Jakarta, ItWorks- Kementerian Perindustrian konsisten untuk dorong industri kecil dan menengah (IKM) di sentra-sentra dengan pendekatan One Village One Product (OVOP) sebagai upaya penguatan potensi daerah dalam menghasilkan produk unggulan yang berkelas global. Program pembinaan bagi IKM melalui OVOP, dilakukan secara berkelanjutan.
“Pengembangan produk IKM, dilakukan agar produknya bisa makin berkelas gobal yang juga diamanatkan melalui Dana Tugas Pembantuan tahun 2024. Pengembangan IKM dengan pendekatan OVOP digunakan dengan memanfaatkan sumber daya lokal, bercirikan unik khas budaya dan keaslian lokal, bermutu dan berpenampilan baik,serta memiliki potensi pasar domestik dan ekspor yang diproduksi secara kontinyu dan berkesinambungan. Program ini dilaksanakan sesuai ketentuan dalam Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 14 Tahun 2021 tentang Pengembangan Industri Kecil dan Industri Menengah di Sentra IKM melalui ovop,” kata ungkap Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka(IKMA) Reni Yanita, dilansir dalam rilis pers (01/03/2024), di Jakarta.
Dirjen IKMA mengungkapkan, pengembangan IKM dengan pendekatan OVOP digunakan dengan memanfaatkan sumber daya lokal, bercirikan unik khas budaya dan keaslian lokal, bermutu dan berpenampilan baik,serta memiliki potensi pasar domestik dan ekspor yang diproduksi secara kontinyu dan berkesinambungan. Program ini dilaksanakan sesuai ketentuan dalam Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 14 Tahun 2021 tentang Pengembangan Industri Kecil dan Industri Menengah di Sentra IKM melalui One Village One Product.
Tahun ini, Kemenperin akan kembali memberikan Penghargaan OVOP kepada para IKM unggulan yang memiliki produk sesuai kriteria OVOP yaitu IKM dengan komoditas makanan dan minuman, kain tenun, kain batik, anyaman, atau gerabah yang berada di dalam sentra IKM dan dapat dibuktikan dengan legalitas sentra IKM berdasarkan ketetapan kepala daerah Bupati/Walikota.
Reni menjelaskan, OVOP merupakan program pengembangan IKM yang dilakukan secara bottom up.Program ini diadopsi dari gerakan OVOP yang diprakarsai oleh Gubernur Morihiko Hiramatsu pada 1979 di Prefektur Oita, Jepang. “Sejalan dengan semangat ini, Ditjen IKMA rutin memberikan Penghargaan OVOP setiap dua tahun sekali melalui rangkaian tahapan proses seleksi terhadap IKM yang diusulkan oleh pemerintah daerah,” terangnya.
Rangkaian Program OVOP 2024 akan dimulai dengan tahap pengusulan melalui tautan https://ovop.kemenperin.go.id/sepanjang bulan Maret hingga Juni 2024. Pengusulan IKM OVOP ini hanya dapat dilakukan melalui akun pengusul, yaitu dinas yang membidangi urusan perindustrian di kabupaten atau kota.
Sekretaris Direktorat Jenderal IKMA Riefky Yuswandi mengemukakan, pada Penghargaan OVOP tahun 2022,terdapat 77 IKM OVOP, terdiri atas 21 IKM OVOP dengan komoditas makanan dan minuman, 21 IKM komoditas kain tenun, 12 IKM komoditas kain batik, 17 IKM komoditas anyaman, dan enam IKM komoditas gerabah yang tersebar di 19 provinsi. Sejumlah IKM OVOP tersebut kemudian diseleksi hingga menghasilkan 10 peserta Program IKM OVOP Go Global.
Adapun 10 IKM peserta OVOP Go Global tersebut adalah Kyria Rezeki dan Rendang Riry pada komoditas makanan dan minuman, Tenun Kubang H Ridwan By pada komoditas kain tenun, Zie Batik dan Pusaka Beruang pada komoditas kain batik, UD Mawar Art Shop dan Menday Gallery and Souvenir pada komoditas anyaman, serta CV. Tanteri, CV. Risman Wijaya Keramik dan Keramik Usaha Karya pada komoditas gerabah. (AC)














