ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Indonesia Tertarik Join Terapkan 5 GW Battery Storage System

Fauzi
14 December 2023 | 10:00
rubrik: Business Solution
Indonesia Tertarik Join Terapkan 5 GW Battery Storage System

Ilustrasi, Image: Istimewa

Share on FacebookShare on Twitter

Di ajang United Nations Climate Change Conference (COP28) tahun ini, Global Leadership Council (GLC) dari Global Energy Alliance for People and Planet (GEAPP) mengumumkan beberapa negara telah menyampaikan komitmen mereka pada Konsorsium Battery Energy Storage System (BESS) diikuti dengan respon positif dari Indonesia.

Beberapa negara tersebut meliputi Barbados, Belize, Mesir, Ghana, India, Kenya, Malawi, Mauritania, Mozambik, Nigeria, and Togo. Melalui Konsorsium BESS, negara-negara ini menjadi pionir dan bagian dari upaya kolaboratif dalam merealisasikan komitmen 5 gigawatt (GW) BESS pada akhir 2024 dan menyalurkannya pada akhir 2027.

Sedangkan, untuk dapat mengurangi kemiskinan energi dan satu gigaton CO2 pada 2030, negara – negara pionir tersebut membutuhkan kurang lebih 400 GW energi terbarukan. Dimana dalam hal ini perlu adanya pengembangan kapasitas penyimpanan sebesar 90 GW. Komitmen awal konsorsium BESS sebesar 5 GW akan membantu menciptakan road map untuk mencapai sisa kapasitas tersebut pada 2030, menunjukkan peran kunci dalam percepatan transisi energi yang adil.

Battery Energy Storage Systems merupakan elemen penting untuk meningkatkan kemampuan jaringan listrik dan mengakomodasi variabel sumber energi terbarukan yang diperlukan untuk menggerakkan pengembangan ekonomi. Dalam banyak kasus, kombinasi BESS dan energi terbarukan sudah lebih murah dibandingkan alternatif berbahan bakar fosil. Konsorsium BESS adalah kemitraan dari banyak pihak yang dibentuk untuk memastikan manfaat BESS mampu mentransformasi sistem energi di negara-negara berkembang.

Negara-negara pionir dari Konsorsium BESS akan didukung oleh beberapa mitra termasuk GEAPP, African Development Bank (AfDB), the World Bank, Asian Development Bank (ADB), Inter-American Development Bank (IDB), the Agence Française de Développement (AFD), German Agency for International Cooperation (GIZ), RMI, Africa50, Masdar, Infinity Power, COP28 Presidency, AMEA Power, National Renewable Energy Laboratory (NREL), Net Zero World, dan Sustainable Energy for All (SEforALL).

BACA JUGA:  Kaspersky: Indonesia Peringkat 1 Regional Terkait Deteksi Mobile Malware

Jonas Gahr Støre, Perdana Menteri Norwegia dan Co-chair dari Global Leader Council, menyatakan, “Global Leader Council dibentuk untuk mempercepat perubahan dan memajukan inisiatif-transformasional yang akan mengurangi emisi, menciptakan lapangan kerja, dan memperluas akses terhadap energi bersih dan terjangkau di negara-negara berkembang. Tiga bulan lalu, kami berkomitmen untuk mendirikan Konsorsium BESS, dan saat ini kami telah melibatkan beberapa negara, para mitra, dan pihak-pihak pendukung. Ini baru awal, kedepannya kami akan terus bergerak cepat dan dengan skala kolektif.

Penelitian terbaru dari Rockefeller Foundation menunjukkan bahwa mencegah pemanasan global melewati ambang batas 2° Celsius memerlukan kolaborasi global yang lebih banyak dari sebelumnya. BESS merupakan teknologi yang sesuai untuk mencapai tujuan tersebut. Dr. Rajiv J. Shah, President Rockefeller Foundation dan Co-chair dari Global Leader Council mengatakan, “Tanpa kapasitas penyimpanan yang memadai, negara-negara akan kesulitan menambahkan energi terbarukan ke jaringan mereka dalam skala yang diperlukan untuk mengurangi emisi dan menciptakan peluang ekonomi. Konsorsium BESS merupakan contoh langkah maju dan berani yang diperlukan untuk mengatasi hambatan yang mencegah begitu banyak orang dan komunitas untuk bergabung dalam transformasi iklim yang sedang berlangsung.”

Selain merealisasikan komitmen 5 GW dari BESS di negara – negara berkembang dan mendistribusikan $1 miliar dalam pembiayaan konvensional, Konsorsium akan mempercepat pengimplementasian proyek, bekerja untuk meningkatkan regulasi lingkungan, membangun pasar yang menguntungkan untuk BESS, dan membuka peluang pembiayaan komersial dan publik. Negara-negara, utilitas, dan para mitra dalam Konsorsium akan berkolaborasi untuk mengidentifikasi dan merancang dukungan khusus untuk investasi BESS. Hal ini akan disempurnakan dan dinegosiasikan antara pemangku kepentingan negara dan mitra dengan advokasi komplementer serta tindakan akselerasi yang naungi oleh Konsorsium.

