Mengangkat judul presentasi ‘Trengginas’, Perumdam Tirta Kencana Jombang berhasil melewati sesi penjurian TOP Digital Awards 2022 yang digelar Majalah It Works 2022 secara virtual.
Dihadiri langsung oleh Khoirul Hasyim, selaku Direktur, di awal presentasi dia mengungkap apa yang dimaksud ‘Trengginas’ menjadi judul dari paparan Perumdam Tirta Kencana Jombang pada sesi penjurian kali ini.
”Jadi, kami mencoba mengangkat kata ‘Trengginas’ untuk menjadi seluruh perubahan IT ini. Trengginas sendiri artinya adalah cepat, tanggap, tepat, efisien, kemudian lebih responsif,” jelas Khoirul.
Perumdam Tirta Kencana Jombang sendiri memiliki menjadi perusahaan air minum yang unggul, modern, dan berdaya saing.
Visi inilah yang disebut Khoirul menjadi dasar kenapa Perumdam Tirta Kencana Jombang harus mengembangkan IT. ”Yaitu kami ingin menjadi lebih modern daripada yang aslinya, di mana mungkin paradigma di masyarakat bahwa PDAM/Perumdam ya gitu-gitu saja. Maka kami ingin melakukan sesuatu yang baru berkesesuaian dan berterima dengan zaman Industri 4.0 ataupun Society 5.0. Sehingga ke depannya nanti ada perkembangan yang signifikan di dalam melakukan upaya-upaya pelayanan air aman dan juga bisnis ini,” tandasnya.
Adapun misi perusahaan antara lain:
- Meningkatkan kualitas pelayanan.
- Menekan tingkat kebocoran air, baik fisik maupun non fisik.
- Sistem pengelolaan keuangan yang akuntabel.
- Meningkatkan kemampuan SDM yang profesional.
- Memperkuat keseimbangan peran antarstakeholder.
Tata Kelola IT
Perumdam Tirta Kencana Jombang mengusung nilai perusahaan (corporate value) yang disingkat dengan nama ‘MAJU’ yang tak lain akronim dari Martabat, Antusias, Jujur, dan Unggul.
Pada nilai perusahaan yang terakhir ‘Unggul’, dijelaskan bahwa perusahaan selalu berkomitmen untuk meningkatkan kompetensi diri dan berinovasi guna kemajuan perusahaan. “Sehingga semangat-semangat kami setiap hari adalah terus membuat inovasi-inovasi guna perbaikan dan kemajuan perusahaan,” kata Khoirul.
Sejurus dengan itu, dalam paparannya, Khoirul mengatakan bahwa perusahaan memiliki strategi bisnis, yakni menambah jumlah pelanggan dengan mempermudah pelayanan melalui digitalisasi dan penggunaan sistem informasi terintregasi.
Tak heran, berkaca dari apa yang sudah diuraikan, Perumdam Tirta Kencana Jombang begitu concern dalam pemanfaatan IT. Hal itu juga terlihat dari anggaran yang digelontorkan perusahaan di mana terus ditingkatkan. Misalnya, pada tahun 2022 total anggaran IT yang dicanangkan perusahaan mencapai angka Rp441.625.000, sementara pada realisasi di tahun 2021 angkanya sebesar Rp320.859.000.
“Rasio kinerja basis anggaran TI terhadap total pendapatan atau omset 1,8% (2021) di anggaran tahun 2022 sudah naik (menjadi) 2,4%. Artinya concern kami tinggi. Kemudian anggaran TI terhadap total laba, yang di 2021 itu 25,5%, anggaran di tahun 2022 kita ambil 29% dalam rangka peningkatan layanan dan mempermudah layanan,” ungkap Khoirul.
Sementara dalam mekanisme pengambilan kebijakan investasi atau belanja IT, Perumdam Tirta Kencana Jombang berpegang pada empat hal, yakni Analisa Kondisi, Analisa resiko, Analisa efektifitas kinerja, serta performa kinerja.
Berkaitan dengan kebijakan investasi dan belanja IT yang dikaitkan dengan performa kinerja, Khoirul mengatakan bahwa setiap aplikasi yang di develop atau dibuat harus mampu meningkatkan kinerja. “Artinya, bahwa setiap pengembangan IT itu tidak boleh menjadi lebih rumit dan lebih susah, intinya mempermudah, mempercepat, dan membuat lebih efisien dari semuanya dan juga lebih baik. Sehingga performa kinerja, baik individual maupun korporat ini meningkat,” bebernya.
Inovasi
Seiring concern perusahaan dalam pemanfaatan IT, maka beberapa hasilnya adalah berupa inovasi atau pengembangan solusi bisnis. Dalam hal ini Perumdam Tirta Kencana Jombang telah mengembangkan sejumlah solusi bisnis, baik yang ditujukan bagi pelanggan, internal perusahaan, maupun eksternal.
Pertama, solusi yang dikenalkan berama Aplikasi Layanan Perumdam. Aplikasi berbasis Android ini sudah diimplementasi sejak tahun 2020 dan dikembangkan secara kombinasi, baik dari kalangan internal maupun eksternal masyarakat. ”Aplikasi ini diperuntukkan untuk pelanggan dan non pelanggan. Kami katakan nonpelanggan, karena nonpelanggan bisa mengakses, bisa ngasih data ke kami, ngasih kabar ke kami, bisa interaktif ke kami. kemudian nonpelanggan ini juga bisa melakukan masukan-masukan.” jelas Khoirul.
“Dengan adanya aplikasi Layanan Perumdam Tirta Kencana, khususnya untuk pelanggan, di mana yang dulunya harus datang ke kantor sekarang selesai di apps,” ujar Khoirul.
Adapun fitur ungulan perusahaan,antara lain aplikasi baca meter mandiri, Pengajuan pasang baru, Aduan, Cek tagihan, pembayaran online, ada news (berita), kemudian ada laporan. Laporan ini baik oleh pelanggan maupun nonpelanggan yang bisa diakses siapa pun.
“Kemudian dampaknya bagi perusahaan, Alhamdulillah eksposurenya meningkat, dan kemudahan-kemudahan pembayaran itu sangat mengurangi piutang yang terjadi, yang biasanya mereka harus ke kantor, lama, ngantri, malas, sekarang tinggal transfer aja. Ini lumayan mengurangi piutang,” jelasnya. terintegrasi.
Untuk solusi bisnis eksternal, Perumdam Tirta Kencana Jombang sudah memiliki sertifikat TIBER APPS. ”TIBER Apss ini kami katakan on progress kami punya AMDK (air minum dalam kemasan) namanya TIBER (Tirta Berkah), kami juga menyediakan apps untuk pelanggan dan agen,” ujar Khoirul.
Aplikasi Tiber digunakan untur order barang oleh agen dan pelanggan retail. Ke depan aplikasi Tiber akan ditanamkan pada Aplikasi Layanan Perumdam. Beberapa fitur unggulannya antara lain Fitur Pembelian, pemesanan, pembayaran on line.
“Manfaat untuk Perusahaan, antara lain mempercepat Proses Transaksi TIBER dan membuat semua terbuka tidak aka nada satu gelas pun satu botol pun tercecer tanpa tercatat, baik mulai dari pergudangangan, bahan. prosesing sampai dengan selling.” Khoirul.
Tidak ketinggalan dalam paparannya di hadapan dewan juri, Khoirul juga menyinggung soal pencapaian Level Industry 4.0 atau Society 5.0. Dalam hal ini mencakup aplikasi, infrastruktur, dan security.
“Aplikasi, kita punya. Infrastruktur, kita punya server sendiri. Kita juga sewa cloud untuk jaga-jaga jikalau ada trouble atau missing di dalam server kami. Jadi, mulai aplikasi, infrastruktur kami bangun, kemudian juga mempertimbangkan securitynya seperti apa nantinya. Kita sudah melaksanakan itu semua,” pungkasnya.














