ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Menkomdigi Sambut Baik Kehadiran Indonesia AI Institute

Fauzi
15 March 2025 | 19:10
rubrik: Digital
Menkomdigi Sambut Baik Kehadiran Indonesia AI Institute
Share on FacebookShare on Twitter

Pemanfaatan AI di Indonesia masih relatif terbatas, baik di bidang pendidikan maupun industri. Padahal Revolusi Industri Keempat telah membawa transformasi signifikan di berbagai sektor, termasuk pendidikan, industri, dan pemerintahan. Kecerdasan Buatan (AI) merupakan salah satu teknologi utama yang mendorong perubahan ini.

Dalam sebuah webinar bertajuk AI untuk Perempuan: Membuka Peluang Lebih Besar & Bekerja Lebih Efisien yang digelar pada Sabtu (15/3/2025) mengemuka isu-isu penting. Acara ini digelar sekaligus menandai diluncurkannya Indonesia AI Institute (IAII) yang diinisiasi oleh Iim Fahima Jachja, Dr. Ayu Purwarianti dan Noudie de Jong.

Meutya Hafid, Menteri Komunikasi dan Digital Indonesia dalam kata sambutannya menyampaikan dan menyambut baik kehadiran Indonesia AI Institute. Dia menilai ini adalah langkah besar membangun ekosistem kecerdasan buatan yang inklusif, inovatif dan berdaya saing.

“Kehadiran Indonesia AI Institute ini membuktikan bahwa kolaborasi dan juga inovasi adalah kunci dalam membuka potensi besar kecerdasan buatan di Indonesia. Kita semua telah menyaksikan bagaimana Artificial Intelligence atau AI telah menjadi katalis utama dalam berbagai transformasi digital di berbagai sektor,” kata Menkomdigi.

Meutya juga mengingatkan kita harus menyadari bahwa AI membawa tantangan dan risiko tertentu. Salah satu risiko yang paling signifikan menurutnya adalah dampak terhadap pekerja perempuan.

“Otomatisasi yang didorong oleh AI dapat mengancam pekerjaan-pekerjaan yang selama ini didominasi oleh kaum perempuan. Jika kita tidak mengambil langkah yang tepat kesenjangan digital antara laki-laki dan perempuan bisa semakin melebar,” ujarnya.

Indonesia AI Institute menjawab kebutuhan ini dengan menjadi lembaga penelitian yang didedikasikan untuk pengembangan, literasi, dan penerapan Kecerdasan Buatan (AI) di Indonesia.

“Didirikan dengan visi yang jelas, Indonesia AI Institute bertujuan untuk meningkatkan literasi dan kemampuan AI di masyarakat Indonesia, dan mempromosikan inovasi dan penelitian di bidang AI yang menjawab kebutuhan lokal dan nasional,” kata Iim Fahima Jachja, founder Indonesia AI Institute, Queenrides, dan Young Global Leader of the World Economic Forum.

BACA JUGA:  Trump: strategi spektrum AS untuk penerapan 5G sedang dibuat

Pendiri Indonesia AI Institute yang lain, Dr. Ayu Purwarianti, peneliti pada Pusat AI Institut Teknologi Bandung, mengungkapkan pihaknya tengah melakukan penelitian tentang sentiment analysis di sektor ekonomi dan keuangan untuk meningkatkan pengambilan keputusan berbasis data.

“Sentiment Analysis yang akan dilakukan menggunakan berbagai pendekatan, mulai dari Multi Domain, Aspect Base, Knowledge Graph, Named Entity Recognition (NER) dan LLM. Analisis akan dilakukan menggunakan dua bahasa, Indonesia dan Inggris. Harapannya penelitian ini dapat mengidentifisi sentimen yang terkandung dalam berita secara akurat dan dapat dimanfaatkan untuk memprediksi pergerakan pasar finansial ataupun ekonomi.”

Secara bersamaan, Indonesia AI Institute juga melakukan riset yang memadukan teknologi VR dan AI yang ditujukan untuk membantu pendidikan. Use case yang digunakan pada saat ini adalah penanaman nilai-nilai kebangsaan melalui pendekatan sejarah dan pengenalan para pahlawan Indonesia. Ketika penelitian ini sukses nanti, maka teknologi yang dibangun dapat diterapkan di berbagai bidang lain mulai dari pelatihan di dunia industri hingga di sektor pariwisata.