BACA JUGA:  Berkat Avaya, BCA Bisa Pantau Kinerja Karyawan yang Rajin dan Malas

Kitty Bu, VP Asia di GEAPP, menyatakan, “Inisiatif GLC yang dipimpin oleh GEAPP terutama Konsorsium BESS mampu menghasilkan kemajuan yang signifikan. Kami berupaya memberikan solusi yang dapat dilakukan serta dapat memberikan hasil yang terukur pada COP29 tahun depan. Di Asia, India telah berkomitmen dalam Konsorsium BESS, menunjukkan dedikasi mereka untuk beralih ke energi bersih. Kami berharap Indonesia menjadi negara Asia berikutnya yang bergabung dengan Konsorsium BESS, sehingga mendukung rencana energi terbarukan pemerintah. Dedikasi kami yang teguh pada keberlanjutan mendorong kami untuk menetapkan standar baru, memotivasi orang lain untuk bergabung dalam perjalanan penting ini menuju masa depan yang lebih berkelanjutan.”

Sementara itu, penerapan BESS akan lebih bermanfaat apabila penggunaan energi terbarukan sudah digubakan. Di Indonesia, kebijakan baru telah meningkatkan pengembangan energi terbarukan di seluruh Indonesia. Saat ini, tenaga air merupakan sumber energi terbarukan utama di kepulauan ini, dengan lebih dari 6.500 MW kapasitas terpasang. Diikuti oleh bioenergi sebesar 3.086 MW, panas bumi sebesar 2.342 MW, tenaga surya sebesar 270 MW, dan angin sebesar 154 MW. Pada tahun 2030, pemerintah berencana untuk memiliki 35% mtoe dari campuran energi terbarukan. Pada tahun 2035, dari total 52% mtoe dari campuran energi terbarukan dalam perencanaan, 12% mtoe akan berasal dari variable renewable energy (VRE), seperti angin dan surya.

Lucky Nurrahmat, Indonesia Country Lead di GEAPP, menjelaskan bahwa bergabung dengan Konsorsium BESS yang didirikan oleh Global Leadership Council (GLC) GEAPP, dapat menjadi salah satu solusi bagi pemerintah Indonesia untuk mempercepat pengembangan BESS di negara ini. “GEAPP melalui GLC dengan senang hati membantu pemerintah untuk mempercepat implementasi BESS dan meningkatkan penetrasi energi terbarukan. Ketika proyek-proyek uji coba BESS semakin aktif di Indonesia, baik sektor publik maupun swasta akan melihat manfaatnya, yang seharusnya menginspirasi penciptaan pasar untuk peningkatan komersial dan investasi dalam proyek-proyek yang lebih besar.”

BACA JUGA:  Tingkatkan Kapasitas, EDGE DC Mulai Pembangunan Data Center 23 MW di Jakarta

Ia juga menambahkan bahwa pengembangan BESS di Indonesia memerlukan dukungan bersama dari semua pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat dan daerah hingga lembaga legislatif dan sektor swasta, untuk membuka jalan bagi masa depan energi berkelanjutan Indonesia.

Previous Post

Sequis Financial dan Bank ICBC Indonesia Kerja Sama Produk Asuransi Jiwa Kredit KPR/KMG

Next Post

Gelar Acer Edu Summit 2023, Acer Dorong Tranformasi Digital Pendidikan Indonesia

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

hanwha-life-top-digital-awards-2025-level-stars-5

Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Teguh Imam Suyudi
23 December 2025 | 16:00

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen TOP Digital Awards 2025

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan Bergengsi TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
7 December 2025 | 09:00

Moratelindo TOP Digital Awards

Moratelindo Perkuat Kepemimpinan Transformasi Digital Lewat Dua Penghargaan Nasional TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
6 December 2025 | 09:00

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Fauzi
5 December 2025 | 13:58

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

Ahmad Churi
5 December 2025 | 11:14

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Inovasi Digital Jadi Fokus Strategi Komunikasi Indonesia Re di Tahun 2025

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ini Sejumlah Manfaat Hot Backup Satellite SATRIA-1

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Belanja di Indomaret Kini Bisa Bayar Pakai QRIS Melalui Aplikasi DANA

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Autonomous Business Jadi Masa Depan Dunia Usaha, AI Ubah Perusahaan Lebih Mandiri dan Proaktif

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni
cover it works
cover it works

ICT PROFILE

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Fauzi
7 April 2026 | 11:46

Intel Corporation mengumumkan penunjukan Santhosh Viswanathan sebagai Vice President and Managing Director untuk kawasan Asia Pasifik dan Jepang (APJ). Dengan...

EXPERT

Red Hat Berambisi Capai Target Net Zero Emisi Gas Rumah Kaca di 2030

Titik Infleksi AI Selanjutnya: Mengubah Agen AI Menjadi ‘Superusers’ di Enterprise

Fauzi
21 May 2026 | 14:39

Oleh: Matt Hicks, President and CEO, Red Hat Jika Anda menyaksikan keynote di hari pertama Red Hat Summit 2026, Anda...

Seiring Jaringan yang Kian Cerdas, Ketahanan Telekomunikasi Akan Bergantung pada AI yang Tepercaya

Fauzi
20 May 2026 | 10:35

Oleh: Athul Prasad, Global Director, AI Industry Solutions, Telco, Media & Entertainment, Cloudera Ketahanan dalam industri telekomunikasi dulu berarti menjaga...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto