital Awards 2026: Angkasa Pura Dorong Penerapan AI Efektif & Efisien Selaras Prinsip GCG

TOP Digital Awards 2026: Angkasa Pura Dorong Penerapan AI Efektif & Efisien Selaras Prinsip GCG

Fauzi
17 September 2026 | 23:06

TOP Digital Awards 2026: Transformasi Digital Pengadilan Agama Soreang, Permudah Akses Layanan bagi Pencari Keadilan

TOP Digital Awards 2026: Transformasi Digital Pengadilan Agama Soreang, Permudah Akses Layanan bagi Pencari Keadilan

Fauzi
11 September 2026 | 22:31

TOP Digital Awards 2026: Transformasi Digital Mitra Tours Dorong Efisiensi dan Pertumbuhan Bisnis

TOP Digital Awards 2026: Transformasi Digital Mitra Tours Dorong Efisiensi dan Pertumbuhan Bisnis

Ahmad Churi
11 September 2026 | 22:27

MSI Group Kembali Gelar Ajang Corporate Rating TOP Digital Awards 2026

MSI Group Kembali Gelar Ajang Corporate Rating TOP Digital Awards 2026

Fauzi
10 September 2026 | 13:18

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Human Capability Semakin Penting di Era AI

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Primaya Fair 2026 Tawarkan Promo dan Edukasi Kesehatan Masyarakat di Aeon Mall BSD City

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menuju Sovereign AI Indonesia, NeutraDC Siap Bangun AI Data Center Hingga 1GW

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anker Hadirkan eufy Breast Pump S1 Pro dengan HeatFlow Technology

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni

ICT PROFILE

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Fauzi
23 June 2026 | 14:43

Google Cloud menunjuk Karim Siregar sebagai Country Director untuk Indonesia. Karim akan memimpin operasional dan strategi pasar Google Cloud di...

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

EXPERT

BSSN Dorong Penguatan Sandiman Tanggulangi Rantai Kejahatan Siber

BSSN Dorong Penguatan Sandiman Tanggulangi Rantai Kejahatan Siber

Ahmad Churi
2 September 2026 | 10:17

ItWorks.id- Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mendorong penguatan peran fungsional sandiman dalam menghadapi kejahatan siber yang semakin kompleks dan...

Kemandirian Teknologi Bertumpu pada Fondasi Open Source

Kemandirian Teknologi Bertumpu pada Fondasi Open Source

Fauzi
31 July 2026 | 16:00

Oleh: Sergio Gago, Chief Technology Officer (CTO), Cloudera Di tengah lanskap teknologi yang semakin terkonsolidasi saat ini, segelintir penyedia teknologi...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto