Optimalisasi pemanfaatan teknologi informasi (TI) menjadi salah satu kunci eksistensi bisnis. Beragam aplikasi terintegrasi pun dibangun untuk meningkatkan produktivitas dan layanan. Hal itu pula yang dilakukan RS Jantung Tasikmalaya untuk meningkatkan layanan kesehatan kepada masyarakat sehingga menjadi kandidat meraih penghargaan TOP Digital Awards 2024.
Manajer Marketing dan Humas RS Jantung Tasikmalaya, Febie Jauhari dalam presentasinya berjudul “Sistem Terintegrasi RS Jantung Tasikmalaya” mengatakan bahwa pihaknya telah menerapkan sistem digital terintegrasi secara komprehensif mulai dari front end, back end hingga cyber security untuk memitigasi berbagai kemungkinan.
“Di RS Jantung Tasikmalaya, sistem digital sudah diterapkan dari mulai front office sampai ke back end,” tuturnya saat mengikuti wawancara penjurian TOP Digital Awards 2024 secara daring, Kamis (17/10/2024).
“Penerapan sistem digital terintegrasi RS Jantung Tasikmalaya dimulai sejak konsumen melakukan pendaftaran hingga mendapatkan layanan yang dibutuhkan. Semua sistem layanan tersebut sudah berbasis digital terintegrasi,” imbuh Febie.
Lebih lanjut, Febie memaparkan bahwa proses alur pelayanan dimulai dengan sistem antrian yang disebut dengan APM, Anjungan Pendaftaran Mandiri. Dimana sistem ini terkoneksi dengan Kesia, pasien datang hanya untuk tapping barcode yang sudah mendaftar secara online, kemudian bisa lanjut ke pelayanan poliklinik.
“Dilanjutkan di sistem poliklinik untuk asessment awal perawat, baik pasien baru maupun pasien lama. Kemudian sistem antrian, sistem pasien hingga hasil echo (ekokardiografi) dan EKG (elektrokardiogram) semua terintegrasi ke sistem.”
Sistem digital terintegrasi juga sudah diterapkan untuk layanan farmasi. “Sudah ada sistem untuk rawat jalan, IGD, rawat inap, tindakan atau bedah dan sistem antrian di apotik.”
“Tak hanya itu, sistem digital terintegrasi juga sudah diterapkan di berbagai layanan, seperti sistem radiologi, operasi, rawat inap, rekam medis, kasir dan layanan penunjang lainnya.”
Menurut Febie, masifnya digitalisasi di RS Jantung Tasikmalaya berdampak positif terhadap produktivitas dan efektivitas layanan.
Keamanan Siber
Keamanan siber pun menjadi perhatian untuk menjaga agar layanan RS Jantung Tasikmalaya tetap prima, memberi rasa nyaman dan aman bagi para konsumen serta pengguna lainnya.
“Untuk menjamin keamanan data, RS Jantung Tasikmalaya menerapkan sistem keamanan yang kuat dan berlapis baik secara fisik maupun non fisik (virtual). Mulai dari infrastruktur, software, network hingga disaster recovery,” kata Ismail Alamsyah selaku Manajer TI.
“Contohnya, dari segi infrastruktur kami membatasi siapa saja yang boleh masuk ke ruang server. Semuanya harus by remote dan akses hanya dimiliki oleh Tim TI ,” ungkapnya.
“Untuk keamanan jaringan (network), kami menerapkan beragam sistem seperti VPN, Ports Segmentations, Network Address Translations dan sistem penunjang lainnya untuk menjamin kamanan data dari berbagai kemungkinan serangan.”
“Tata kelola TI menyatakan bahwa karyawan tidak boleh memberikan akses data ke luar rumah sakit,” tegas Ismail.
Turut hadir dalam Penjurian TOP Digital Awards 2024: Direktur Utama RS Jantung Tasikmalaya Idrus Dilawar; Direktur Administrasi, Keuangan dan Operasional Neni Kania; Manager TI Ismail Alamsyah; dan sejumlah karyawan terkait.
TOP Digital Awards 2024 adalah kegiatan Pembelajaran Bersama sekaligus Pemberian Penghargaan tahunan terbesar tingkat nasional yang diberikan kepada Perusahaan/Instansi yang dinilai berhasil dalam untuk meningkatkan kinerja, daya saing, dan layanan kepada pelanggan atau masyarakat.
Ajang ini diselenggarakan Majalah ItWorks sejak tahun 2016, didukung dan bekerja sama dengan sejumlah asosiasi, lembaga konsultan, serta pakar, di bidang TI-Telekomunikasi-Solusi Digital terkemuka di Tanah Air.
Tema yang diangkat dalam TOP Digital Awards 2024 adalah “Business Solutions, Generative AI, and Cyber Security for Excellence Business and Services”. Bertindak selaku dewan juri, yaitu: Subandi, Dwinda Ruslan, Melani K. Harriman, Febrizal, Benyamin De Haan, dan Nurul Y. Setyabudi.
Editor: Teguh IS.














