ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Meski Masih Banyak Tantangan, Pemimpin TI Indonesia Optimistis Adopsi Agentic AI

Ahmad Churi
16 June 2025 | 17:07
rubrik: Research
Industrial AI Senjata Daya Saing Di Tengah Derasnya Perubahan
Share on FacebookShare on Twitter

KtWorks- Hasil survei terbaru State of IT dari Salesforce, pemimpin teknologi CRM global menunjukkan, seiring dengan percepatan adopsi kecerdasan buatan (AI) dan meningkatnya ancaman kejahatan siber, sekitar 8 dari 10 (82%) pemimpin bidang keamanan Teknologi Informasi (TI) di Indonesia menyadari pentingnya transformasi peningkatan praktik keamanan siber  yang juga menjadi tren global.  

Mengapa ini penting ? Karena para profesional di bidang keamanan TI maupun penjahat siber saat ini semakin mengandalkan AI dalam strategi mereka. Agentic AI dapat mengurangi beban pekerjaan manual tim keamanan TI dan memberikan waktu lebih banyak untuk menyelesaikan tantangan yang lebih kompleks. Namun, keberhasilan implementasi agentic AI bergantung pada infrastruktur data yang kuat dan tata kelola yang tepat.

“Organisasi hanya bisa mempercayai agen AI sejauh mereka yakin bahwa data mereka dapat diandalkan. Dengan 49% pemimpin keamanan TI di Indonesia mengatakan bahwa pelanggan masih ragu mengadopsi AI karena masalah keamanan dan privasi. Jelas bahwa pengelolaan data yang kuat bukan lagi pilihan, tapi keharusan. Tim keamanan TI yang menerapkan tata kelola data yang kuat akan lebih siap memanfaatkan agen AI dalam operasional keamanan sekaligus memastikan perlindungan data dan kepatuhan tetap terjaga,” kata Gavin Barfield, Vice President & Chief Technology Officer, Solutions, ASEAN, Salesforce dalam rilis pers (16/06/2025), di Jakarta.

Disebutkan,  data State of IT terbaru dari Salesforce menunjukkan optimisme yang kuat terhadap agen AI , dengan 100% pemimpin keamanan TI mengidentifikasi setidaknya satu tantangan keamanan yang dapat ditingkatkan dengan agen AI. Namun, meskipun penuh harapan, survei terhadap lebih dari 150 pemimpin TI di Indonesia, termasuk 75 profesional yang bertanggung jawab atas keamanan, privasi, dan kepatuhan regulasi, menyoroti tantangan besar dalam hal implementasi.

BACA JUGA:  Nilai Transaksi E-commerce Naik Hingga 30 Persen

Hampir 1 dari 3 organisasi (29%) mengkhawatirkan fondasi data mereka belum siap untuk memaksimalkan agentic AI , dan lebih dari setengah (57%) tidak sepenuhnya yakin memiliki pengamanan (guardrail)  yang memadai untuk menerapkan agen AI.

Menurut riset State of IT, lebih dari 51% tim keamanan TI di Indonesia sudah menggunakan agen AI dalam pekerjaan sehari-hari. Jumlah ini diperkirakan akan lebih dari dua kali lipat dalam dua tahun ke depan. Para pemimpin keamanan TI melihat berbagai manfaat dari peningkatan penggunaan agen AI, mulai dari deteksi ancaman hingga audit canggih terhadap kinerja model AI. Sebanyak 84% mengharapkan penggunaan agen AI dalam dua tahun ke depan.

 Anggaran Keamanan Meningkat

Disebutkan, ancaman siber berbasis AI berkembang cepat, dan 71% pemimpin TI Indonesia khawatir ancaman ini akan segera menaklukkan sistem perlindungan tradisional. Selain serangan yang sudah umum seperti peretasan keamanan cloud, malware, dan phishing, mereka kini semakin waspada terhadap data poisoning. Dalam metode baru tersebut, penjahat siber merusak data yang digunakan untuk melatih AI, sehingga menghasilkan keputusan yang tidak akurat atau berbahaya.

Sebanyak 92% pemimpin keamanan TI di Indonesia percaya bahwa agen AI bisa membantu kepatuhan, seperti meningkatkan kepatuhan terhadap aturan privasi global. Namun, hampir sebanyak itu (87%) juga melihat tantangan kepatuhan yang muncul. Salah satu penyebabnya adalah regulasi yang makin kompleks dan terus berubah di berbagai wilayah dan industri, ditambah proses kepatuhan yang masih banyak dilakukan secara manual, sehingga rawan kesalahan.

