PT Telkom Indonesia Tbk mencatat penurunan laba bersih sebesar 16,19% menjadi Rp 20,75 triliun di akhir tahun 2022. Pada tahun 2021, laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp 24,76 triliun.
Mengutip pemberitaan media nasional, 25/03/2023, penurunan laba Telkom tersebut karena kerugian yang belum direalisasi dari perubahan nilai wajar atas investasi sebesar Rp 6,44 triliun di tahun 2022. Pada tahun 2021, Telkom mencatat keuntungan yang belum direalisasi dari perubahan nilai wajar atas investasi sebesar Rp 3,43 triliun.
Menurut Telkom, anak usahanya yaitu Telkomsel, menilai nilai wajar investasi di PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk dengan menggunakan nilai pasar saham GOTO sebesar Rp 91 per saham pada akhir Desember 2022. Jumlah kerugian yang belum direalisasikan dari perubahan nilai wajar investasi Telkomsel pada GOTO pada akhir tahun lalu adalah Rp 6,74 triliun.
Sementara, Telkom mencatat kenaikan pendapatan di tahun 2022. Pendapatan Telkom mencapai Rp 147,31 triliun pada tahun 2022. Pendapatan Telkom naik tipis 2,86% dari tahun sebelumnya yang mencapai Rp 143,21 triliun.
Pendapatan mobile masih menjadi kontributor terbesar bisnis TLKM. Pada tahun lalu, pendapatan mobile Telkom mencapai Rp 85,49 triliun, naik tipis dari Rp 84,27 triliun.
Meski hanya naik tipis, pendapatan mobile ini mencatat kenaikan di segmen pendapatan data dan internet dari Rp 64,5 triliun menjadi Rp 69 triliun. Tetapi, ada penurunan pendapatan telepon seluler dari Rp 14,66 triliun menjadi Rp 11,9 triliun.














