ItWorks- Setelah melalui serangkaian proses penjurian yang memakan waktu sekitar tiga (3) bulan, para peraih bintang penghargaan TOP Digital Awards 2022 akhirnya diumumkan secara langsung pada Puncak Acara Penghargaan TOP Digital Awards 2022 yang berlangsung, Kamis, 15/12/2022, di Raffles Hotel, Jakarta. PT Xynexis International menjadi salah satu peraih i dengan memboyong dua penghargaan sekaligus.
Tahun ini merupakan tahun keempat kalinya, PT Xynexis International mendapat penghargaan Top Digital Awards dengan menyabet dua penghargaan sekaligus. Pertama sebagai “Top Digital Security Indonesia” untuk korporasi berkat inovasi dan terobosan yang dilakukan dalam mengembangkan solusi IT security dan keamanan digital, bagi para pelanggan (user), baik korporasi, lembaga, termasuk dari government institution. Sedangkan penghargaan kedua yakni “TOP Leader on Digital Implementation 2022” yang diberikan kapada Eva Noor selaku CEO PT Xynexis Internasional, atas komitmen dan dukungan kuat dalam mendorong inovasi-inovasi dalam kaitan trasformasi digital di perusahaan yang dipimpinnya.
Dalam kesempatan tersebut, CEO PT Xynexis Internasional, Eva Noor menyampaikan apresiasinya kepada IT Works yang telah memilih Xynexis dan dirinya menjadi salah satu nominator hingga meraih penghargaan (awards) ini. Dua penghargaan yang diterimanya diyakini Eva akan menjadi inspirasi untuk menjadi lebih baik lagi kedepannya.
Eva mengaku selalu ada hal menarik pada penyelenggaraan awards tahun ini, dimana proses penjuriannya cukup ketat dan panjang serta banyak hal-hal baru yang dirasakan.“Event tahun ini ada sesuatu yang berbeda dan cukup menarik dari sisi penjurian sehingga banyak pembelajaran yang dipetik,” ungkap Eva Noor didampingi Fetri Miftach – Director of Professional Services PT Xynexis International usai menerima penghargaan ini pada (15/12/2022), di Raffles Hotel, Jakarta.
Ketika masuk pada tahap penjurian, Eva cukup kaget karena banyak hal baru ditemui dalam proses penjurian yang berbeda. Pandemi covid-19 menjadi landscape baru yang sekaligus memberikan pelajaran berharga yang mendorong ada lompatan baru trasformasi digital. Begitu juga di Xynexis, di mana dari sisi perusahaan tahun ini juga banyak inovasi dan terobosan baru yang dilakukan.
“Saya tidak bisa bilang mendapat awards empat kali berturut turut menjadikan Xynexis nyaman. Semakin sering mendapat awards justru menjadikan Xynexis harus menjadi lebih baik lagi, minimal bisa menjaga dan mempertahankan kualitas brand yang sudah ada.” Imbuh Eva.

Untuk awards Top Leader ada beberapa kategori yang dilihat oleh para dewan juri. Eva mengaku sebisa mungkin mejadi pribadi yang cukup otentik atau apa adanya. Ketika juri memiliki berbagai pertanyaan, Eva pun menjawab pertanyaan tersebut dengan apa adanya dari pengalaman yang dimiliki dan tidak mengada ada dalam menjalankan bisnisnya.
Saat menjalankan bisnis, Eva mengakui banyak keputusan yang harus dibuat. Dari situ bisa terlihat apa yang dilakukannya mengukur jiwa leadershipnya. Leadership bisa sangat terlihat ketika keputusan keputusan yang diambil bukan pada waktu perusahaan dalam kondisi nyaman, tetapi justru sebaliknya.
Dua tahun setengah masa pandemi adalah sebuah peristiwa dimana kesulitan dunia usaha di alami semua orang. Dari situ para juri dapat melihat bagaimana Eva melewati tantangan tersebut (pasca pandemi).
Yang lebih menarik menurut Eva, juri yang dijumpai saat proses tahapan menjadi nominasi adalah beraneka ragam latar belakang. Dari yang memahami bisnis siber sekuriti hingga pada pemerhati usaha kreatif. “Karena juri yang ada dari berbagai macam latar belakang bisnis, ketika mereka memberikan pertanyaan Saya justru sangat suka. Selain pertanyaan menjadi variatif juga terasa lebih nyata dan masuk akal,” ujar Eva.
Yang paling utama bagi Eva, adanya event awards ini menjadi sangat terasa tatkala kita telah melakukan banyak hal, kemudian kita mendapat apresiasi.“Hal itu yang membuat kita menjadi termotivasi menjadi lebih baik lagi kedepannya,” kata Eva.
Ajang penghargaan tahunan bidang Teknologi Informasi Komunikasi (TIK) & Solusi Digital terbesar tingkat nasional ini di helat majalah ItWorks bekerjasama dengan sejumlah Asosiasi TI & TELCO Indonesia. Pada puncak acara penghargaan, hadir sejumlah Pimpinan Kementerian, Lembaga/Badan, Kepala Pemerintah Daerah, Walikota, Gubernur, serta IT Manager atau Chief Technology Officer (CTO) / Chief Information Officer (CIO) dari berbagai perusahaan, organisasi dan institusi untuk menerima langsung penghargaan ini.
