ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Akamai Ungkap Tren Cloud Computing, Aplikasi Edge-Native dan Manfaatnya

Fauzi
9 December 2024 | 12:00
rubrik: Business Solution
Akamai Ungkap Tren Cloud Computing, Aplikasi Edge-Native dan Manfaatnya
Share on FacebookShare on Twitter

Pertumbuhan biaya yang dikeluarkan untuk adopsi teknologi cloud diproyeksi akan terus mengalami peningkatan dalam beberapa tahun ke depan.

Mengutip hasil studi Gartner, Jay Jenkins, CTO, Akamai Cloud Computing, mengatakan meskipun biaya cloud secara global tahun ini sudah mencapai $679 miliar, angka ini diperkirakan akan mencapai $1 triliun USD pada tahun 2027 — sebuah pertumbuhan yang sangat besar.

“Namun, tidak semua pertumbuhan ini berasal dari teknologi baru dan layanan baru yang dibutuhkan pelanggan. Sebesar 13% dari biaya tersebut berasal langsung dari biaya cloud,” ujar Jay Jenkins di acara Akamai Media Rountable – Cloud Computing Trends, Kamis (5/12/2024).

“Itulah inflasi cloud yang sebenarnya. Tahun ini saja, inflasi cloud meningkat sebesar 13%. Sebagian dari kenaikan ini disebabkan oleh peningkatan langsung biaya cloud, sementara sebagian lagi berasal dari pengurangan jumlah layanan yang tersedia di beberapa produk tertentu. Dengan demikian, terdapat tantangan besar terkait biaya cloud dan kompleksitas penerapan multi-cloud,” sambungnya.

Berbanding lurus dengan itu, Ono W. Purbo, Rektor Institut Teknologi Tangerang Selatan (ITTS) yang turut hadir di acara ini, mengungkap lanskap cloud computing di Indonesia. Mengutip laporan dari Mordor Intelligence, Ono menyatakan bahwa lanskap cloud computing di Indonesia mengalami pertumbuhan pesat, didorong oleh transformasi digital di berbagai sektor, peningkatan adopsi internet dan perangkat seluler, serta konsumsi big data yang terus meningkat. Pasar cloud computing Indonesia diproyeksikan mencapai USD 2,13 miliar pada tahun 2024 dan diperkirakan tumbuh dengan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) sebesar 14,52%, mencapai USD 4,21 miliar pada tahun 2029.

“Pasar cloud computing Indonesia berada pada lintasan pertumbuhan yang kuat, ditandai oleh adopsi hybrid cloud, implementasi sektor tertentu, ekspansi layanan public cloud, investasi besar dari perusahaan teknologi global, dan inisiatif pemerintah yang mendukung. Tren ini secara kolektif menjadikan Indonesia sebagai pemain signifikan di lanskap cloud computing Asia Tenggara,” jelas Ono.

BACA JUGA:  AdMedika dan CMS Duta Solusi Berkolaborasi Perkuat Perlindungan Data dan Efisiensi Klaim Kesehatan

Masih bicara mengenai tren pasar cloud, di acara yang sama Jay Jenkins juga membeberkan dampak adopsi AI terhadap meningkatnya belanja teknologi cloud, khususnya di kawasa Asia Pasifik dan Jepang (APJ).

”Secara khusus, 50% perusahaan-perusahaan di APJ akan membangun kemitraan strategis dengan penyedia cloud tertentu untuk mendukung AI generatif, alat pengembang, atau infrastruktur terkait AI. Selain itu, terdapat peningkatan sebesar 20% dalam pengeluaran teknologi, dengan prioritas pada teknologi seperti AI generative,” ujar Jay.

Hal itu, lanjut Jay, terlihat dari banyak platform cloud adalah mereka mulai berkembang untuk mendukung jenis-jenis arsitektur dan aplikasi baru ini.

“Namun, bagaimana cara melakukannya? Jika saat ini Anda menggunakan model yang terpusat, di mana semua komputasi terpusat dan harus berada dekat dengan data karena gravitasi data, bagaimana Anda membawa layanan ini lebih dekat ke pengguna Anda atau perangkat di mana layanan tersebut digunakan?” ujarnya.

Akamai menyadari bahwa model komputasi terpusat yang digunakan selama dekade terakhir harus berkembang untuk menghadapi beragam tantangan baru dalam aplikasi dan interaksi jenis baru ini. Model komputasi terpusat tidak akan cukup efektif. Model ini membuat segalanya terlalu dipengaruhi latensi (latency sensitive) bagi pengguna dalam membangun aplikasi-aplikasi baru ini. Hal ini pun disebut membuatnya kurang tangguh, kurang privat, dan kemampuan ini harus berubah.

“Anda bisa melihat seperti apa solusinya di masa depan. Dan apa yang Anda lihat adalah Anda masih akan memiliki kemampuan cloud computing terpusat ini, tetapi untungnya selama beberapa tahun terakhir, organisasi telah lebih banyak bergerak ke arah arsitektur cloud native, dan itu memiliki banyak manfaat,” ujar Jay.

