Kesenjangan digital di Indonesia masih dirasakan terutama di wilayah Indonesia Bagian Timur yang membutuhkan ketersediaan infrastruktur digital handal dan didukung kontribusi dari Pemerintah dan Swasta Nasional secara keberlanjutan.
Nah, dalam kaitan untuk menjawab permasalahan tersebut, Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) dan PT Era Bangun Telecomindo (EBTEL) melakukan Penandatanganan Nota Kesepatahaman (MOU) Backbone Sulawesi dan Kalimantan.
Kemitraan tersebut bertujuan untuk membantu program pemerintah di bidang pemerataan internet dan kesenjangan digital di daerah dengan menyediakan jaringan serat optik mulai dari jaringan antar node atau PoP dengan kapasitas mulai dari lOOG, untuk dapat digunakan oleh anggota APJII untuk menyalurkan internet di daerah sepanjang route kabel serat optik EBTEL.
Sekaligus anggota APJII, baik ISP Lokal dan Operator yang akan membuka layanan di wilayah Indonesia bagian Timur, khususnya Sulawesi dan Kalimantan dengan jaringan yang stabil, berkualitas dan terjamin kehandalannya, karena dibangun menggunakan sistem proteksi, berupa produk layanan berbasis Metro Backbone dengan teknologi “SG Ready”.
Direktur Utama PT Era Bangun Telecomindo, Eddy BJ Sihombing, mengakui bahwa penetrasi internet di Sulawesi dan Kalimantan masing kurang, Untuk itulah, EBTEL yang tadinya melayani selular, sekarang men-develop khusus di dua pula itu,
”Kalau kita lihat sih kompetitor tidak banyak di sana. Jadi, kita melihat kebutuhan masih besar di sana dengan fokus di sana, memang tahun ini kita sudah hampir (menggelar) 8000 km. Jadi, kami tetap berprogram, khususnya untuk Sulawesi dan Kalimantan kita mau develop di sana bersama teman-teman APJII yang ada di daerah tentunya dengan BAKTI yang sudah men-support kita juga,” ujar Eddy BJ Sihombing dalam sambutannya di acara penandatangan MoU dengan APJII, Rabu (8/3/2023).
Sementara itu, Muhammad Arif, Ketua Umum APJII yang hadir dalam acara penandatangan kerja sama tersebut lebih menyoroti terkait dengan hasil survey penetrasi internet di Indonesia di 2022-2023 yang baru saja dirilis APJII.
Muhammadi Arif, mengakui bahwa dibanding survey sebelumnya, pertumbuhan penetrasi Internet pada tahun 2022-2023 memang tidak semasif tahun sebelumnya di mana pertumbuhannya sangat signifikan, di mana hampir mencapai 40 juta jiwa pengguna internet baru.
”Di tahun 2022 dan 2023 memang peningkatannya tidak terlalu signifikan, karena pandemic covid-19 sudah di-boost luar biasa penetrasi internet kita. Menurut saya, sisanya itu tahun ke depan tidak terlalu loncat-loncatan seperti tahun sebelumnya. Tapi saya pikir ini tinggal sisanya, karena saya lihat Sulawesi di kota-kota besar sudah hampir 70% masyarakat sudah menerima layanan internet. Jadi, tinggal sisanya saja yang belum tercover dengan baik. Kerja sama ini saya pikir bisa meningkatkan penetrasi internet di Indonesia,” jelasnya.
EBTEL sendiri diketahui sebagai Perusahaan Jaringan Telekomunikasi dan mempunyai jaringan kabel serat optik di Sulawesi dan Kalimantan.
”Harapan kami Era Bangun Telecomindo, semoga kerja sama kita dengan APJII dan BAKTI bisa lebih massif dan lebih baik lagi, dan tentunya saling menguntungkan. Mudah-mudahan bisa sinergi win-win solution,” pungkas Eddy BJ Sihombing.














