BUMN Holding Industri Pertambangan MIND ID telah mengadopsi berbagai teknologi digital dan otomatisasi pada berbagai lini aktivitas operasional dan produksi untuk mendukung smart mining.
“Smart mining telah menjadi bagian penting dari strategi bisnis untuk meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan keberlanjutan” kata Sekretaris Perusahaan MIND ID Heri Yusuf, dalam siaran pers, 29/07/2023.
Digitalisasi telah dilakukan di sejumlah aktivitas di kantor pusat MIND ID, salah satunya MIND Control Tower yang mengintegrasikan data produksi, penjualan, marketing, dan keuangan. Selain itu, ada juga SAP Central Finance yang mampu mengonsolidasi data keuangan dari masing- masing anggota MIND ID dan kantor pusat.
MIND ID juga memiliki Sertifikasi ISO 27001 yang membuktikan bahwa MIND ID telah memenuhi standar keamanan infomasi. Holding BUMN Tambang ini juga telah melakukan digitalisasi berupa AIMIND yang merupakan aplikasi audit internal yang terintegrasi ke seluruh anggota MIND ID.
Pada 2022, beberapa proyek terkait otomasi dan digitalisasi juga telah dilakukan seluruh anggota MIND ID. Sebut saja PT Aneka Tambang Tbk (Antam) yang membuat FeNi Plant Fleet Management System (FMS).
Proyek tersebut merupakan sebuah instalasi GPS di kendaraan operasional di area FeNi Plant. Proyek ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas dan kemudahan dalam mengawasi kegiatan operasional, sehingga dapat mengurangi dan mencegah hilangnya waktu kerja.
Sementara, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) mengimplementasikan penggunaan bis listrik untuk transportasi pegawai sebanyak 15 unit. Proyek ini menjadi sarana antar-jemput pegawai di UPTE dan Pelabuhan Tarahan dengan menggunakan kendaraan ramah lingkungan.
Proyek otomasi dan digitalisasi lain dari Grup MIND ID adalah proyek Pembaharuan Control Coke Receiving, Coke Preparation & Crushing System at Green Plant dari PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum). Proyek ini melakukan pembaharuan control system konvensional menjadi PLC untuk meningkatkan performa dan mencegah sparepart cepat rusak.
PT Timah Tbk juga memiliki proyek alat tambang, yaitu Tambang Kecil Terintegrasi (TKT) sejak 2017. TKT atau Sub Surface Mining menggunakan sistem penambangan Borehole Mining (BHM) di bawah tanah.
Melalui proyek tersebut, perusahaan dapat membuat timah alluvial lebih banyak dan tersebar di titik-titik tambang yang sebelumnya tidak bisa dimasuki karena terkendala lahan yang luas. TKT juga berdampak pada luas bukaan tambang yang lebih kecil dibandingkan dengan metode open pit.
BUMN Holding Industri Pertambangan MIND ID (Mining Industry Indonesia) melalui entitas PT Mineral Industri Indonesia (Persero) memiliki mayoritas saham pada empat perusahaan industri tambang terbesar di Indonesia; PT Aneka Tambang Tbk, PT Bukit Asam Tbk, PT Timah Tbk, dan PT Freeport Indonesia.
Baca juga: Dukung Smart Mining, Telkomsel & Putra Perkasa Abadi Terapkan Private Network














