ItWorks- Tahun ini, untuk kali keempat Tim Robot RENDEZVOUS 2045 Indonesia asal Madrasah TechnoNatura Depok, Jawa Barat kembali berhasil mengukir prestasi membanggakan di ajang lomba Robot FIRST Global Challenge (FGC) 2022. Tim Robot yang mewakili Indonesia ini, dianugerahi penghargaan (awards) yang diserahkan pada puncak acara lomba robot internasional pada 17 Oktober 2022, di Jenewa-Swiss.
Dalam kompetisi FGC 2022 tersebut, tim R 2045 berhasil meraih 2 medali perak di Engineering Book dan New Technology Challenge (Kategori yang baru dilombakan di tahun 2021 saat pandemi), serta 2 penghargaan untuk kategori Safety award dan Social Media awards.
Pada lomba FGC tahun 2022 ini, Madrasah TechnoNatura juga mengikuti satu lomba yang baru dihadirkan di tahun 2021, yaitu Technology Experience New. Sebuah lomba karya ilmiah dengan tujuan mendoropng kreatifitas para siswa memiliki ide dalam menyikapi permasalahan global warming (pemanasan dunia) yang juga menjadi agenda utama FGC ini.
Dalam lomba karya ilmiah yang diselenggarakan FGC, Tim robotik TechnoNatura membuat karya ilmiah yang berjudul Carboon CounterMeasures. Yakni inisiasi untuk mengurangi emisi karbon untuk melawan global warming dengan menanam pohon asli sesuai habitat sebanyak mungkin, agar emisi karbon dalam udara dapat terikat dan juga berfungsi sebagai hal yang dapat mengurangi pemanasan global saat ini.
“ Siswa siswi yang tergabung dalam tim robotik 2045 menggagas pada dunia untuk menanam pohon kamper (sejenis kapur barus) sebanyak mungkin pada habitatnya, dimana untuk mengatasi pembenihan tim techNatura membuat penelitian menciptakan pembibitan lewat proses kloning, dimana proses ini menghasilkan bibit yang dianggap lebih efektif tumbuh serta cepat ketimbang proses pembibitan konvensional,” papar A Riza Wahono (19/10/2022), ketua tim robotik TechnoNatura Depok lewat percakapan chat whats, yang ikut memimpin tim robot Indonesia pada lomba FGC 2022 di Jenewa Swiss.
Indonesia Masuk 10 Besar
Dalam kopmpetisi ini, Tim robotik Technonatura berhasil menjadikan negara Indonesia masuk 10 besar dari negara negara lain yang ikut lomba robot di Jenewa Swiss. 10 Negara yang masuk sepuluh besar itu antara lain; Belize (negara kecil di Amerika Tengah yang berbatasan dengan Meksiko),Bosnia Herzegovina, Canada, Yunani, Indonesia, Iran, Madagascar, Rumania, Slovakia,Zimbabwe.
Salah satu awardnya adalah proposal anak Indonesia dalam menangani Polusi Emisi Udara melalui kloning pohon kamper DRyobalanops Arimatica, mendapatkan acungan jempol dari para juri serta meraih Silver Xprize Innovator Award di ajang berkumpulnya anak bangsa dari 180 negara.
“Kompetisi robot yang saya ikuti tahun ini lebih dari sekedar berlomba dan teknologi, karena di balik semua itu saya banyak belajar tentang team work dan bagaimana cara bekerja dengan baik bersama teman 1 team saya. Berkomunikasi, berkreasi, membuat rencana bersama sama, dan berusaha untuk mendapatkan tujuan yang sama,” imbuh Taufik, salah satu anggota tim inti dari R 2045 lewat keteranan tertulis dari Jenewa Swiss, baru-baru ini.
Tim R2045 meraih medali silver Katherine Johnson Award for Engineering Documentation pada pendokumentasian Journal Engineering. Hal ini menunjukkan kemampuan team dalam membuat dokumentasi dalam membangun robotnya yang ditulis secara baik melalui engineering notebook yang diserahkan kepada juri.
Perolehan award ini membuktikan kepiawaian kemampuan menulis serta merangkai laporan kegiatan Engineering STEAM dari Tim Indonesia.Dimana beragam pertimbangan Sains, Teknik, Engineering, Matematika, Art dilebur dalam satu buah laporan yang padat, singkat dan bermakna.
Award Social Media FGC 2022, diberikan bagi tim yang aktif menyuarakan missi serta visi tim. Hal ini merupakan bukti dari sebuah pembelajaran yang bagus dari sebuah tim yang mampu membuat branding tim serta mensosialisasikan program yang dimiliki.
SAFETY Award adalah bentuk penghargaan yang diberikan atas kedisiplinannya dalam menjaga safety selama pertandingan yang berlangsung 3 hari dari tanggal 13- 16 oktober 2022.
“ Alhamdulillah, Tim Robot Indonesia mampu mendapatkan prestasi yang membanggakan bangsa. Tak lupa saya ucapan terimakasih kepada KEMENPAREKRAF yang telah mendukung Tim R2045 dari awal, KBRI Swiss yang membantu dalam dekorasi Pit Tim Indoensia, serta jajaran pengurus IESPA yang telah mendukung Tim IFR R2045 dan juga pada Exxon MObil, MiniGold dan BSI yang telah mensponsori tim R2045,” ujar A Riza Wahono.
Robot yang dibawa oleh team R2045 sangat unik dan hanya satu satunya yang mampu memasukan bola karbon dengan cara mengambil bola karbon disimpan dalam buket kemudian mengereknya setinggi 2,5 meter dan akhirnya melepas banyak bola karbon kedalam sink.
Dengan Fitur ini Robot Tim Indonesia banyak dikunjungi dan dikagumi Tim lain, dan berulang kali mendapatkan apresiasi dari para pengunjung VI. Bahkan ada salah satu CEO papan atas, yang menajdi tamu VIP rela masuk di belakang arena untuk menyaksikan bagaimana Robot DryoMatika (nama robot diambil dari Dryobalanops Arimatika beraksi, sementara teriakan “ Make the rain” yang menjadi satu aba aba dari para fans Indonesia di arena Robotik FGC di Jenewa yang meminta Tim Indonesia untuk segera melakukan Dropping balls dari buket ke dalam Sink, menjadi sedemikian popular di antara juri, refree dan volunteer serta peserta lainnya.
Secara keseluruhan robot yang dibawa tim Indonesia memiliki performa sangat bagus dengan 9 kali menang dan 3 kali kalah. Berhasil masuk di delapan besar selama dua hari pertama sebelum akhirnya turun ke peringkat ke 22 karena tim lawan tak mau bekerja sama dalam membuat score carbon yang tinggi. Rata rata skor karbon tim indonesia menjadi turun. Namun masih berada di peringkat 22 maka Tim Indonesia berhak masuk dan main di babak Play off.
Di babak ini Tim Indonesia mendapatkan satu alliance dengan Peru, Cabo Verde dan Kuwait. Sadar bahwa Tim Cabo Verde dan Kuwait robotnya masih banyak masalah, maka beban untuk menang ada pada pihak Robot Indonesia dan Peru.
Meski robot Indonesia berhasil bermain sesuai dengan arahan namun peringkat aliance ini jatuh ketika peru yang berhasil naik ke bar tertinggi namun bola indikator yang merupakan syarat penilaian terjatuh, sehingga seluruh nilai hanya diambil dari peraihan Tim Indonesia. Aliansi ini akhirnya harus puas berada di kelompok ke enam. Sedikit berada d iatas aliansi tim Israel, Kazakhtan dan Pakistan. Tim tuan rumah akhirnya keluar sebagai Aliansi pemenang bersama dengan Tim Belize, Botswana dan Lithuania. (AC)