The Strategic Impact of Digital Transformation in Business & Government adalah tema yang di angkat tahun ini. Diharapkan para peraih penghargaan telah mampu membuktikan bahwa inovasi, kreatifitas dan terobosan digital yang dilakukan, baik oleh perusahaan, institusi, Lembaga atau pun organisasi telah berdampak signifikan, baik di internal perusahaan maupun hubungan eksternal, termasuk dengan mitra bisnis atau pelanggan (masyarakat).
Xynexis Launching Layanan Baru.
Sejalan dengan dinamika dan perkembangan digitalisasi yang kioan pesat, Xynexis juga tak henti untuk terus berinovasi, terutama untuk menghadirkan solusi keamanan siber yang andalk. Xynexis International, baru saja meluncurkan layanan baru yaitu Data Protection dan Data Privacy Practice yang mencakup data protection as services dan DPO as services.
Data Protection dan Data Privacy Practice dari Xynexis dapat membantu organisasi dalam penerapan keamanan data dan privasi data dan serta mematuhi peraturan yang ada saati ni. Karena seperti kita tahu lanskap ancaman yang semakin kompleks dan berkembang.
Sebagai perusahaan yang sudah cukup lama menggeluti dunia siber sekuriti peluncuran layanan data protection dan data privacy merupakan komitmen perusahaan yang terus memberikan value terhadap klien Xynexis dengan solusi yang komprehensif. Dengan pengalaman hampirdua dekade Xynexis mempunyai sumber daya manusia yang berkualitas dan track record yang mumpuni di bidang siber sekuriti.
Xynexis memulai jual service dan data proteksi sejak tahun 2017, berpartnerdengan perusahaan luar yang berpengalaman dalam penerapan aturan GDPR. Di eropa sendiri GDPR ada sejak tahun 2016. Melihat peluang kebutuhan akan hal itu maka tahun 2017 Xynexis cobam endalami services ini.
Dari tahun 2017 Xynexis sudah mulai penetrasi ,sosialisasi dan mengedukasi pentingnya data privasi dan data proteksi. “Perusahaan di Indonesia umumnya bila tidak ada urgensinya kebutuhan implementasi data proteksi yang diharuskan maka banyak yang melakukannya tidak maksimal,” ujar Eva.
Setelah UU PDP disahkan pemerintah, barulah kebutuhan akan data proteksi mulai banyak diminati perusahaan-perusahaan. Atas kebutuhan hal tersebut maka Xynexis melaunching produk layanan tersebut dengan tujuan membantu perusahaan pada masalah keamanan data dan data perusahaannya serta bisa comply pada aturan-aturan perlindungan data di Indonesia yang telah ada,maupun negara lain.
Kebocoran akan data di sebuah perusahaan masih banyak disebabkan oleh faktor human error (kesalahan SDM), karena kurangnya kesadaran (awareness) dan pemahaman yang mendalam serta menyeluruh pentingnya sebuah keamanan data di satu perusahaan.
Kenapa bisa terjadi kebocoran ? Karena diperusahaan tersebut tidak menjalankan prosedur keamanan data dan informasi yang komfrehensif dan menyeluruh dalam menjalankan keamanan data disatu perusahaan dan banyaknya elemen yang harus dijalankan.
Dalam sepuluh tahun belakangan yang cukup besar mempengaruhi bocornya data adalah karena kesalahan manusia atau SDM (Human Error) yang akhirnya mempunyai celah adanya tindakan kejahatan didunia siber (cybercrime).
Perusahaan yang sering mengalami kebocoran data umumnya ada pada perusahaan yang bergerak dibisnis finansial, provider dan bisnis strategis lainnya yang fokus pada pelayanan umum (public service).
“Di Indonesia, bila ada kebocoran data disatu perusahaan masih sedikit yang mau melapor. Harusnya dengan adanya UU PDP setiap ada insiden kebocoran data harus segera dilaporkan seperti yang sering terjadi diluar negeri. Karena pelanggaran data pribadi dapat menimbulkan konsekuensi reputasi dan finansial yang signifikan, pelanggaran data pribadi perlu dikelola dengan hati-hati. Jangan menunggu terjadinya pelanggaran data pribadi. Harus mulai melakukan Langkah perbaikan segera” ujar Eva.
Menurut Eva, Tidak ada yang 100 persen aman, diluar negeri sekalipun urusan kebocoran data sering kali terjadi, bedanya mereka tahu apa yang harus dilakukan dan cepat mengambil tindakan untuk penangannnya. Dengan perusahaan menerapkan standar data keamanan dan proteksi yang baik, itu memperkecil resiko kebocoran.
“Xynexis selama ini berfokus pada soal membangun keamanan informasi, data dan siber. Hampir dua dekade, kami telah berkomitmen untuk membantu industri dalam membangun dan menjalankan siber sekuriti program untuk memastikan bahwa organisasi dan industri di Indonesia bisa lebih aman” ungkap Eva. (AC)














