Jakarta, ItWorks- Pameran INACRAFT on October 2024 resmi dibuka hari ini (02/10) yang akan berlangsung 2-6 Oktober 2024, di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan. Pameran produk kerajinan yang diklaim terbesar di Asia Tenggara ini, resmi dibuka oleh Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Teten Masduki dengan ditandai prosesi mewarnai batik.
Mengusung tema “Youthpreneurs, Make It at Market” dengan tagline “Totally Different”, pameran yang diprakarsai oleh Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (ASEPHI) bekerjasama dengan Mediatama ini, selalu menjadi magnet besar bagi masyarakat luas. Terlihat hari antusias pengunjung yang terlihat sudah ramai sejak pembukaan di hari pertama ini.
Menteri Teten Masduki dalam sambutannya mengungkapkan bahwa pemerintah sangat mengapresiasi event ini dan berharap pameran INAKRAFT on October bisa menjadi wadah bagi pada pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) untuk lebih mengembangkan inovasi karya dan produknya agar makin berdaya saing pasar tinggi. Pelaku usaha yang sekaligus jadi peserta pameran ini, diharapkan juga bisa berkolaborasi, memanfaatkan potensi kekayaan budaya Nusantara sebagai keunggulan kompetitif melalui produk dan karya di pasar global.
“Bicara produk kerajinan yang dihadirkan di INAKRAF kita ini, gak ada tandingannya. Percaya itu… Ini satu potensi ekonomi yang harus kita kembangkan ekosistem bisnisnya agar betul-betul bisa menguasai pasar global,” kata Menkop Teten Masduki saat membuka acara INACRAFT on October di Jakarta, Rabu, (2/10/2024) di JCC.
Ketua Umum BPP ASEPHI, DR. Muchsin Ridjan menjelaskan, Pameran Inacraft on October mencoba keluar dari pakem yang masif dan konvensional. “Kami mencoba terobosan konsep ke visual dengan segment memfasiltasi generasi Z. Tahap ini kami mencoba di 25% luas area total peserta. Total booth yang dibangun sebanyak 897 booth terdiri dari 27 BUMN, 4 Kementerian, 80 dinas, 785 individu. Kami juga mengkombinasikan kuliner dan handicraft dalam format bertajuk Talam Inacraft Tasty Indonesia yang diisi 71 booth peserta di 2 area yaitu Mezzanine dan Hall B,” ucapnya.
Muchsin Ridjan menambahkan, Pameran Inacraft on October menargetkan 100.000 pengunjung dengan target transaksi retail sebesar Rp 5 miliar dengan kontak dagang diharapkan mencapai $1 juta. Ragam produk yang dipamerkan berasal dari 7 kategori bahan baku (keramik, serat alam, logam, batu-batuan, tekstil, kayu dan bahan lainnya) mulai dari batik, tradisional tekstil, muslim fashion, tenun, songket, embroidery, home décor, jewelry, accessories, households, decorative items, travel goods, gifts & miscellaneous craft.
“Dengan hadirnya Pameran Inacraft, ASEPHI berusaha maksimal memperjuangkan harkat martabat dan kebangkitan UMKM dari sejak pandemi hingga sekarang. Salah satu yang menjadi sorotan ASEPHI adalah transformasi digital. “ASEPHI juga mendukung langkah-langkah dan upaya yang dilakukan oeh pemerintah yakni Kemneterian Koperasi dan UKM, Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, Kementerian Komunikasi dan Informasi dalam rangka melindungi UMKM agar tetap eksis dan berkembang di dalam negeri dan luar negeri,” ujarnya.
Ditambahkan, pembeda pameran ini dengan sebelumya adalah adanya kurasi peserta dengan lebih ketat melalui pembagian zona berdasarkan jenis produk. Hal ini dilakukan untuk memanjakan pengunjung atau pembeli yang datang ke pameran. Tujuan dari pembagian zona ini adalah agar konsumen juga lebih aware terhadap produk terbaik yang disuguhkan di area pameran.
Konsep Zonasi Area Pameran
Berbeda dengan sebelumnya, Pameran INACRAFT on October Volume dibadi dalam beerbagai zonasi, 8 zona pameran dimulai dari Main Lobby yang menampilkan produk-produk Youthpreneur & Craft, serta homedecor dan houseware. Di Assembly Hall, berbagai kain terkenal seperti tenun, ikat, dan songket akan dipamerkan. Kemudian Hall A dan Hall B didominasi produk sponsor dan berbagai barang seperti kebaya dan suvenir. Plenary Hall memamerkan kerajinan lokal dan produk dekoratif. Acara utama diadakan di Main Stage, sementara area F&B, “Talam Nusantara”, menyajikan kuliner khas Indonesia di Mezzanine dan Hall B.
Pameran yang dilaksanakan di lahan seluas 23.000 meter persegi ini menghadirkan 897 stand dengan total 784 peserta. Sedangkan untuk peserta dari dinas sebanyak 80 stand, kementerian atau BUMN sebanyak 27 stand dan 6 peserta dari luar negeri. Kegiatan ini juga dimeriahkan oleh 57 peserta dari non anggota dan Talam INACRAFT sebanyak 71 peserta.
Selain diramaikan oleh peserta dalam negeri Juga ada tamu luar negeri. Itu kurang lebih ada 6 dari Pakistan Kemudian dari Polandia, India, Korea, Thailand dan dari The World Craft Council-Asia Pasific (WCC-APR). INACRAFT kali ini juga menampilkan berbagai kegiatan pendukung yang dirancang khusus untuk Gen-Z yang ingin mendalami dunia kerajinan dan budaya. Beberapa program yang diadakan termasuk INACRAFT Model Hunt, kompetisi desain fashion, fashion show, Youthpreneurs, pertunjukan budaya, diskusi kerajinan, dan workshop.
Puncaknya, INACRAFT Appreciation Night akan memberikan penghargaan kepada perajin muda, termasuk kategori Emerging & Youthpreneurs, Model Hunt terbaik, dan desain fashion muda terbaik. Tujuannya untuk memperkenalkan karya dengan potensi pasar menjanjikan dan menginspirasi generasi muda dalam menjaga tradisi Indonesia di industri kerajinan.
INACRAFT On October 2024 akan dihadiri oleh President World Craft Council International dan WCC Asia Pacific Regions, mengingat ASEPHI adalah National Entity Member dari organisasi tersebut. Pameran ini didukung oleh berbagai sponsor seperti BNI, PLN, Pos Indonesia, Canva, Tokopedia, dan BPDPKS.
Guna memudahkan pengunjung, INACRAFT bekerja sama dengan Big Bird sebagai Official Shuttle Partner dan beberapa mall serta hotel di sekitar Jakarta sebagai Official Partners. Tiket pameran bisa dibeli melalui pre-registration di website resmi atau langsung saat acara berlangsung, dengan harga IDR 25K. (AC)















