Penulis: Agus Haryanto
Editor: Teguh IS.
Penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) Pemerintah Daerah Kabupaten Mojokerto, Provinsi Jawa Timur terus meningkat. Hal itu terlihat dari raihan indeks SPBE setiap tahun yang pengukurannya dilakukan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.
“Kami berharap meraih skor 3 untuk IT maturity level Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) tahun 2022 ,” demikian disampaikan Ardi Sepdianto selaku Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kab. Mojokerto di sesi Penjurian TOP Digital Awards 2022, secara online, Senin (07/11/2022), dengan materi presentasi “Transforming Mojokerto Digital Regency.”
TOP Digital Awards adalah ajang pembelajaran dan penghargaan bidang TI tingkat nasional, diselenggarakan majalah It Works sejak tahun 2016 bekerjasama dengan sejumlah asosiasi dan lembaga konsultan TI dan Telco. Tema yang diangkat dalam TOP Digital Awards 2022 ini adalah “The Strategic Impact of Digital Transformation in Business & Government.”
Penerapan SPBE Terus Meningkat
Mengutip laman Kemenpan RB, SPBE atau E-Government adalah penyelenggaraan pemerintahan yang memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk memberikan layanan kepada Pengguna SPBE. Hal ini seperti yang tertuang pada Peraturan Presiden No. 95 Tahun 2018 tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik.
SPBE ditujukan untuk untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, transparan, dan akuntabel serta pelayanan publik yang berkualitas dan terpercaya. Tata kelola dan manajemen sistem pemerintahan berbasis elektronik secara nasional juga diperlukan untuk meningkatkan keterpaduan dan efisiensi sistem pemerintahan berbasis elektronik.
Kepada dewan juri, Adi memaparkan perkembangan raihan indeks SPBE Kabupaten Mojokerto.”Untuk tahun 2018, kita dinilai di angka 1,74; kemudian 2019 meraih 1,55; dan dan 2020 tidak ada assessment. Untuk tahun 2021 mencapai angka 2,71.”
“Untuk tahun 2022, berdasarkan penilaian mandiri, kami mencapai 3,7 untuk indeks SPBE. Kami masih menunggu tunggu hasil dari Kementerian PANRB. Mudah-mudahan masih di atas 3,” harap Adi.
Sebagai informasi, evaluasi SPBE tahun 2022 dilakukan terhadap 517 kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah, terdiri atas 92 kementerian/lembaga dan 425 provinsi, kabupaten, dan kota. Penerapan SPBE terus didorong agar di tahun 2025 mencapai target indeks SPBE yang telah ditetapkan yakni 2,6 dimana saat ini masih mencapai 2,24.
Upaya Digitalisasi Pemkab Mojokerto
Menurut Adi, upaya Pemkab Mojokerto dalam menggenjot penerapan SPBE itu tercermin dari sejumlah langkah yang telah dijalankan sejak beberapa tahun terakhir ini.
Dimulai dengan membangun pola pikir digital yang secara intens dilakukan sejak 2020, di kalangan internal di Pemkab ojokerto. Seperti mewajibkan semua pengesahan dokumen atau surat di lingkungan Pemkab memakai tanda tangan elektronik (e-sign)..
“Semua komunikasi, surat-menyurat itu memakai aplikasi e-Office. Bahkan tahun 2022 e-Office dan tanda tangan elektronik, sudah terhubung ke seluruh pemerintah desa. Ada 299 desa dan 5 kelurahan. Namun memang untuk implementasinya masih belum maksimal karena membangun digitalisasi ini yang paling susah adalah membangun mindset. Menyadarkan para kepala desa agar bisa ber-mindset digital juga perlu waktu dan proses,” ungkap Adi.
Kemudian 2021, lanjut Ardi, segala macam rapat sudah diwajibkan untuk memakai aplikasi e-Agenda untuk registrasi bagi peserta yang hadir. Sehingga peserta yang hadir tidak perlu lagi mengisi buku absensi secara manual.
Tahun 2021 juga, setiap perjalanan dinas harus menggunakan aplikasi e-SPPD, mulai dari pembuatan surat tugas sampai dengan cetak kuitansi SPPD, hingga pembuatan laporan hasil kegiatan SPPD. Untuk SPPD ini pertanggungawabannya pakai foto yang berbasis by location.
Masih di tahun yang sama, Diskominfo Kab. Mojokerto bekerjasama dengan Kementerian Kominfo mengadakan Gerakan Nasional Literasi Digital di Kabupaten Mojokerto secara online. “Salah satu narasumber tetapnya adalah Bupati yang mengisi setiap minggu,” tutup Adi.
Baca: Pemkot Mojokerto Hadirkan Inovasi Aplikasi Gayatri
Baca:














