ItWorks-Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Deputi Bidang SDM Iptek melakukan penandatanganan perjanjian lisensi pelatihan dengan PT. Inovasi Bangsa Maju Indonesia (IBMI). Melalui kesepakatan ini, PT. IBMI akan menjadi mitra BRIN terkait penguatan kapasitas SDM Iptek secara nasional.
Deputi Bidang SDM Iptek BRIN, Edy Giri Rachman Putra menyambut baik kolaborasi terkait upaya penguatan kapasitas dan kemampuan SDM Iptek secara nasional ini. “BRIN diamanahi dengan suatu program yang namanya Talenta Nasional bidang Riset Inovasi, tertuang di dalam Perpres No. 108 Tahun 2024 tentang Desain Besar Manajemen Talenta Nasional yang sudah berjalan sejak 2022. Poin utamanya bagaimana kami bisa menjadi enabler, pengungkit untuk peningkatan kapasitas SDM,” ungkap Edy saat memberikan sambutan dalam kegiatan tersebut di Gd. BJ Habibie Jakarta, beberapa waktu lalu, dilansir portal web BRIN (16/07/2025).
Dikatakan, upaya ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah, di mana kualitas SDM secara nasional yang diakui masih cukup tertinggal dibandingkan dengan negara lain. Pemerintah tidak hanya bertanggungjawab menyelenggarakan, namun juga bisa melibatkan stakeholder lebih luas lagi, baik dari perguruan tinggi, asosiasi profesi dan juga dari pihak swasta.
“Tepatnya dengan bantuan dari teman-teman di PT IBMI ini, sangat membantu kami bagaimana kami bisa mengakselerasi penguatan SDM, khususnya terkait dengan iptek tersebut. Nah, memang nanti mungkin sambil berjalan, saya kira akan muncul juga beberapa kompetensi yang dibutuhkan secara luas oleh masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, saat ini fokus pada pedoman lisensi yang sudah ada, tapi ke depan ada kemungkinan kompetensi-kompetensi baru yang dibutuhkan oleh masyarakat. “Saya kira ini juga menjadi penting dan kita bisa kembangkan kemudian. Kita bisa mulai dulu dengan apa yang ada dulu nanti bisa berkembang lebih luas lagi,” ujarnya.
Ia juga menekankan peran dari lembaga pelatihan swasta menjadi sebuah kepanjangan dari BRIN, sekaligus juga sangat membantu untuk menguatkan SDM secara nasional. BRIN juga terbuka untuk menerima masukan untuk bisa mengembangkan pembelajaran, pelatihan, ataupun sertifikasi apa yang memang dibutuhkan oleh masyarakat lebih luas.
Direktur PT. IBMI F. Rachmat Kautsar menyatakan, visi dari pihaknya adalah bagaimana mewujudkan bangsa yang cerdas. “Kami merasa sangat terhormat atas kepercayaan yang diberikan oleh BRIN, sehingga kami menjadi mitra untuk bisa mendapatkan lisensi untuk lembaga pelatihan,” urainya.
Dijelaskan, ada 9 topik yang nanti bisa dibawa ke market. “Memang selain visi bisnis yang kami punya, ada visi-visi sosial yang kami bawa. Untuk mewujudkannya, kami menyebutnya bangsa cerdas,” lanjutnya.
Pihaknya percaya BRIN sebagai Center of Knowledge dan Center of Excellence dan juga Center of Innovation di Indonesia. Sehingga kemudian topik-topik yang sifatnya lebih kontemporer, lebih kekinian, itu memang permintaannya besar sekali di market. “Mudah-mudahan di topik-topik yang lebih luas itu bisa kita bawa juga,” harapnya.
Sementara itu Rahma Lina Plt. Direktur Pengembangan Kompetensi BRIN mengatakan, PT. IBMI merupakan mitra lisensi yang ke-6, dan pelatihan-pelatihan yang dilisensikan ini ada 9 cukup berbeda dengan mitra-mitra sebelumnya.
“Pelatihan tersebut yakni yang memang biasanya diambil satu paket ya KTI, baik itu KTI ilmiah populer, nasional, maupun internasional. Kemudian terkait dengan metodologi penelitian sosial, penulisan atau penyusunan naskah kebijakan, pelatihan manajemen pemanfaatan iptek, pelatihan pembibitan dan pertamanan, ini yang memang biasanya dari daerah,” tambahnya.
Pelatihan berikutnya, ujar Lina, yang sedikit berbeda dengan sebelumnya ini terkait dengan pelatihan proteksi keselamatan radiasi, serta penyusunan protokol penelitian di rumah sakit.














