Jakarta, ItWorks- Di penghujung tahun 2023, BPJS Kesehatan kembali berhasil menorehkan prestasi membanggakan atas keberhasilannya dalam melakukan inovasi transformasi digital dengan menyabet penghargaan TOP Digital Awards di level Bintang 5 / TOP DIGITAL Implementation 2023 #Star 5 (Sangat Baik). Atas capaian ini, Direktur Utama BPJS Kesehatan Prof. dr. Ali Ghufron Mukti M.Sc., Ph.D juga dianugerahi penghargaan sebagai “TOP Leader on Digital Implementation 2023”.
Penghargaan tingkat nasional atas keberhasilan melakukan inovasi transformasi digital atau pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) ini berhasil diraih, setelah sebelumnya lolos mengikuti rangkaian penilaian dan wawancara penjurian oleh Tim Dewan Juri TOP Digital Awards 2023 dengan berbagai latarbelakang yang exspert di bidangnya.
BPJS Kesehatan menjadi salah satu BUMN yang berhasil meraih penghargaan ini berkat keberhasilannya dalam melakukan inovasi pemanfaatan teknologi informasi, di antaranya Mobile JKN untuk peningkatan daya saing manajemen dan aspek lainnya, termasuk hubungan dengan mitra dan layanan pelanggan (masyarakat).
Upaya BPJS Kesehatan ini juga selaras dengan arah kebijakan nasional, terkait arsitektur dan peta rencana layanan JKN yang kini terus ditingkatkan. Demikian juga untuk peningkatan performa usaha agar menjadi lebih baik sejalan dengan tuntutan era industri 4.0 yang sarat penggunaan teknologi digital.
Piala dan piagam penghargaan TOP Digital Awards Bintang 5 bagi BPJS Kesehatan ini, telah diserahterimakan pada Puncak Acara Penghargaan TOP Digital Awards 2023 yang berlangsung pada (4/12/2023) di Ballroom Rafless Hotel Jakarta. Penghargaan tersebut menandai perjalanan gemilang BPJS Kesehatan dalam menghadirkan layanan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang inovatif dan menyeluruh bagi masyarakat.
Sebagai informasi, TOP DIGITAL Awards merupakan salah satu penghargaan tahunan nasional di bidang TI, telekomunikasi, dan teknologi digital terbesar dan komprehensif di Indonesia yang diselenggarakan Majalah ItWorks bekerja sama dengan sejumlah Asosiasi TI & TELCO Indonesia. Kegiatan ini diikuti oleh berbagai kementerian, lembaga, serta perusahaan bergengsi, baik swasta, BUMD, BUMN di Tanah Air.
Direktur Utama BPJS Kesehatan Prof. Ali Ghufron Mukti menyatakan jika inovasi digital yang dilaksanakan, tidak lepas dari upaya perusahaan dalam melakukan evolusi TI yang ada. Perusahaan menjadikan IT BPJS Kesehatan Menjadi “Enabler, Driver, & amp; Accelerator.
Pada saat ini, posisi IT BPJS Kesehatan berada dalam posisi Business Enabler atau ‘pemberdaya bisnis’. Business Enabler ini, terdiri atas Enabler Business Unit Goals, Technology Investment Aligned with Business Unit Goals, dan MOEs Used to Prioritize Investment in SOEs.
Menurutnya, perusahaan juga memiliki Rencara Strategis TI hingga 2026. Rencana strategis tersebut di antaranya adalah sebagai berikut. Tahun 2023: Penguatan Implementasi Penegakan Kepatuhan peserta dan pemberi kerja dalam rangka mencapai Universal Health Coverage. Tahun 2024: Penguatan Finansial Dana Jaminan Sosial. Tahun 2025: Pemantapan Kualitas Layanan Kesehatan dan Pemerataan Akses Peserta, dan tahun 2026: Kapabilitas Badan yang kuat dan penyelenggaraan jaminan Kesehatan yang terintegrasi.
3 Inovasi BPJS Kesehatan
Seiring dengan tren dan dinamika yang terus berkembang, BPJS Kesehatan bisa terus melakukan inovasi dalam hal implementasi dan pemanfaatan teknologi digital secara efektif dan berdampak signifikan terhadap kinerja, daya saing, dan pelayanan kepada masyarakat. Infrastruktur pendukung teknologi digital juga terus ditingkatkan sesuai kebutuhan saat ini dan dapat dikembangkan di masa mendatang. Bahkan beberapa implementasi dari inovasi digital tersebut pun dinilai layak dijadikan contoh atau direkomendasikan kepada instansi lain.
