Laporan Digital Competitiveness Index Indonesia tahun 2023 naik dari 27,9 (2020) menjadi 38,3 (2023) sehingga menunjukkan transformasi digital di Indonesia sudah berkembang cukup signifikan.
Pemerintah Indonesia mendorong optimalisasi transformasi digital yang mampu menjadi enabler bagi terciptanya efisiensi input untuk mendukung produktivitas tinggi pada berbagai sektor ekonomi dan bisnis. Tahun lalu, sekitar 40% atau mencapai USD77 miliar dari nilai total transaksi ekonomi digital ASEAN berasal dari Indonesia.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan pada 2025, nilai tersebut diprediksi akan meningkat dua kali lipat menjadi USD130 miliar, dan terus akan meningkat hingga mencapai sekitar USD360 miliar di 2030.
“Ke depan, potensi dan peluang ekonomi digital Indonesia semakin terbuka lebar. Apalagi Indonesia memiliki jumlah penduduk terbesar ke-4 di dunia, yang sebagian besar dalam usia produktif (bonus demografi), serta tingkat penetrasi internet kita mencapai 76,8%,” jelasnya dalam virtual keynote speech dalam Peluncuran Laporan East Ventures – Digital Competitiveness Index 2023, dari Jakarta Pusat, Rabu (05/04/2023).
Laporan East Ventures – Digital Competitiveness Index 2023 bertema “Keadilan Digital bagi Seluruh Rakyat Indonesia” dikerjakan bersama Katadata dan PwC Indonesia sejak 2020.
Laporan tersebut dalam bentuk indeks yang mengukur perbandingan daya saing digital di antara 38 provinsi dan 157 kabupaten dan kota di Indonesia. Laporan itu diharapkan dapat menjadi rujukan yang dapat dimanfaatkan stakeholders dalam membangun ekonomi digital Indonesia yang inklusif dan berkelanjutan.
Turut hadir dalam acara ini yakni antara lain Deputi Bidang Kerja Sama Ekonomi Internasional Kemenko Perekonomian, Co-Founder and Managing Partners East Ventures, CEO Katadata, Direktur Katadata Insight Center, dan Partner at PwC Indonesia Advisory.
Baca: Kemampuan Digital SDM yang Rendah jadi Tantangan Ekonomi Digital














