Hexagon Manufacturing Intelligence (Hexagon) bersama Pusat Inovasi Digital Industri (PIDI 4.0) Kementerian Perindustrian menandatangani nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) terkait dengan pemajuan pelatihan Industri 4.0 di Indonesia.
Saat ini, PIDI 4.0 Kemenperin memiliki 30 mitra kerja, terdiri dari 26 perusahaan dan 4 universitas untuk pengembangan SDM industri dan transformasi industri 4.0.
Kerja sama ini ditujukan untuk mempercepat transformasi industri 4.0 di Indonesia. Adapun ruang lingkup kerja sama kedua pihak meliputi pengembangan pendidikan, kurikulum pelatihan dan program pelatihan; penggunaan mesin Hexagon CNC lima aksis virtual di area pusat pameran PIDI; dan pertukaran tenaga ahli terkait pengembangan industri 4.0.
“Kerja sama ini akan membuka kesempatan kolaborasi dan pertumbuhan bisnis yang lebih luas bagi Hexagon di kawasan Indonesia,” kata General Manager for ASEAN and Pacific, Hexagon Manufacturing Intelligence, Terence Lim, di sela penandatanganan MoU, 23/09/2022.
Diperkirakan ada 500 hingga 1.000 insinyur per tahun yang akan menyertai pelatihan dan peningkatan ketrampilan ini. Hexagon juga akan terus mengembangkan solusi manufaktur cerdas dalam pelatihan tersebut, tidak terbatas pada solusi computer aided manufacturing atau CAM.
Baca: Begini Penggunaan Simulasi dalam Inovasi Produk Memanfaatkan Superkomputer Fugaku oleh Hexagon
Menurut Tirta Wisnu Permana, Direktur, PIDI 4.0, “Kerja sama dengan Hexagon ini memenuhi objektif PIDI 4.0 di beberapa bidang. Kerja sama ini berlaku selama tiga tahun dan bisa diperpanjang hingga dua tahun kemudian. Dengan ini, kami akan meningkatkan standar dan praktik terbaik.”
PIDI pada dasarnya menawarkan one-stop solution bagi akselerasi transformasi menuju industri 4.0, dengan menyediakan pelatihan dan program peningkatan ketrampilan untuk para operator, insinyur, dan pekerja lokal yang membutuhkan peningkatan keterampilan. PIDI juga menjadi platform showcase inovasi proyek-proyek proof-of-concept.
“Hexagon dengan pengalamannya lebih dari 10 tahun beroperasi di Indonesia yakin dapat membantu banyak pelaku industri di berbagai sektor mulai dari otomotif, migas dan antariksa untuk berakselerasi menerapkan industri 4.0 lewat pelatihan ini,” sambung Lim.
“Yang unik dari pelatihan dan kurikulum yang akan kami berikan adalah kami menggunakan simulator CNC untuk melatih teknisi mesin. Seiring berjalannya waktu, kami juga akan bertahap memperluas materi pelatihan dengan solusi lengkap dari Hexagon manufacturing intelligence,” tambah Lim.
Dengan didukung keahlian Hexagon dalam paket solusi lunak CAM/CAD lewat perangkat lunak simulasi CNC, para insinyur, operator dan pekerja lokal dapat merasakan secara langsung bagaimana perangkat lunak ini bisa mengoptimalisasi kualitas produk mereka lewat simulasi bentuk dan fungsi produk purwarupa secara virtual.
Termasuk juga melakukan analisa eksterior dan aerodinamika, analisis struktur badan, analisa durabilitas manufaktur di sektor otomotif, antariksa, elektronik, alat kesehatan hingga pelayaran. Hexagon juga mampu mendukung inspeksi kualitas dan in reverse engineering menggunakan berbagai teknologi dan pemindaian dengan akurasi tinggi, membantu pelanggan untuk memaksimalkan control kualitas menggunakan perangkat lunak kontrol proses statistik yang memungkinkan manajemen data, analisa, serta laporan instant dan umpan balik secara real-time.
Baca: Asesmen Indonesia Industry 4.0 Readiness Index (INDI 4.0) untuk BUMN Dilanjutkan Sampai Tahun 2024