Direktur Teknologi Informasi BPJS Kesehatan Ir. Edwin Aristiawan menyatakan bahwa prestasi tersebut tak lepas dari kerja keras semua pihak yang terlibat dalam ekosistem JKN. Menurutnya, raihan tersebut adalah hasil dari upaya maksimal yang dilakukan bersama demi mewujudkan layanan kesehatan yang lebih baik. “BPJS Kesehatan berkomitmen untuk terus berinovasi dalam ranah digital guna memastikan keberlanjutan Program JKN. Kami akan terus mengembangkan solusi-solusi terkini untuk memberikan pelayanan yang lebih mudah, cepat, dan setara kepada para peserta JKN,” ujar Edwin Aristiawan MM yang juga meraih oenghargaan sebagai “TOP CIO on Digital Implementation 2023”.
Dengan jumlah peserta terdaftar per September 1st 2023 sebesar 262.865.343 dan UHC per 1 September 2023 sebanyak 27 provinsi dan 371 Kab/Kota, perusahaan dicatat telah mengembangkan banyak inovasi baru.Di antaranya adalah sebagai berikut. Pertama. Inovasi digital untuk meningkatkan customer experience. Kedua. Inovasi digital untuk mempermudah layanan bagi peserta. Ketiga. Inovasi digital pada fasilitas kesehatan.
Inovasi Digital untuk Meningkatkan Customer Experience Inovasi yang telah dikembangkan misalnya adalah Antrean Online, Display ketersediaan tempat tidur, Display informasi jadwal operasi di Rumah Sakit, Telekonsultasi Dokter Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP). Selain itu, Biometrik melalui Finger Print, Elektronik SEP, Penyediaan Kanal Layanan Adminitrasi Peserta Tanpa Tatap Muka.
Pada Antrean Online sebagai salah satu contohnya, inovasi digital ini terintegrasi dengan Mobile JKN dan Faskes guna memberikan kepastian layanan dan mengurangi antrean di Faskes. Inovasi ini dicatat mampu memangkas waktu tunggu peserta di Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) dari 6 jam menjadi kurang dari 3,5 jam.
Inovasi Digital untuk Mempermudah Layanan Bagi Peserta, Pada inovasi ini, BPJS Kesehatan menghadirkan Digitalisasi Sistem Pembayaran Iuran. BPJS Kesehatan dicatat telah menyediakan 955.429 payment channel. Seperti misalnya: Bank (State Owned Enterprise/BUMN, Private and Regional Banks), Retail Network, Traditional Outlet Network, hingga e-Commerce. BPJS Kesehatan juga menghadirkan Program of “Rehab”, yaitu Rencana Pembayaran Iuran
Bertahap.
Inovasi Digital pada Fasilitas Kesehatan Pada inovasi ini, BPJS Kesehatan telah menguji coba 2 (dua) program terkait fasilitas kesehatan. Pertama. Memberikan program kompensasi kepada pasien di daerah yang tidak memiliki fasilitas kesehatan yang berkualitas. Seperti: Fasilitas kesehatan keliling, Mengangkut tenaga kesehatan, dan Pengembalian / reimbursement. Kedua. Menghadirkan program layanan Telemedisin untuk Pasien Penyakit Kronis. Di sini BPJS Kesehatan bersama Kementerian Kesehatan telah merintis layanan Telemedisin di masa pandemi COVID-19 yang menghubungkan pasien penyakit kronis dengan dokter spesialis di rumah sakit secara virtual melalui dokter layanan primer. Program Layanan Telemedisin yang tengah diujicobakan, kini masih diterapkan di era pasca pandemi.
Ketua Penyelenggara Top Digital Awards 2023 M. Lutfi Handayani, MM., MBA yang juga Pemred Majalah ItWorks mengatakan, TOP DIGITAL Awards diselenggarakan setiap tahun oleh majalah ItWorks dari MSI Group, dengan didukung oleh para Pakar dan Dewan Juri dari berbagai asosiasi TI, seperti MASTEL (Masyarakat Telematika Indonesia), APKOMINDO (Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia), FTII (Federasi Teknologi Informasi Indonesia) ASPILUKI (Asosiasi Piranti Lunak Indonesia), IDTUG (Indonesia Telecommunication User Group), dan LKN (Lembaga Kajian Nawacita).
Dikatakan, dari sejak tahun pertama penyelenggaraan, yakni tahun 2016, TOP DIGITAL Awards didesain sebagai ajang penghargaan yang sarat dengan aspek pembelajaran. Termasuk, pendirian MSI Institute sebagai wadah untuk memfasilitasi kegiatan konsultasi dan pelatihan, sekiranya diperlukan oleh para Peserta, untuk meningkatkan kinerja, daya saing, dan layanannya. (AC)














