Jakarta, Itech- Tahun 2030 diperkirakan jumlah penduduk Indonesia mencapai 300 juta jiwa, sehingga berpotensi menimbulkan kerawanan ketahanan pangan utamanya terhadap kuantitas maupun kualitas bahan pangan. Guna menciptakan ketahanan pangan nasional dibutuhkan enam strategi yang jitu antara lain intensifikasi lahan pertanian di Pulau Jawa, ekstensifikasi lahan pertanian di luar Pulau Jawa, diversifikasi bahan pangan pokok, inovasi teknologi pengolahan pangan dari hulu sampai hilir, rekayasa sosial, dan penerapan kebijakan perdagangan yang memihak kepada petani.
BPPT sebagai Lembaga Pemerintah non Kementerian dapat melaksanakan tiga dari enam strategi tersebut, yaitu melakukan intensifikasi lahan pertanian melalui penerapan teknologi budidaya yang unggul, melakukan pengkajian dan penerapan teknologi diversifikasi bahan pangan pokok, dan penerapan inovasi teknologi pengolahan pangan dari hulu sampai hilir.
“Melalui program diversifikasi pangan karbohidrat, sejak tahun 2010 BPPT telah menngembangkan mesin untuk memproduksi pasta seperti mie, makaroni, beras buatan berbahan baku tepung lokal seperti sagu, jagung, singkong, ubi jalar, dan sebagainya,” paparnya dsela MoU/ kontrak untuk pembuatan mesin produksi pasta berbasis bahan baku lokal, antara BPPT dengan PT Barata Indonesia (Persero) yang dihadiri Direktur Utama PT Barata Indonesia (Persero), Silmy Karim Kerjasama ini bertujuan untuk produksi masal mesin hasil desain BPPT oleh PT Barata.
Unggul menambahkan, sampai saat ini teknologi BPPT tersebut telah digunakan di 28 industri kecil dan menengah yang tersebar di 12 provinsi dan 22 kabupaten di seluruh Indonesia. Disebutkan, pembangunan ketahanan pangan di Indonesia telah ditegaskan dalam UU No, 18/ 2012 tentang Pangan. Sebagai bagian dari usaha terpenuhinya kondisi pangan bagi masyarakat Indonesia, ada beberapa permasalahan yang dihadapi antara lain kebutuhan pangan pokok (beras) yang tinggi, pengurangan luas lahan pertanian produktif akibat konversi penggunaannya untuk keperluan non pertanian. Tak hanya itu, pola konsumsi yang kaku, sehingga upaya diversifikasi pangan sering terhambat. Kemudian kecilnya margin usaha tani yang berakibat pada rendahnya motivasi petani untuk berproduksi. (red/ju)
Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...
Intel Corporation mengumumkan penunjukan Santhosh Viswanathan sebagai Vice President and Managing Director untuk kawasan Asia Pasifik dan Jepang (APJ). Dengan...
Oleh: Athul Prasad, Global Director, AI Industry Solutions, Telco, Media & Entertainment, Cloudera Ketahanan dalam industri telekomunikasi dulu berarti menjaga...
Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...