Penelitian lain yang pada saat ini telah dimanfaatkan adalah AI Teaching Tools, yaitu pemanfaatan AI dalam penyusunan rencana pembelajaran. Tools ini telah disampaikan pada para guru dalam pelatihan AI Literacy for Teachers. Para guru ketika melihat simulasi tools tersebut merespon positif dan merasa sangat terbantu. Mereka dapat membuat rencana pengajaran dengan cepat dengan mempertimbangkan faktor-faktor lokal, sehingga pengajaran dapat lebih mudah diterima oleh siswa.

Tidak cukup hanya dalam bentuk penelitian, Indonesia AI Institute juga tengah mempersiapkan buku “Membuat Chatbot itu Mudah”. Hal ini dilakukan mengingat peranan Chatbot dalam perekonomian yang signifikan. Chatbot akan mendorong cosumer engagement, meningkatkan produktifitas dan eifisiensi bagi berbagai pihak. Dengan buku ini akan ditunjukkan, betapa Chatbot yang mungkin bagi sebagian pihak dianggap teknologi canggih yang sulit, sebenarnya termasuk kategori mudah. Programmer yang membaca buku ini akan dapat membangun Chatbot secara cepat.

BACA JUGA:  Ayoconnect Raih Lisensi PIAS dari Bank Indonesia, Perkuat Perlindungan Solusi Direct Debit

Berbagai inisiatif yang dilakukan Indonesia AI Institute ini sejalan dengan tujuan transformasi digital Indonesia, yang mendorong transparansi dan daya saing dalam perekonomian sekaligus mendorong pertumbuhan berkelanjutan.

Dalam diskusi ini hadir pula Ulziisuren Jamsran, Perwakilan UN Women untuk Indonesia dan Liaison ASEAN, Josefhine Chitra, Head of Corporate Communication GoTo, Tessi Fathia Adam, Group Head Digital Transformation ParagonCorp, dan Haryati Lawidjaja, EVP-Head of Fintech Indosat Ooredoo Hutchison.

Ulziisuren mengemukakan, teknologi telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan kita sehari-hari, menawarkan peluang yang belum pernah ada sebelumnya bagi pemberdayaan perempuan.

Namun, di samping kemajuan ini, digitalisasi yang cepat telah menyoroti tantangan yang terus ada, khususnya kesenjangan gender dalam akses dan penggunaan teknologi. “Meskipun semakin banyak perempuan di seluruh dunia yang terhubung ke internet setiap tahun, hanya 20% perempuan di negara-negara berpenghasilan rendah yang online,” ucapnya.

Meski banyak tantangan dia juga mengemukakan AI memiliki potensi yang sangat besar untuk mempercepat kesetaraan gender. Di Indonesia, adopsi AI akan memberikan efek siginifikan, pada tahun 2030 AI diproyeksikan akan memberikan kontribusi antara 2,83% dan 3,67% terhadap PDB Indonesia, setara dengan $366 miliar. Indonesia diidentifikasi sebagai global leader dalam adopsi AI di tempat kerja, dengan 92% pekerja kantor menggunakan generative AI. Potensi yang bersar ini tidak bisa membuat kita terlena. “Saat ini Indonesia menempati peringkat ke-46 dari 62 negara dalam Global AI Index 2023, yang menekankan pentingnya investasi berkelanjutan dalam infrastruktur digital dan adopsi AI yang merata. Sangat penting untuk mengatasi kesenjangan ini dan memastikan bahwa manfaat AI dapat dinikmati secara adil di seluruh sektor masyarakat” ujar Ulziisuren untuk mengingatkan kita.

Josefhine Chitra, Head of Corporate Communication GoTo alam kesempatan ini mengemukakan AI dapat membantu kita menghemat waktu untuk melakukan perkerjaan. “Kita bisa menjadi lebih fokus pada masalah bisnis yang dihadapi. Memang tidak semua masalah bisa diselesaikan dengan penggunaan AI, tetapi saat bisnis berkembang dengan cepat, AI bisa membantu dalam efisiensi operasi bisnis.”

BACA JUGA:  Inisiatif Baru Coursera Penuhi Meningkatnya Permintaan GenAI di Indonesia

Dia menambahkan pihaknya bersama PT Indosat Ooredoo Hutchison Tbk pada November 2024 resmi meluncurkan teknologi kecerdasan buatan atau artificial Intelligence (AI) bernama ‘Sahabat-AI’ dalam gelaran Indonesia AI Day.

Sahabat-AI merupakan platform Large Language Model (LLM) open-source pertama di Indonesia. LLM sendiri merupakan program AI yang telah dilatih dengan data besar, untuk memahami dan menghasilkan bahasa alami, sehingga dapat digunakan untuk berbagai aplikasi dan layanan digital.

Di ParagonCorp, melibatkan teknologi AI sudah dimulai sejak 2020. Terkini, seperti yang diungkapkan oleh Tessi Fathia Adam, Group Head Digital Transformation ParagonCorp, pihaknya melibatkan technology partner dan skin expert untuk membuat platform yang bisa memberikan rekomendasi produk yang cocok sesuai dengan warna dan kondisi kulit konsumen. “Kami menyadari benar kebutuhan tersebut, sehingga pada akhirnya konsumen bisa membeli produk yang sesuai dengan kebutuhan kulit sehingga kami mempunya Wardah Color Intelligence.”

Tidak berbeda jauh dengan GoTo dan Paragon, Sito Dewi Damayanti VP Head of Industry Solution Indosat Ooredoo Hutchison mengungkapkan pihaknya telah melibatkan perempuan dalam pengembangan teknologi AI. “Kami punya program yang namanya Indosat Digital Camp yang empowering every Indonesian khususnya untuk di bidang AI maupun bidang digital bisnis. Ada beberap jenis pekerjaan yang akan hilang tetapi ada pekerjaan yang membutuhkan kreativitas, analisis mendalam, dan pengelolaan justru akan meningkat di kemudian hari. Kami di Indosat membutuhkan para pekerja yang mampu mengelola AI, memahami dan kemudian dapat meningkatkan layanan berbasis AI sehingga menjadi aset yang berharga.

Tags: AIIndonesia AI InstituteKemkomdigiMenkomdigi
Previous Post

Xiaomi Indonesia Luncurkan Smart AC Mijia Air Conditioner Pro Eco 5-Star 1 PK Inverter

Next Post

Tantangan Adopsi Kecerdasan Buatan di Perusahaan Indonesia

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

hanwha-life-top-digital-awards-2025-level-stars-5

Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Teguh Imam Suyudi
23 December 2025 | 16:00

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen TOP Digital Awards 2025

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan Bergengsi TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
7 December 2025 | 09:00

Moratelindo TOP Digital Awards

Moratelindo Perkuat Kepemimpinan Transformasi Digital Lewat Dua Penghargaan Nasional TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
6 December 2025 | 09:00

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Fauzi
5 December 2025 | 13:58

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

Ahmad Churi
5 December 2025 | 11:14

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • BCA Syariah Jalin Masjid Istiqlal untuk Mendigitalisasikan Pengelolaan ZISWAF

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Trafik Petikemas IPC TPK Tumbuh 6,1 %, Capai 1,49 Juta TEUs

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kenalkan AI in RAN, Ericsson Tempatkan AI di Posisi Penting

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Segera Rilis di Indonesia, Begini Spek Infinix Hot 30 Play

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni
cover it works
cover it works

ICT PROFILE

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Fauzi
7 April 2026 | 11:46

Intel Corporation mengumumkan penunjukan Santhosh Viswanathan sebagai Vice President and Managing Director untuk kawasan Asia Pasifik dan Jepang (APJ). Dengan...

EXPERT

Red Hat Berambisi Capai Target Net Zero Emisi Gas Rumah Kaca di 2030

Titik Infleksi AI Selanjutnya: Mengubah Agen AI Menjadi ‘Superusers’ di Enterprise

Fauzi
21 May 2026 | 14:39

Oleh: Matt Hicks, President and CEO, Red Hat Jika Anda menyaksikan keynote di hari pertama Red Hat Summit 2026, Anda...

Seiring Jaringan yang Kian Cerdas, Ketahanan Telekomunikasi Akan Bergantung pada AI yang Tepercaya

Fauzi
20 May 2026 | 10:35

Oleh: Athul Prasad, Global Director, AI Industry Solutions, Telco, Media & Entertainment, Cloudera Ketahanan dalam industri telekomunikasi dulu berarti menjaga...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto