ItWorks- Berawal adanya kendala terkait data sosial, ekonomi, data kesehatan masyarakat, serta data sumber daya manusia (SDM) yang belum valid dan belum terinventarisasi dengan baik, Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto akhirnya mengembangkan inovasi sistem berbasis teknologi informasi (IT). Melalui aplikasi Gayatri yang dikembangkan sejak 2018, kendala tersebut kini dapat teratasi, data sasaran menjadi lebih valid dan terintegrasi, sehingga memudahkan dalam menetapkan kebijakan secara komprehensif.
“Aplikasi Gayatri merupakan upaya konkret Pemerintah Kota Mojokerto menjadi wadah peran serta aktif masyarakat, terlibat langsung dalam penetapan kebijakan pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan kepedulian masyarakat, dan membuka wawasan terhadap manfaat Teknologi Informasi,” ujar Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari saat Presentasi dan Wawancara Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) Tahun 2020 secara daring yang diadakan Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPANRB), sebagaimana dilansir Humas KemenPANRB dalam portal web, resminya, baru-baru ini.
Disebutkan, inovasi Gayatri yang dikembangkan oleh Dinas Kesehatan Kota Mojokerto tersebut, merupakan layanan berbasis kesehatan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan tanpa perlu mendatangi puskesmas, klinik, atau rumah sakit. Terobosan ini juga bertujuan mengatasi permasalahan ekonomi, sosial, maupun kesehatan yang dapat digunakan untuk melaporkan hasil kegiatan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dan permasalahan yang ditemukan kader motivator kesehatan.
Gayatri juga digunakan untuk mendeteksi dan melaporkan warga yang sakit, namun tidak bisa berobat langsung ke Puskesmas dengan mengisi formulir di aplikasi agar bisa langsung ditanggapi tim kesehatan puskesmas untuk dilakukan kunjungan rumah.
Bagi masyarakat, aplikasi Gayatri bisa digunakan untuk antre periksa ke Puskesmas secara daring atau online, dan cek status kesehatan anggota keluarga. Data kesehatan semua anggota keluarga terekam dalam fitur family folder, sehingga jika ada anggota keluarga yang memiliki riwayat penyakit dan harus kontrol, akan muncul pemberitahuan untuk periksa pada saat itu juga.
Aplikasi Gayatri melibatkan peran aktif masyarakat mulai dari input data sasaran berbasis NIK dan KK, meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pemantauan kesehatan perseorangan, kesehatan keluarga melalui family folder. Pemantauan kesehatan lingkungan, pengawasan pelayanan kesehatan melalui pengaduan masyarakat, yang semuanya dapat diakses dengan mudah oleh masyarakat melalui Android, sehingga diharapkan berdampak pada peningkatan kepercayaan terhadap pelayanan kesehatan yang berkualitas, transparan, akuntabel, dan profesional.
Dalam masa pandemi Covid-19 ini, Gayatri berperan penting untuk memantau kesehatan dan menghindari kontak langsung sehingga efektif memutus rantai penularan Covid-19. Pemantauannya dilakukan melalui aplikasi dengan sistem komunikasi dua arah, antara tenaga kesehatan dengan orang dalam pemantauan (ODP), orang dalam risiko (ODR), orang tanpa gejala (OTG), dan pasien positif Covid-19 yang melakukan isolasi mandiri di rumah. Dengan teknologi geotagging, memudahkan pemerintah untuk melakukan tracing, tracking, finding, serta pemantauan Tim Posko Covid-19 Kelurahan sampai tingkat RT/RW. (AC)