Hal tersebut dikatakan akan membuat aplikasi dan layanan ini menjadi lebih portabel di seluruh cloud. Jadi, lanjut Jay, mereka dapat menangani hal-hal seperti risiko konsentrasi di satu cloud, atau mereka dapat memindahkan aplikasi mereka ke penyedia yang memberikan harga terbaik untuk kinerja aplikasi tertentu. Namun lebih dari itu, hal ini memungkinkan kita untuk memikirkan cara baru untuk mendistribusikan komputasi.

BACA JUGA:  Rimini Street Kenalkan Agentic AI ERP di White Paper Terbaru

“Sehingga tidak terpusat pada satu lokasi. Anda bisa memiliki aplikasi edge native yang bisa didorong ke tempat pelanggan berada. Anda bisa mendorongnya ke tempat di mana data dihasilkan. Anda dapat memiliki lebih banyak aplikasi real-time yang dapat merespon dengan lebih cepat terhadap perubahan lingkungan. Dan CDN (content delivery network) dan edge sudah ada di sana, bukan? Jaringan pengiriman konten yang diciptakan Akamai 25 tahun yang lalu sudah ada di sana,” jelasnya.

Aplikasi edge-native memiliki manfaat utama dari sisi latensinya yang rendah. Jay, menyatakan begitu banyak pelanggan yang datang ke Akamai ketika pihaknya pertama kali mulai membangun jenis kerangka kerja ini mencari latensi yang lebih rendah.

“Bagaimana kami bisa bereaksi secara real-time lebih cepat ke tempat pengguna kami berada? Tetapi manfaat lain dari hal itu adalah hal-hal seperti ketahanan dan redundansi,” tandasnya.

Tidak hanya itu, arsitektur yang sama juga disebut dimanfaatkan oleh Akamai setiap kali membuat CDN dan produk keamanannya. Dengan kemampuan untuk memberikan pelayanan ini dalam bentuk komputasi terdistribusi setiap node tidak lagi menjadi sumber kegagalan. Pengguna memiliki banyak salinan dari layanan ini yang dapat dijalankan di mana saja di seluruh dunia.

“Anda memiliki kemampuan untuk mengontrol lokasi secara geografis. Jadi, hal-hal seperti kedaulatan data, hal-hal seperti privasi sekarang dapat dikontrol secara geografis. Jadi, Anda bisa memastikan bahwa komputasi terjadi lebih dekat dengan lokasi pengguna,” jelas Jay.

“Dan yang terakhir, kemampuan dengan kinerja tinggi. Jadi, aplikasi edge native ini memberi Anda kemampuan untuk mendistribusikan komputasi lebih dekat ke tempat pengguna berada. Jadi, bayangkan sesuatu seperti realitas virtual,” sambungnya.

Tags: AIAkamaiCloud ComputingGenerative AI
Previous Post

Sinergi dan Interoperabilitas Kunci Akselerasi INA Digital

Next Post

Tegaskan Kehadirannya di Indonesia, nubia Gelar Promo Akhir Tahun 12.12

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

hanwha-life-top-digital-awards-2025-level-stars-5

Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Teguh Imam Suyudi
23 December 2025 | 16:00

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen TOP Digital Awards 2025

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan Bergengsi TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
7 December 2025 | 09:00

Moratelindo TOP Digital Awards

Moratelindo Perkuat Kepemimpinan Transformasi Digital Lewat Dua Penghargaan Nasional TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
6 December 2025 | 09:00

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Fauzi
5 December 2025 | 13:58

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

Ahmad Churi
5 December 2025 | 11:14

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Inovasi Digital Jadi Fokus Strategi Komunikasi Indonesia Re di Tahun 2025

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kominfo Dorong Pemanfaatan IoT Percepat Digitalisasi Sektor Logistik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cara Mudah Mengurus Surat Pindah Domisili secara Online

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Maxim Luncurkan Fitur e-Payment ‘Maxim Wallet KasPro’

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni
cover it works
cover it works

ICT PROFILE

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Fauzi
7 April 2026 | 11:46

Intel Corporation mengumumkan penunjukan Santhosh Viswanathan sebagai Vice President and Managing Director untuk kawasan Asia Pasifik dan Jepang (APJ). Dengan...

EXPERT

Red Hat Berambisi Capai Target Net Zero Emisi Gas Rumah Kaca di 2030

Titik Infleksi AI Selanjutnya: Mengubah Agen AI Menjadi ‘Superusers’ di Enterprise

Fauzi
21 May 2026 | 14:39

Oleh: Matt Hicks, President and CEO, Red Hat Jika Anda menyaksikan keynote di hari pertama Red Hat Summit 2026, Anda...

Seiring Jaringan yang Kian Cerdas, Ketahanan Telekomunikasi Akan Bergantung pada AI yang Tepercaya

Fauzi
20 May 2026 | 10:35

Oleh: Athul Prasad, Global Director, AI Industry Solutions, Telco, Media & Entertainment, Cloudera Ketahanan dalam industri telekomunikasi dulu berarti menjaga...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto