ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Tiga Prioritas untuk Rumah Sakit Cerdas Masa Depan

Fauzi
4 November 2022 | 16:00
rubrik: Expert
Tiga Prioritas untuk Rumah Sakit Cerdas Masa Depan

Eric Ananda, Country Lead Indonesia, Zebra Technologies

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Eric Ananda, Country Manager Indonesia, Zebra Technologies Asia Pacific

Pandemi COVID-19 tak dapat dipungkiri telah menjadi faktor penting yang mengakselerasi pengadopsian teknologi di lingkungan perawatan kesehatan akut. Penelitian Zebra Technologies berjudul Global Healthcare Vision Study mengonfirmasi hal ini. Sebanyak 8 dari 10 pembuat keputusan yang disurvei mengatakan bahwa akselerasi dalam pemanfaatan teknologi di rumah sakit mereka adalah dampak dari pandemi dan meningkatnya investasi dalam solusi mobility, locationing, dan otomatisasi.

Tapi masih banyak yang harus dilakukan, terutama jika rumah sakit ingin memaksimalkan efisiensi para stafnya. Dua dari tiga pembuat keputusan di seluruh dunia yang disurvei mengatakan setuju dengan hal tersebut.

Sektor layanan kesehatan seringkali rentan terhadap dampak krisis, mulai dari epidemi, hingga bencana alam. Ketika kasus COVID-19 meningkat tajam di Indonesia, sejumlah pusat kesehatan dan rumah sakit di berbagai wilayah di Indonesia terpaksa berhenti beroperasi untuk sementara karena tenaga kesehatan mereka tertular COVID-19. Di saat yang sama, fasilitas kesehatan yang beroperasi kekurangan kapasitas untuk menampung lebih banyak pasien COVID-19. Selain itu, rumah sakit yang bukan rujukan COVID-19 terancam bangkrut karena anjloknya jumlah pasien dan turunnya pendapatan sebesar rata-rata 50 persen pada 2020.

Kejadian luar biasa ini menambah tekanan terhadap masalah-masalah yang sudah ada dalam perawatan, operasional dan rantai pasokan, seperti kurangnya peralatan dan obat-obatannya, operasional rumah sakit yang tidak efisien, kurangnya tenaga kerja, atau staf yang mengalami kelelahan luar biasa, sehingga menyebabkan kurang optimalnya perawatan pasien. Walaupun pandemi COVID-19 adalah krisis kesehatan masyarakat global yang paling signifikan di zaman ini, tapi COVID-19 bisa saja bukan yang terakhir.

Ke depan, tujuan sektor kesehatan adalah untuk mengembangkan rumah sakit yang lebih cerdas dan lebih terkoneksi, untuk mendukung komunikasi, agility, transparansi, dan resiliensi yang lebih baik untuk meraih keberhasilan, bahkan dalam situasi yang penuh ketidakpastian. Semua alur kerja, baik yang klinis maupun non-klinis, serta pasien harus dirancang dengan baik – bahkan kalau bisa serba otomatis. Rantai pasokan layanan kesehatan, supply room di rumah sakit, dan lingkungan perawatan kritis, harus dikelola dengan lebih baik dari saat ini.

Agar seluruh sumber daya menjadi efektif – termasuk pasien, staf, aset, dan data – pertama-tama rumah sakit harus meningkatkan kemampuan visibilitas operasional dan kolaborasi virtual mereka. Dengan demikian, fokus untuk satu atau dua tahun ke depan dilandaskan pada tiga prioritas unik namun saling berhubungan, yaitu: real-time intelligence, clinical mobility yang makin luas, serta asset monitoring dan tracking yang lebih baik.

BACA JUGA:  CEO Zahir: Teknologi Menjadi Urat Nadi Bisnis

Memperkuat Operasional Rumah Sakit dengan Real-Time Intelligence
Di rumah sakit, setiap menit itu berharga, dan para staf tidak bisa buang-buang waktu. Dengan banyaknya pasien yang harus dilayani dan kurangnya tenaga medis, maka mengetahui dengan pasti di mana lokasi para staf, pasien, aset dan inventaris, menjadi sangat krusial dalam pengambilan keputusan yang cepat. Mayoritas tenaga kesehatan dan pengambil keputusan yang disurvei oleh Zebra setuju bahwa real-time intelligence sangat krusial dalam memberikan perawatan pasien yang optimal.

Rumah sakit cerdas di masa depan bakal bergantung pada locationing (penentuan lokasi) dan otomatisasi untuk menjawab meningkatnya kebutuhan, tanpa mengorbankan kualitas perawatan pasien. Memahami pola penggunaan akan membantu dalam memprediksi apa yang dibutuhkan pada skenario di masa depan dan membantu menghasilkan penagihan yang lebih akurat dan tepat waktu.

Saat Internet of Things (IoT) makin canggih, teknologi seperti radio frequency identification (RFID) dan real-time location systems (RTLS) semakin mudah diakses. Jika mau, semua rumah sakit sebetulnya sekarang sudah bisa melacak pergerakan staf, pasien dan peralatan mereka, termasuk ketersediaan kamar dan pasokan – dan ternyata mereka memang mau. Sekitar 40 persen dari eksekutif yang disurvei mengatakan bahwa saat ini mereka menggunakan teknologi locationing di banyak area rumah sakit. Selain itu, lebih dari 75 persen pembuat keputusan yang disurvei mengatakan berencana untuk mengimplementasikan teknologi locationing untuk mengawasi semua hal, mulai dari pasien dan spesimen mereka, hingga ketaatan para staf terhadap peraturan di tahun depan.

Ketika diintegrasikan dengan solusi mobility dan teknologi cerdas lainnya, rumah sakit bisa mencapai ekosistem informasi yang optimal. Seperti meningkatkan pengaturan ruang operasi dan ruang gawat darurat, mengotomatisasi alur pasien sehingga bisa segera mengalokasi sumber daya bagi mereka yang kebutuhannya lebih mendesak, dan membuat para staf bisa lebih fokus pada pasien. Visibilitas yang lebih besar juga membuat penanganan inventaris dan pengelolaan rantai pasokan menjadi lebih baik, untuk mencegah kekurangan stok atau kadaluarsa, yang banyak dialami oleh rumah sakit.
Tujuan Mobility (Kini Lebih Besar)

Dokter membutuhkan perangkat yang powerful untuk berbagi dan menerima kecerdasan di rumah sakit – dan untuk berhubungan dengan para perawat di seluruh fasilitas rumah sakit atau di lapangan dalam ambulans. Menurut penelitian Zebra, 55 persen dokter yang disurvei mengatakan menghubungkan sistem rumah sakit supaya terjadi komunikasi yang lebih baik antar para pekerja, adalah tantangan utama di rumah sakit mereka.

BACA JUGA:  Zebra Technologies Suntik Tools Deep Learning Baru ke Software Machine Vision Aurora

Jawabannya, bagi kebanyakan organisasi layanan kesehatan ini, adalah mobility yang ditingkatkan. Sebanyak 80 persen dokter yang disurvei setuju bahwa kualitas perawatan pasien bisa ditingkatkan jika ada akses ke tool kolaborasi dan aplikasi layanan kesehatan.

Hasilnya, prioritas rumah sakit akan solusi mobility telah berubah seiring perkembangan mereka dalam empat tahun terakhir. Tahun 2017, para pemimpin di institusi layanan kesehatan lebih fokus berinvestasi untuk perawat pendamping pasien (bedside nurses), teknisi lab, apoteker, dan mereka yang sering mengakses electronic health records (EHR) dan melakukan koordinasi perawatan untuk pasien rumah sakit. Saat ini, prioritasnya – setidaknya di rumah sakit – adalah memberikan tool yang dibutuhkan oleh perawat dalam memberikan perawatan yang penting di ruang gawat darurat, ruang operasi, dan unit perawatan intensif, agar mereka bisa melakukan tugas-tugas yang mendesak dan mengelola lonjakan pasien dengan lebih baik.

Namun, pemimpin rumah sakit tahu bahwa setiap staf harus bisa dihubungi, responsif, dan bisa melaporkan status tugas mereka, jika rumah sakit mengelola rantai pasokan, mengatur logistik pergantian kamar, memastikan penagihan yang akurat, dan banyak lagi, dengan lebih baik. Mayoritas dokter dan pembuat keputusan yang disurvei juga setuju bahwa kualitas perawatan pasien akan meningkat jika perawat, dokter, dan staf pendukung non-klinis memiliki akses ke perangkat mobile dan aplikasi layanan kesehatan. Sekitar 9 dari 10 pembuat keputusan yang disurvei mengatakan mereka berencana untuk meningkatkan investasi mereka untuk solusi IT, clinical mobility, dan location, di mana lebih dari 35 persen mengindikasikan bahwa peningkatan investasi itu akan lebih dari 10 persen.

Mereka tidak memberikan perangkat begitu saja. Perangkat yang dimiliki rumah sakit dikhususkan untuk lingkungan klinis dengan aplikasi layanan kesehatan yang makin banyak digunakan di banyak area klinis.

Dulu, beberapa rumah sakit masih mengizinkan staf mereka menggunakan perangkat pribadi saat bekerja, dan beberapa rumah sakit pada awalnya menggunakan smartphone dan tablet consumer untuk menguji aplikasi mobile dalam settingan klinis. Tapi kemudian banyak yang mendapati bahwa perangkat tersebut tidak bisa memenuhi kebutuhan perawatan pasien akut. Penelitian Zebra mengungkap bahwa penggunaan perangkat yang healthcare-ready lebih disukai dibandingkan perangkat consumer, dengan hampir setengah dari pembuat keputusan yang disurvei melaporkan bahwa mereka memberikan perangkat milik rumah sakit yang enterprise-grade untuk staf rumah sakit mereka.