  • 40% belum sepenuhnya yakin dapat menerapkan agen AI sesuai regulasi
  • Sekitar 37% merasa belum siap menghadapi perubahan regulasi terkait AI

 Riset terbaru menunjukkan bahwa kepercayaan konsumen terhadap perusahaan menurun drastis. Sebanyak 60% responden mengatakan bahwa perkembangan AI membuat kredibilitas bisnis semakin krusial. Selain itu, hanya 42% konsumen percaya perusahaan akan menggunakan AI secara etis, turun dari 58% pada 2023. Para pemimpin keamanan TI menyadari bahwa masih ada usaha yang perlu dilakukan untuk mendapatkan kepercayaan penting ini.

  • 45% belum sepenuhnya yakin akan akurasi atau transparansi hasil AI mereka
  • 52% belum memberikan transparansi penuh tentang bagaimana data pelanggan dimanfaatkan dalam AI
  • 45% belum menyempurnakan pedoman etis untuk penggunaan AI
BACA JUGA:  Tak Disangka, Pria Lebih Mendominasi Transaksi E-Commerce di Indonesia

Tata kelola data adalah kunci dalam perkembangan AI agentic

Seiring semakin banyak perusahaan mengadopsi AI agentic, tata kelola data menjadi semakin penting. Meski 71% pemimpin TI Indonesia mengklaim memiliki data berkualitas, hanya 57% yang yakin agen AI mereka beroperasi dengan izin dan protokol yang benar, dan hanya 43% percaya bahwa sistem pengamanan mereka sudah memadai.

Pentingnya tata kelola data semakin meningkat setelah diterapkannya Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (PDP) Indonesia. Regulasi ini mewajibkan organisasi untuk memperoleh izin eksplisit dari pengguna sebelum memproses data, menunjuk petugas perlindungan data, segera melaporkan pelanggaran, serta memenuhi ketentuan ketat dalam transfer data lintas negara. Bagi perusahaan, ini berarti mereka harus menyesuaikan sistem internal, kebijakan, dan praktik penggunaan AI agar terhindar dari risiko hukum dan reputasi.

Walaupun banyak pemimpin TI melihat agen AI sebagai cara untuk meningkatkan kepatuhan, ada tantangan yang perlu diperhatikan:

  • 55% merasa bahwa regulasi yang semakin kompleks membuat kepatuhan lebih sulit.
  • Hanya 60% yang yakin bahwa mereka dapat menerapkan agen AI sesuai aturan yang ada.
  • Dan 37% mengakui bahwa mereka belum siap menghadapi perubahan regulasi di masa depan.
Previous Post

Survei Ipsos: Layanan Digital Bank Kian Mendapat Kepercayaan Tinggi

Next Post

Sambut Liburan Sekolah, Indosat Rilis Paket Internet Hemat dan Andal bagi Pelanggan IM3 & Tri

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

hanwha-life-top-digital-awards-2025-level-stars-5

Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Teguh Imam Suyudi
23 December 2025 | 16:00

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen TOP Digital Awards 2025

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan Bergengsi TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
7 December 2025 | 09:00

Moratelindo TOP Digital Awards

Moratelindo Perkuat Kepemimpinan Transformasi Digital Lewat Dua Penghargaan Nasional TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
6 December 2025 | 09:00

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Fauzi
5 December 2025 | 13:58

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

Ahmad Churi
5 December 2025 | 11:14

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KI Pusat Tegaskan Revisi UU KI Publik Mendesak Di Tengah Derasnya Digitalisasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Peringhati Hari Kartini, KI Pusat Kupas Kiprah Perempuan Tangguh di Era Digital

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sederhanakan Operasional-Percepat Adopsi AI yang Aman, F5 Perkuat Application Delivery and Security Platform

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Maxim Luncurkan Fitur e-Payment ‘Maxim Wallet KasPro’

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni
cover it works
cover it works

ICT PROFILE

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Fauzi
7 April 2026 | 11:46

Intel Corporation mengumumkan penunjukan Santhosh Viswanathan sebagai Vice President and Managing Director untuk kawasan Asia Pasifik dan Jepang (APJ). Dengan...

EXPERT

Adopsi AI Dorong Perubahan Pola Konsumsi Data, 5G Jadi Fondasi Pengalaman Digital

Adopsi AI Dorong Perubahan Pola Konsumsi Data, 5G Jadi Fondasi Pengalaman Digital

Ahmad Churi
2 April 2026 | 21:21

ItWorks.id- Laporan Ericsson ConsumerLab 2026 mengungkap meningkatnya penggunaan kecerdasan buatan (AI) mulai mengubah pola konsumsi data seluler, terutama pada kebutuhan...

Pencadangan Data (Backup) dan Keamanan Kini Menjadi Persoalan Ekonomi AI

Fauzi
30 March 2026 | 14:36

Oleh: Sherlie Karnidta, Country Manager Indonesia, Cloudera IDC dalam Global DataSphere Forecast memproyeksikan bahwa volume data global akan melonjak hingga...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto