Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga menyatakan peluang pasar produk kreatif dan digital di dunia makin terbuka. Pemerintah memiliki program pendampingan pengembangan produk kreatif berorientasi produk.Tahun ini, fokus pengembangan produk kreatif diarahkan ke produk kriya seperti fesyen, animasi, komik dan gim serta jasa ritel.
“Pemilihan produk tersebut sesuai dengan kondisi permintaan produk kreatif sektor kriya yakni animasi, komik, dan gim(ACG) yang digandrungi oleh pasar milenial di pasar domestik maupun global,” tutur Wamendag, saat melakukan kunjungan ke Malang Creative Center di Malang, Jawa Timur, Kamis (09/03/2023).
Dalam sektor ACG, kekayaan intelektual (intellectual property/IP) merupakan salah satu kategori ekspor berupa ekspor atas hak paten karakter atau produknya. Sebagai contoh adalah penggunaan karakter Marvel atau Disney dalam promosi produk.
“IP merupakan aset dalam pengembangan sektor ACG untuk bisa ekspor dan akan menghasilkan pendapatan yang berkelanjutan. Hal ini dikarenakan IP akan memberikan efek pengganda (multiplier effect) kepada sektor lain,” ujar Jerry.
Kementerian Perdagangan juga telah melakukan kerja sama dengan beberapa pihak terkait untuk pengembangan ekspor sektor ACG sub sektor animasi, komik, gim, dan licensing-merchandisingvantara lain kerja sama dengan Asosiasi Animasi Indonesia (AINAKI), Asosiasi Komik Indonesia (AKSI), Asosiasi Game Indonesia (AGI), dan Asosiasi Licensing-MerchandisingvIndonesia (ALMI).
Baca: Fokus Akselerasi Pertumbuhan Industri Kreatif, Threego Targetkan Pendapatan Rp1 Triliun di 2023