BACA JUGA:  Alasan Pentingnya Edge Computing di Jantung Smart City di Asia Pasifik

Ini adalah berita yang menggembirakan karena perangkat seluler yang khusus dikembangkan untuk layanan kesehatan memberikan staf klinis dan non-klinis fungsi yang mereka butuhkan untuk menjalankan tugas tanpa mengorbankan keamanan siber atau privasi pasien. Perangkat-perangkat ini juga tahan terhadap pembersihan dan disinfeksi yang harus dilakukan secara konstan untuk membantu mengurangi risiko infeksi, yang merupakan perhatian khusus di kalangan dokter dan eksekutif rumah sakit.

Memperluas Jangkauan dan Dampak dari Kolaborasi Virtual
Bagi rumah sakit, pandemi COVID-19 adalah momentum untuk bertindak: model perawatan harus berubah. Dokter dan perawat harus bisa berkonsultasi dengan rekan-rekan lain yang terpisah secara fisik – baik di luar kamar pasien yang terinfeksi atau dalam ambulans yang sedang menuju ke ruang gawat darurat. Mereka harus bisa memperbarui lebih banyak catatan medis, memberikan lebih banyak resep, memproses lebih banyak uji lab, dan memberikan kualitas pelayanan yang layak bagi setiap pasien tanpa kelelahan berlebihan.

Dengan demikian, pembuat keputusan yang berwawasan ke depan di rumah sakit menjajagi berbagai cara untuk membuat operasional menjadi lebih prediktif, bukannya reaktif, dan mereka beralih ke bantuan artificial intelligence (AI), prescriptive analytic, dan teknologi-teknologi canggih lainnya.

Perangkat yang didukung AI bisa memberdayakan para staf untuk memonitor dan merespons pasien dari jarak jauh melalui pemeriksaan dan pelaporan tanda-tanda vital secara teratur. Jika ada yang salah, mereka bisa mengirimkan pemberitahuan ke perangkat seluler dokter. Ini juga memberikan keuntungan dari sisi keamanan, karena bisa membantu membatasi jumlah staf klinis yang harus masuk ke kamar pasien yang terinfeksi.

Predictive operation juga akan memudahkan untuk meningkatkan pengelolaan alur kerja, dengan membantu pembuat keputusan – atau sistem otomatis – memberikan tugas yang tepat kepada orang yang tepat di waktu yang tepat.

Dengan kata lain, jika solusi teknologi dipilih dan diimplementasikan secara saksama, operasional rumah sakit akan menjadi lebih mudah dan intuitif. Para staf tidak lagi terpaksa harus bekerja di lingkungan yang kurang efisien. Dengan sistem yang lebih cerdas dan lebih terkoneksi, perawat, dokter, dan staf non-klinis di garis depan akan memiliki kecerdasan dan sumber daya yang mereka butuhkan untuk memberikan perawatan pasien yang konsisten, tanpa mengorbankan kesejahteraan mereka.

Tags: Zebra Technologies
Previous Post

Mirae Asset: Makroekonomi Diprediksi Membaik, Masuk ke Pasar Obligasi Jadi Opsi Menarik

Next Post

Telkomsel Siap Optimalkan Tambahan Frekuensi 2,1 GHz

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

hanwha-life-top-digital-awards-2025-level-stars-5

Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Teguh Imam Suyudi
23 December 2025 | 16:00

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen TOP Digital Awards 2025

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan Bergengsi TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
7 December 2025 | 09:00

Moratelindo TOP Digital Awards

Moratelindo Perkuat Kepemimpinan Transformasi Digital Lewat Dua Penghargaan Nasional TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
6 December 2025 | 09:00

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Fauzi
5 December 2025 | 13:58

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

Ahmad Churi
5 December 2025 | 11:14

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ratusan Perusahaan Terkemuka Raih Penghargaan TOP CSR Awards 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Inovasi Digital Jadi Fokus Strategi Komunikasi Indonesia Re di Tahun 2025

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AFTECH-Jalin Dorong Industri Perkuat Pertahanan Sistem Pembayaran Digital

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tak Terdampak Corona, Samsung Indonesia Pastikan Pasokan Galaxy Z Flip Aman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni
cover it works
cover it works

ICT PROFILE

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Fauzi
7 April 2026 | 11:46

Intel Corporation mengumumkan penunjukan Santhosh Viswanathan sebagai Vice President and Managing Director untuk kawasan Asia Pasifik dan Jepang (APJ). Dengan...

EXPERT

Red Hat Berambisi Capai Target Net Zero Emisi Gas Rumah Kaca di 2030

Titik Infleksi AI Selanjutnya: Mengubah Agen AI Menjadi ‘Superusers’ di Enterprise

Fauzi
21 May 2026 | 14:39

Oleh: Matt Hicks, President and CEO, Red Hat Jika Anda menyaksikan keynote di hari pertama Red Hat Summit 2026, Anda...

Seiring Jaringan yang Kian Cerdas, Ketahanan Telekomunikasi Akan Bergantung pada AI yang Tepercaya

Fauzi
20 May 2026 | 10:35

Oleh: Athul Prasad, Global Director, AI Industry Solutions, Telco, Media & Entertainment, Cloudera Ketahanan dalam industri telekomunikasi dulu berarti menjaga...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto