Kementerian Komunikasi dan Informatika kembali menggelar Program Digital Talent Scholarship 2023 (DTS 2023) yang terdiri dari delapan pelatihan. Tujuannya menyediakan tenaga-tenaga baru, pekerja-pekerja baru, atau talenta talenta baru untuk mengisi kekosongan yang ada di industri.
Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan SDM Kemenkominfo Hary Budiarto di Jakarta, Selasa, 31/01/2023, memaparkan, kedelapan program pelatihan digital dalam DTS, yaitu:
Pertama, Fresh Graduate Academy (FGA) diperuntukkan untuk para lulusan yang belum atau tidak sedang bekerja agar memiliki kompetensi profesional, sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Kementerian Kominfo akan bekerja sama dengan industri agar para lulusan talenta digital yang mengikuti program FGA bisa langsung terserap ke dunia kerja.
Kedua, Vocational School Graduate Academy diperuntukkan bagi lulusan SMK/sederajat serta Diploma 3 dan 4 yang belum bekerja. Program ini hadir untuk menyiapkan talenta digital yang memiliki standar kompetensi sesuai Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI).
Khususnya untuk SKKNI di bidang komunikasi, SKKNI di bidang IT, serta SKKNI di bidang telekomunikasi. Tujuannya atau outputnya adalah mereka melakukan pelatihan dan kita langsung sertifikasi.
Ketiga, Thematic Academy, program spesifik ditujukan untuk kalangan atau sektor tertentu, seperti penyandang disabilitas dan anak-anak. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan digital dasar masyarakat. Tema pelatihan yang dihadirkan dalam program ini, termasuk video content creator dan pengenalan coding untuk siswa SD dan SMP.
Keempat, Professional Academy bertujuan untuk memfasilitasi para pekerja yang ingin alih kompetensi (reskilling) untuk bekerja di bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), atau meningkatkan kompetensi (upskilling) bagi para tenaga kerja TIK untuk memperdalam dan memperluas keterampilan.
Kelima, Government Transformation Academy, program pelatihan yang bertujuan meningkatkan kompetensi ASN untuk mendukung akselerasi transformasi digital. Nantinya melalui program ini para ASN dapat menerapkan kompetensi tersebut dalam pelayanan publik.
Keenam, Digital Entrepreneurship Academy merupakan pelatihan kepada masyarakat umum yang ingin menjadi wirausaha digital. Terdapat sejumlah kurikulum pelatihan yang dihadirkan, mulai dari level dasar seperti pengenalan marketplace dan marketing digital hingga level yang lebih tinggi seperti penggunaan big data atau kecerdasan artifisial untuk pengembangan produksi.
Ketujuh, Talent Scouting Academy yang ditujukan kepada para mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi di bidang teknologi informasi dan komunikasi. Pelatihan ini memberikan kesempatan bagi para mahasiswa untuk belajar di luar kampus melalui pelatihan yang diselenggarakan secara daring/luring.
Terakhir, Digital Leadership Academy yang merupakan program pelatihan untuk para pimpinan, baik yang berasal dari sektor publik seperti pemerintah, lembaga non pemerintah, pemerintah daerah, hingga sektor privat seperti pihak swasta.
Pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas para pimpinan dalam menginisiasi dan mendorong perubahan dalam rangka mendukung akselerasi transformasi digital di Indonesia.
Hary mengatakan dalam pelatihan ini, Kementerian Kominfo bekerja sama dengan delapan universitas internasional, antara lain National University of Singapore, Harvard University dan Oxford University.
Pada 2023, kata dia, para peserta DLA juga berkesempatan untuk melakukan kunjungan ke Korea Selatan untuk melakukan studi banding.














